
AWAN PANAS: Erupsi Gunung Sinabung terlihat dari dari Desa Lingga, Kabupaten Karo, Rabu (16/6) lalu. Hingga kini status Sinabung masih waspada.
darikita.com, JAKARTA – Hampir satu bulan, 10.184 pengungsi Sinabung berada di posko pengungsian. Mereka kembali diungsikan awal Juni lalu setelah gunung setinggi 2.460 meter itu kembali bergejolak. Menumpuknya pengungsi pun disertai dengan kebutuhan hidup yang meningkat. Pemerintah Kabupaten Karo pun telah meminta bantuan kepada pemerintah pusat untuk ikut turun tangan.
Merespons hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung turun tangan. Kemarin, dana bantuan kemanusiaan bagi korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, telah dikucurkan. Melalui BNPB, pemerintah memberikan bantuan senilai Rp 6 miliar untuk pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi di Bumi Turang itu. Dana tersebut diambil dari dana siap pakai BNPB atau dana cadangan PB.
’’Bantuan diserahkan oleh Kepala BNPB, Syamsul Maarif, kepada Bupati Karo di Kabanjahe hari ini (kemarin, 23/6, Red),’’ ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, kemarin (23/6).
Menurutnya, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah pada kondisi masyarakat di sekitar Sinabung. Sama seperti sebelumnya, sejak erupsi September 2013 pemerintah telah menggelontorkan Rp 141,2 miliar kepada Pemda Karo dan masyarakat Sinabung. ’’Kami tidak tahu sampai kapan erupsi Sinabung berakhir. Tapi pemerintah akan terus membantu,’’ ujarnya.
Melihat aktivitas Sinabung yang tidak menentu ini, pemerintah belum merasa perlu untuk menjadikannya bencana nasional. Sebab, hingga kini pemerintah daerah Kabupaten Karo dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih beraktivitas normal. Lain halnya jika kondisi mereka seperti pemda Aceh dan masyarakat Aceh saat Tsunami terjadi 2004 lalu. Dengan demikian, maka pihak pemda masih memiliki kewajiban untuk menyediakan dana di APBD untuk Sinabung.
Sutopo menuturkan, tak masalah jika anggaran tersebut terbatas. Pemerintah Pusat akan tetap memberikan bantuan. Namun dengan syarat, pihak pemda dan seluruh perangkatnya harus menunjukkan kesungguhan kepemimpinannya dalam menangani masyarakat yang terdampak.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapakan hunian untuk relokasi para pengungsi di Siosar. Saat ini sendiri, dari 370 unit, baru 112 unit yang telah rampung. ’’Relokasi korban akan dipercepat. Pada akhir Agustus 2015 akan diselesaikan keseluruhan 370 unit rumah di Siosar,’’ ungkapnya.
Hingga kemarin, aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara masih terpantau tinggi. Sepanjang hari Selasa (23/6), hujan abu tipis masih mengguyur wilayah bagian selatan-tenggara. Sebanyak 10.184 jiwa telah diungsikan di 10 posko untuk menghindari bahaya.
Jumlah ini dinamis karena sebagian pengungsi, khususnya laki-laki dewasa, sering kembali ke rumahnya untuk memelihara kebun atau tanaman pertanian. Sebagian juga menginap di sanak saudara atau warga yang berada di dekat pos pengungsian.
Meski gelombang erupsi abu vulkanik dari Gunung Sinabung terus meningkat, namun minat petani Tanah Karo tidak terlihat menurun untuk mengikuti Pelatihan dan Edukasi Pertanian pada acara Show Farm yang diadakan oleh PT Tanindo Intertraco, di Jalan Udara Berastagi. Kegiatan Show Farm ini diadakan Kamis sampai dengan Minggu (18-21/6).
Bupati Terkelin Brahmana pada sambutannya mengapresiasi kegiatan pelatihan rutin ini, beliau juga menambahkan bahwa koordinasi lebih lanjut antar petani dan pemerintah sangat perlu dilakukan kedepannya, seperti dalam penanganan lalat buah, tidak mungkin efektif jika tidak serentak, harus ada kekompakan petani dalam penangannya. Malah bisa semakin berkembang kalau penanganannya tidak serentak. Ini contoh sederhana saja, ujar bupati dilanjutkan peninjauan beberapa produk hortikultura di areal pertanian show farm bersama petani.
Terkelin juga berharap pelatihan pertanian dari Show Farm PT Tanindo dapat menjadi pembekalan bagi masyarakat Tanah Karo. Khususnya, yang terdampak Erupsi Gunung Sinabung agar kedepannya dapat pulih dan kembali mandiri di tengah bencana yang tak kunjung berkesudahan ini.
Kedatangan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Kadis Kominfo & PDE Drs.Agustin Pandia M.Si, Kepala Badan Penyuluh Pertanian Sarjana Purba,Plt Kadis Pertanian Munar Ginting, dan Camat Merdeka Terang Ukur Br Surbakti pada acara Show Farm disambut ratusan petani bersama Manajer Tanindo, Ir Alam Sembiring Kamis.
Show Farm Jalan Udara Berastagi sebagai pelatihan dan wadah pendidikan pertanian secara tepat guna dan modern, juga sebagai uji coba setiap varietas terbaru bibit beragam hortikultura. Apakah cocok ditanam di dataran tinggi atau tidak. Atau cocok di dataran rendah atau tidak sehingga produksi yang diharapkan dapat dipastikan.
Show Farm bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara perusahaan, eksportir, toko pertanian dan petani. Memberi edukasi kepada petani bagaimana cara berbudidaya tanaman dengan baik secara langsung dan memperkenalkan beberapa varietas tanaman yang baru untuk adaptasi lokasi sebelum dilepas ke pasar.
Demikian dikatakan manejer Tanindo Show Farm, Ir Alam Sembiring didampingi RD Farm Berastagi Wilson P Silitonga, SP, Sadly Irawan, SP dan Premi Sembiring, SP. pada pertemuan dengan ribuan petani di lokasi Show Farm Jalan Udara Berastagi.
Lebih lanjut disampaikan, Selain itu, farm juga berfungsi untuk pengujian beberapa varietas baru untuk adaptasi lokasi sebelum dilepas ke pasar, sehingga varietas dijual sudah melalui proses adaptasi yang sesuai. Farm juga menempatkan staf agronomis untuk memberi pengetahuan cara bercocoktanam yang baik. Bagaimana tekhnik budi daya pertanian mulai dari pengolahan lahan, buat bedengan, pupuk dasar, mulsa, pupuk cor hingga pengendalian hama penyakit; termasuk pengendalian kena abu erupsi Sinabung.
Show farm yang secara rutinitas diadakan dua kali setahun ini bersifat edukasi dan penyuluhan. Selain memberi pemahaman, petani semakin mengerti pentingnya menjaga kualitas produk dengan pemakaian pestisida yang tidak berlebihan, selain itu kegiatan ini juga menjadi wadah pelatihan pendidikan pertanian secara tepat guna dan modern, serta sebagai tempat uji coba setiap varietas terbaru bibit beragam hortikultura. (mia/end/des)













