banner

FPTI Bogor Rekrut Bibit Muda

darikita 28 Desember 2015
DONI/RADAR KALTARA BERLATIH: Dua atlit panjat tebing saat melakukan uji coba papan tebing. Saat ini, FPTI Bogor terus merekrut atlet generasi muda.
vertical banner

darikita.com, Meski sekolah Bintang Panjat Tebing Kota Bogor, Widia Fujiyanti telah terakomodir di Bandung Jawa Barat (Jabar). Namun hal itu tak menyurutkan sejumlah pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Bogor untuk merekrut climberasal kota hujan itu.

Kabarnya, FPTI Kabupaten Bogor diam-diam tengah menunggu kelemahan dan kesalahan yang dilakukan kepengurusan FPTI Kota Bogor terhadap Widia. Bila penantian itu terjadi, maka hal tersebut akan menjadi peluang bagi FPTI Kabupaten Bogor untuk mengajak Widia bergabung.

Tak hanya menunggu kesalahan, pendekatan persuasif kepada Widia, juga perlahan-lahan mulai dilakukan. Hal itu dilakukan, guna terbangun hubungan emosional antara pengurus FPTI Kabupaten dengan atlit yang sudah beberapa kali memperkuat tim nasional.

Dikonfirmasi soal rencana perekrutan Widia, Sekum FPTI Kabupaten Bogor, Iip Syaukani tidak membantah kabar tersebut. Menurutnya, perekrutan bisa saja terjadi, apabila atlit yang bersangkutan menginginkan kepindahan ke Kabupaten Bogor. ”Masa orang pindah tidak kami terima. Apalagi, dia atlit potensial,” ucapnya.

Namun demikian, lanjut Iip, tidak ada perlakuan spesial yang akan diberikan FPTI Kabupaten Bogor pada Widia, apabila Widia mau pindah ke Kabupaten Bogor. Hal itu dikarenakan, Widia belum menunjukan langsung prestasinya dibawah payung FPTI Tegar Beriman.

”Jika dia menunjukan prestasinya, tentunya ada perlakuan istimewa, sama seperti atlit yang telah membesarkan Kabupaten Bogor,” terangnya.

Ditanya kedekatannya dengan Widia, Iip mengaku bila hal itu hanya sebatas hubungan antara manager Panjat Tebing Jawa Barat yang diembannya dengan atlit yang masuk Pelatda PON. ”Itu hanya sebatas kedekatan pelatih dengan atlit. Dan ini sesuatu yang wajar. Karena hubungan pelatih dengan atlit harus berjarak sedekat urat nadi,” terangnya.

Iip pun mengomentari, terkait fenomena atlit berprestasi yang lepas dari perhatian pengurus cabang olahraga, KONI, dan Pemerintah. Kata dia, kondisi tersebut bisa membuat atlit berprestasi itu hijrah ke kota atau kabupaten yang memberikan jaminan kejelasan masa depan. ”Dan perpindahan tersebut sangat manusiawi,” ucapnya.

Ditanya mengenai hal itu, Ketua Umum FPTI Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat mengaku, bila FPTI selalu memberikan perhatian pada seluruh atlit binaannya. Salah satunya, Widia Fujiyanti alias Wiwi. Menginggat, Wiwi merupakan atlit yang telah menunjukan prestasinya di ranah lokal, regional, nasional, dan international.

”Jadi wajar bila Wiwi mendapat perhatian yang lebih dibandingkan dengan atlit lainnya. Sama seperti atlit-atlit yang telah menunjukan prestasinya, yakni Siti Robiah, dan David. Namun, perhatian tersebut tidak mengabaikan atlit lain yang belum menujukan prestasinya,” katanya.

Ade yang menjabat sebagai Sekertaris Daerah Kota Bogor, juga menghimbau agar Wiwi tidak hanya berjuang pada prestasi olahraganya. Namun juga berjuang untuk prestasi akademiknya. ”Karena prestasi olahraga akan terasa hampa apabila tidak didukung dengan prestasi akademik. Karena pendidikan akan menentukan masa depan. Jadi prestasi olahraga harus berjalan beriringan dengan prestasi akademik. Dan Ini harus diperjuangkan oleh setiap atlit,” pungkasnya. (tik/fik)

Untuk Anda
Terbaru