darikita.com, NGAMPRAH – Sepanjang musim kemarau, sejumlah sungai dan sumur di setiap wilayah sudah mengering. Akibatnya, sumber-sumber air di wilayah Kabupaten Bandung Barat pada musim kemarau ini berpotensi menyebabkan berbagai penyakit, seperi infeksi saluran pernapasan akut, diare, dan demam berdarah dengue (DBD). Masyarakat diimbau agar tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah datangnya berbagai penyakit tersebut.

PAKAI MASKER: Sejumlah anak memakai pelindung pernafasan untuk menghindari debu saat musim kemarau.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Pupu Sari Rohayati menuturkan, dari berbagai penyakit tersebut, ISPA paling banyak menjangkiti masyarakat. Penyakit yang dibawa virus ini disebabkan faktor cuaca, debu, serta pola makan dan istirahat yang tidak teratur. ”Di musim kemarau seperti ini harus lebih hati-hati lantaran dapat menimbulkan penyakit ISPA. Penyakit ini rentan menjangkiti anak-anak karena daya tahan tubuhnya lemah. Namun, tidak sedikit juga orang dewasa yang terkena ISPA,” katanya kepada wartawan Kamis (17/9).
Musim kemarau yang terjadi selama beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah daerah di Kabupaten Bandung Barat kekeringan dan krisis air bersih. Sawah yang mengalami kekeringan sekitar 4.000 hektare, 1.500 hektare di antaranya puso atau gagal panen. Sementara krisis air bersih kini sudah melanda 22 desa di 9 kecamatan. Pupu menuturkan, para penderita ISPA biasanya mengalami gejala pilek, batuk, dan demam hingga berhari-hari. Jika sudah ada tanda-tanda demikian, dia mengimbau untuk segera diperiksakan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Para penderita ISPA, lanjut dia, bisa sembuh dalam waktu sekitar sepekan asalkan menjalani pengobatan rutin. Untuk mengantisipasinya, dia menuturkan, agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, di antaranya dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memakan makanan yang bergizi.
Selain ISPA, penyakit diare dan DBD juga rentan menjangkiti masyarakat pada musim kemarau ini. Hal itu tak hanya disebabkan minimnya akses terhadap air bersih, tetapi juga akibat konsumsi makanan yang tidak sehat.
Penyakit-penyakit tersebut tak hanya menyerang orang berdaya tahan tubuh lemah, tetapi juga rentan menyerang balita dan orang lanjut usia. Dengan demikian, para orang tua diimbau untuk lebih memperhatikan kesehatan anak-anaknya dan menjaga lingkungan agar bersih dan sehat. ”Pada musim seperti sekarang ini, kebersihan harus lebih diperhatikan. Begitu juga dengan asupan makanan, perbanyak sayuran, buah-buahan, dan minum air putih. Jangan lupa juga berolahraga. Dengan begitu, daya tahan tubuh akan lebih terjaga,” katanya.
Selain asupan makanan dan PHBS, di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang ini, masyarakat harus lebih peka. Dia mengimbau agar masyarakat juga membentengi tubuh dengan menggunakan jaket, syal, topi, dan pakaian lainnya yang menjaga mereka dari paparan udara kotor.
Seperti diketahui, musim kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih. Hal ini diperkuat dengan data yang dilansir oleh Badan Meteoroligi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan, musim kemarau di tahun 2015 ini lebih parah dibandingkan dengan tahun 1997 lalu. Puncaknya, kemarau akan terjadi hingga bulan November dan Desember mendatang. Hal tersebut diungkapkan Sekda Kabupaten Bandung Barat Maman S Sunjaya kepada wartawan ditemui di ruang kerjanya di Ngamprah.
Menurut Maman, atas dasar itu, membuat Kabupaten Bandung Barat diusulkan berstatus darurat kekeringan. Hasil rapat koordinasi (rakor) dengan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang digelar pada Senin 14 September 2015 yang langsung dipimpin oleh Sekda Kabupaten Bandung Barat Maman S Sunjaya serta dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD KBB Rony Rudiana dan juga para camat, menghasilkan bahwa saat ini Kabupaten Bandung Barat diusulkan darurat kekeringan. ”Kita mengadakan rakor untuk mengamati bersama, terkait status perkembangan kekeringan akibat kemarau panjang yang terjadi saat ini,” ungkapnya. (mg5/fik)













