banner

Jangan Terprovokasi, Tetap Akur

darikita 25 Oktober 2016
vertical banner

BANDUNG – Manajer Persib, Umuh Muchtar, turut berduka cita dan menyesal kembali terjadinya insiden memilukan pada bobotoh. Meski demikian, ia berharap bobotoh bisa menahan diri untuk tidak terprovokasi dengan berbagai pemberitaan di media sosial.

“Saya yakin bobotoh Persib sudah banyak mengalah dan diam,” kata Umuh pada sejumlah wartawan, kemarin (24/10).

Ia meminta pihakn manapun, untuk tidak terus menerus memprovokasi dan memancing para bobotoh untuk berbuat anarkis.

“Jadi jangan dipancing terus, saya sudah kasih nasihat kepada semua. Makannya Persib kan dapat predikat bobotoh terbaik waktu (Piala) Bhayangkara Kita harus bangga dan bobotoh terbaik di Indonesia,” imbuhnya.

Perseteruan antara kelompok suporter di Indonesia rupanya belum surut. Terakhir, Muhammad Rovi (17), salah seorang bobotoh warga Desa Telaga Asih, Kampung Babakan, Cikarang, Kabupaten Bekasi meregang nyawa.

Tepatnya, menjelang laga Persib Bandung kontra Persegres Gresik United, di Stadion Wibawa Mukti, Sabtu (22/10) lalu. Kejadian ini sempat heboh di berbagai media sosial. Rovi meninggal setelah dihadang oleh oknum suporter lain, yang diduga The Jakmania.

Dia yakin bobotoh, bisa menyikapi kejadian ini dengan langkah yang dewasa. Meski demikian, dia juga mengaku heran, kenapa kejadian serupa terus terjadi, untuk menjaga kondusifitas ia meminta bobotoh untuk menunggu proses hukum yang berlaku.

“Bukan membela, tapi mereka sudah baik dan banyak masalah dan ada meninggal. Kapan bisa selesai. Saya imbau bobotoh sudah, karena ini sudah ditangkap. Dan bisa menahan diri bagaimana sikap dari kita untuk tindak lanjuti,” tandasnya.

Umuh berharap tak ada kejadian serupa di masa yang akan datang. Disampaikan, olahraga sejatinya ada media untuk mengikat persaudaraan. Dengan ada kejadian seperti ini, Umuh Kecewa.

Untuk Anda
Terbaru