banner

Persib Tak Beruntung “Kepemimpinan Wasit Jadi Sorotan”

darikita 4 April 2016
BEREBUT BOLA: Pemain Arema Hendro (kiri) berebut bola dengan Pemain Persib Tantan saat laga final Piala Bhayangkara di GBK, Jakarta, Minggu (3/4/).
vertical banner

darikita.com, Laga final Piala Bhayangkara tidak berpihak pada Persib Bandung. Maung Bandung harus menerima kekalahan dengan skor 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (3/4) malam.

Dengan kemenangan tersebut, Arema Cronus berhak untuk mennggondol hadiah sebesar Rp 2,5 miliar. Sementara Persib berhak mendapatkan Rp 1,5 miliar.

Arema dapat dua kebanggaan sekaligus di ajang ini. Sebab, bek kiri andalan mereka Johan Alfarizi terpilih sebagai pemain terbaik. Dia berhak mendapatkan uang hadiah sebesar Rp 150 juta.

Untuk peraih gelar pencetak gol terbanyak didapatkan oleh dua pemain. Striker Persib Samsul Arif dan bomber Sriwijaya FC, Alberto Goncalvez berhak mendapat hadiah penghargaan. Keduanya mencetak 3 gol di turnamen ini.

Untuk suporter terbaik pilihan panitia pelaksana turnamen jatuh kepada Bobotoh pendukung Persib. Mereka berhak mendapatkan uang hadiah sebesar Rp 100 juta.

Sriwijaya yang menjadi juara ketiga mendapatkan penghargaan sebagai tim fair play. Laskar Wong Kito berhak mendapatkan hadiah tambahan sebesar Rp150 juta.

Sedangkan wasit terbaik di turnamen ini kembali jatuh ke tangan Thoriq. Wasit terbaik pada turnamen Piala Jenderal Sudirman sebelumnya itu kembali terpilih dan mendapatkan uang sebesar Rp 150 juta.

Sementara itu, di jalannya laga, babak pertama sulit tercipta. Tak kurang dua peluang diciptakan masing-masing tim saat laga di awal-awal babak.

Persib juga nyaris mencetak gol melalui Tantan dan Juan Belencoso. Sayang, sepakan yang dilepaskan masih melebar tipis. Skor 0-0 bertahan sampai turun minum.

Pada babak kedua, Persib melakukan perubahan dengan memasukkan David Laly. Tapi, perubahan itu tak berarti apa-apa setelah Arema sukses mencetak gol melalui Raphael Maitimo pada menit ke-59.

Setelah gol itu, Persib yang berniat membalas harus rela kehilangan Rudolof Yanto Basna karena mendapatkan kartu kuning kedua dan diusir wasit dari lapangan. Ulah wasit ini kemudian jadi sorotan dan memancing emosi bobotoh.

Kurang satu pemain membuat permainan Persib menurun. Usaha untuk membalas, justru menjadi celah saat lawan sukses melakukan serangan balik.

Hasilnya, Sunarto menghukum lini belakang persib dengan golnya pada menit ke-84.

Sementara itu, ribuan Bobotoh yang menyaksikan nonton bareng di beberapa lokasi di Kota Bandung pada laga Final Piala Bhayangkara 2016 merasa kecewa dengan kekalahan Persib Bandung melawan Arema Cronos pada laga tersebut. kekecewaan itu diakibatkan karena tim kesayangan mereka mengalami kekelahan.

Jaja Sudirja, 24, salah seorang Bobotoh asal Astana Anyar yang turut serta menyaksikan nonton bareng di Alun-alun Bandung mengatakan, kekalahan Persib Bandung pada laga kali ini, tentu saja bukan membuat dirinya saja yang merasa kecewa.

’’Jelas saya sangat sedih melihat tim kebanggan warga Jabar ini kalah oleh Arema Cronos,’’ kata Jaja kepada Bandung Ekspres di Alun-Alun Bandung, kemarin (3/4) malam.

Sementara itu, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Atik, salah seorang anggota Lantas Polrestabes Bandung mengungkapkan, untuk pengamanan di daerah Alun-alun Bandung dan seputaran Jalan Soekarno, sedikitnya ada 20 orang petugas Polisi wanita (Polwan) yang berjaga di lokasi nobar ini.

’’Kami hanya diperbantukan saja untuk Polsek Sumur Bandung menjaga di sekitar Alun-Alun Bandung dan Jalan Soekarno Hatta,’’ ungkap Atik.

Pantauan Bandung Ekspres di lapangan, lokasi nonton bareng digelar dibeberapa lokasi keramaian yang ada di Kota Bandung. Seperti Alun-Alun Bandung, Ujungberung, Taman Film dan beberapa lokasi lainnya baik Café maupun tempat tongkrongan lainnya.

Menurut salah seorang petugas keamanan dalam (Kamdal) di Balaikota Bandung menegaskan, perebutan laga final Piala Bhayangkara ini mendapat perhatian lebih dari Walikota Bandung dan juga Wali Kota Malang. Pasalnya kedua wali kota tersebut sudah sepakat akan melakukan aksi buka pakaian apabila tim yang didukungnya menang dalam laga tersebut saat bertanding.

’’Katanya pak Emil sudah sepakat sama Wali Kota Malang mau buka baju kalau Persib menang. Begitu juga sebaliknya kalau Arema menang Wali Kota Malang yang akan buka baju,’’ pungkasnya. (dn/bbs/rie)

Untuk Anda
Terbaru