banner

Pulang Untuk Mencari Peluang

darikita 9 Februari 2016
MUDIK: Bek Arsenal Mathieu Debuchy pulang kampung demi mendapat tempat di timnas Prancis.
vertical banner

Terbang ke Paris via Bursa Transfer

darikita.com, Banyak jalan menuju Roma. Banyak jalan pula untuk kembali ke timnas, demi mencicipi atmosfer Euro 2016. Berbagai jalan ditempuh para pemain supaya bisa tampil di turnamen terakbar Eropa itu. Salah satunya, memanfaatkan bursa transfer musim dingin.

STEPHAN El Shaarawy bahagia bisa pulang ke Italia. Dia tidak peduli status kepindahan dia dari AS Monaco menuju AS Roma kali ini sebagai pinjaman. Yang dipikirkan striker milik AC Milan itu hanya satu. Pulang ke Italia bisa membuka celah untuk kembali ke timnas Italia.

El Shaarawy mencari jalan untuk menembus skuad Azzurri—sebutan Italia—via bursa transfer musim dingin yang ditutup 1 Februari lalu. ”Tujuan saya pulang memang untuk mendapatkan tempat di skuad Euro 2016. Saya merasa lebih ’dilihat’ jika bermain di Italia,” ungkap penyerang 23 tahun itu, di situs resmi Roma.

Yang dibutuhkan El Shaarawy hanya minutes play. Enam bulan di Monaco, memang main 24 kali. Tapi hanya 11 kali sebagai starter. Bukan modal bagus untuk memikat hati allenatoretimnas Antonio Conte. Kalau kembali ke Milan? Sama saja. Hanya Roma yang dapat memberinya peluang unjuk gigi di Serie A dan Liga Champions.

Penyerang berjuluk Il Faraone itu tidak ingin mengulangi kegagalannya masuk ke skuad Piala Dunia 2014. Berkutat dengan cedera membuatnya hanya enam kali main atau 209 menit untuk Milan. Minimnya minute play itu yang kemudian memaksa dia hanya duduk di depan televisi menonton rekan-rekannya berjuang di Brasil.

Nah, di Roma kans merasakan major tournament pertamanya terbuka. Baru dua laga dimainkan Luciano Spalletti, sudah dua gol dia bukukan. Yakni ketika melawan Frosinone (30/1) dan Sassuolo (2/2). ”Perlu kerja keras agar selalu bermain regular di level klub, dan itu butuh komitmen dan hasrat yang besar. Saya harus melakukannya demi Italia,” janji El Shaarawy.

Tidak adanya bomber tajam di Roma bisa membuka jalan striker dengan 17 caps di timnas Italia itu menjadi langganan starter. Dengan demikian, peluangnya untuk dipanggil Conte pun semakin besar. Meski di sana dia juga masih harus bersaing dengan striker lain seperti Ciro Immobile.

Banyak pemain yang memutuskan untuk hengkang dari klubnya demi Euro 2016. Agar lebih dilihat juga, kebanyakan kembali ke klub di kampung halamannya. Termasuk Immobile, yang baru pulang ke Torino. Dia tidak mau kegagalannya di Borussia Dortmund dan Sevilla berimbas pada posisinya di timnas. Dua tahun berkelana di luar negeri meredupkan namanya.

Kini dia ingin meretas karirnya lagi di Italia. Sebelum pindah ke Dortmund dua musim lalu, Immobile on fire di Torino. Dia mencetak 22 gol di Serie A. Torehan itu mengantar dia mencicipi Piala Dunia pertamanya, edisi 2014. Namun sejak Maret 2015, musim yang buruk membuatnya harus merelakan tempat di timnas.

Tiga kali Conte memanggilnya untuk kualifikasi Euro 2016. Hanya sekali dia dimainkan. ”Tidak salah Conte memutuskan tidak memainkan saya,” ucap Immobile kepada Football Italia. ”Dia hanya butuh pemain yang konsisten, dan di sini (Torino) saya bisa mendapatkannya,” lanjut dia.

Begitu besarnya arti mengenakan seragam timnas. Sampai-sampai sejumlah pemain tidak memedulikan penurunan level kompetisi dan level klub. Immobile meninggalkan Dortmund dan Sevilla demi Torino yang tidak masuk dalam top 10 Serie A. Hal yang sama dilakukan Mathieu Debuchy.

Bek Arsenal itu rela meninggalkan glamornya Premier League dan hijrah ke Ligue 1. Bukan ke Paris Saint-Germain (PSG) yang paling elite di sana. Debuchy pulang ke Girondins de Bordeaux.

”Bertahan di Arsenal tanpa bermain, maka saya tidak akan pernah bisa berpikir bahwa nama saya bakal ada di skuad Euro 2016,” ungkap bek 30 tahun itu kepada Foot Express. Di Arsenal, Debuchy kalah saingan dengan Hector Bellerin.

Di semua ajang, Debuchy hanya mencatat tujuh caps. Catatan itu mengubah pandangan Didier Deschamps. Debuchy bukan lagi bek kanan yang selalu bermain untuk Les Bleus–julukan timnas Prancis—seperti di Piala Dunia 2014. Melainkan bek yang hanya sekali bermain sebagai starter dalam empat caps pasca Piala Dunia 2014.

”Saya mencoba menikmati permainan saya di sini, bermain lebih maksimal untuk membantu Bordeaux dan tentunya membuka jalan ke Euro,” tegasnya. (ren/na/vil)

Untuk Anda
Terbaru