
darikita.com, Andaikan masih hidup, Napoleon Bonaparte pasti akan malu besar apabila datang ke Stade Louis II. Bukannya melihat Prancis kembali menguasai Spanyol dan juga Eropa seperti pada masanya, melainkan menyaksikan euforia bangsa Spanyol menguasai Eropa di Monaco.
Bukan Bartolomeu Dias, Fernando de Magelhaens, ataupun Juan Sebastian Elcano yang menaklukkan dataran Prancis. Melainkan seorang panglima yang bernama Nuno Espirito Santos. Dengan pasukan Valencia-nya, dia mampu membuat public Prancis menunduk dan mengangkat topi.
Tidak ada kesedihan begitu Andrea Raggi dan Eiderson Echiejile menghukum Matthew Ryan. Cukup dengan balasan dari Alvaro Negredo sudah membuat Nuno Espirito berani mengepalkan tangan tanda kemenangan atas wakil Prancis. Sekalipun kalah 1-2, El Che lolos dengan agregat 4-3 setelah menang 3-1 di Mestalla.
Melenggangnya Valencia ini dari fase playoff kali inimelahirkan histori baru dalam persepak bolaan di Benua Biru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah 60 tahun Liga Champions ada satu negara yang berhasil meloloskan hingga lima wakilnya sekaligus ke fase grup.
Sebelum Valencia, empat klub kontestan Primera Division lainnya yang sudah menyegel tempat di Liga Champions adalah Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, dan terakhir Sevilla. Nama yang terakhir disebut lolos langsung ke Liga Champions melalui jalur juara Europa League 2014-2015.
Bagi Valencia, kelolosannya ke Liga Champions ini mengakhiri penantian tiga tahunnya berlaga di fase grup. Terakhir, pada edisi 2012-2013, Valencia mampu berlari hingga fase 16 Besar. ’’Dan sekarang tantangan baru dan masa depan baru menunggu kami. Valencia adalah klub Liga Champions,’’ koar Nuno Espirito, sebagaimana dikutip dari situs resmi Primera Division.
Pertaruhan masa depan baru bagi Valencia itu akan dimulai pada drawing fase grup Liga Champions, malam nanti. Masih di daratan Prancis, tepatnya di Grimaldi Forum, Monaco hegemoni Spanyol bersama pasukan Nuno Espirito ini akan ditentukan. Siapa yang bisa menghadang hegemoni Spanyol dan lima wakilnya?
Valencia sendiri memulai pengundian dari pot 2. Berdasarkan aturan, Valencia tidak akan melakoni perang saudara dengan sesama wakil Spanyol. Terutama Barca yang bertengger di pot unggulan, atau Sevilla yang berada di pot ketiga. Jadi, tinggal pilih saja dari Chelsea, Bayern Muenchen, Juventus, Benfica, Paris Saint-Germain (PSG), Zenit St Petersburg atau PSV Eindhoven.
Di depan klub-klub unggulan itu, Valencia diakui bek mudanya Jose Luis Gaya bukanlah klub unggulan nomor satu dari pot 2. Masih ada Real, Atleti, FC Porto, Arsenal, Manchester United, Manchester City plus Bayer Leverkusen. ’’Yang penting, saya bisa memenuhi mimpi saya bermain di ajang sekelas Liga Champions,” ucapnya.
Sekarang, yang menjadi tugas lima bahtera Spanyol untuk menguasai Eropa tinggal bagaimana cara berpesta di San Siro, Milan, 28 Mei 2016 mendatang. Faktanya, dalam dua edisi beruntun, wakil Spanyol selalu menjadi pelaku pesta. Musim lalu Barca, dan dua musim lalu Real. Demikian juga di Europa League yang dua tahun beruntun jadi milik Sevilla.
Dari hasil playoff pertama kemarin, pesta di Swedbank Stadion, Malmo menjadi momen paling membahagiakan. Karena, tuan rumah Malmoe FF mampu kembali ke fase grup Liga Champions dalam dua edisi berturut-turut. Dengan perkasanya, pasukan Viking yang dipimpin Age Hereide membalikkan deficit satu gol.
Pada leg pertama di Hampden Park, Malmoe kalah tipis 2-3. Dan, kekalahan itu dibalas dengan sempurna oleh Markus Rosenberg dan hadiah gol bunuh diri Dedryck Boyata. Prestasi melenggang ke fase grup Liga Champions beruntun ini jadi yang terbaik bagi Malmoe.
Sebagai klub dengan koefisien terendah dibandingkan klub kontestan Liga Champions lainnya, Rosenberg berharap bisa berjumpa dengan mantan penyerang Malmoe, Zlatan Ibrahimovic. Ibra kini bermain di PSG yang berada di pot unggulan. Sedangkan Malmoe di pot buncit. ҒSelain itu, kami pasti akan kesulitan melawan Bayern, Real, dan juga Barca,Ғ ucapnya. (ren/vil)












