banner

Kini, Giliran Harga Ikan Laut Melambung

darikita 14 Juni 2016
ISTIMEWA PERBAIKI JARING: Sejumlah nelayan saat memperbaiki jaring yang rusak, kemarin. Mereka sengaja tidak melaut karena takut gelombang tinggi yang melanda di kawasan selatan Jawa dalam sepekan terakhir. Puluhan bangunan juga dilaporkan rusak.
vertical banner

Saat ini sendiri nelayan di Garut, sebut Slamet belum ada yang melaut karena masih takut terjadi gelombang tinggi yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir Juni.

”Dari bulan Mei sampai sekarang ada sekitar 100 perahu yang berangkat ke Pacitan untuk menangkap ikan layur dan langsung dijual juga hasilnya di sana,” jelasnya.

Di di Kabupaten Sukabumi, saat ini nelayan kebingungan menghadapi Lebaran Idul Fitri tahun ini. Keresahan mereka muncul karena jarring mereka kering karena angin kencang berimbas kepada sulitnya tangkapan ikan.

Tak sedikit dari mereka, memilih berdiam memarkirkan perahunya ketimbang memaksakan melaut karena dibayangi rasa waswas.

Ujang Sepudin 40, salah seorang nelayan asal Patuguran, Kecamatan Pelabuhanratu mengaku bingung menjalani Ramadan kali ini karena enggan melaut.

Selama dua pekan terahir gelombang tinggi melanda. Asep hanya bisa diam di rumah. Asep hanya bisa menunggu siklus alam kembali normal. “Sudah hampir dua pekan terahir saya tidak melaut. Kalaupun dipaksakan melaut  akan merugi karena sulit mendapatkan ikan dengan kondisi saat ini tentunya sangat membahayakan.” keluh Ujang, kemarin.

Ujang mengaku,Selama tidak melaut,tentunya tidak mendapatkan pendapatan ikan. Dikarenakan dirinya dan sejumlah nelayan lainya tidak mempunyai usaha sampingan dan keahlian lain selain melaut. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Ujang mengandalkan uang tabungan dan pinjaman. (igo/udi/rie)

Untuk Anda
Terbaru