banner

Penderita HIV Bertambah 10 Orang

admin darikita 14 Februari 2020
vertical banner

NGAMPRAH– Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menerima laporan 10 orang positif mengidap penyakit HIV/AIDS.

Data tersebut berdasarkan hasil laporan dari Puskesmas di wilayah KBB perOktober-Desember 2019 (selama 3 bulan).

Pengelola Program HIV pada KPA KBB, Anzhar Ismail menyebutkan, jumlah itumenambah deretan daftar penderita penyakit mematikan menjadi 395 orang yang ditemukanterkena kasus HIV/AIDS di KBB.

“Asalnya 385 penderita, dengan adanya tambahan 10 orang penderita yang baru ini totalnyamenjadi 395 orang. Temuan yang baru ini terjadi selama bulan Oktober, November dan Desember, hasil dari pemeriksaan yang dilakukan oleh puskemas,”kata Anzhar di Ngamprah,  Kamis (13/2).

Dia menyebutkan, temuan 10 orang penderita HIV AIDS itu berasal dari berbagaikalangan dan profesi yang tersebar di wilayah KBB. Mulai dari pelajar, IRT (Iburumah tangga) dan pekerja seks komersial (PSK).

“Mereka terdeteksi saat melakukan pemeriksaan di Puskesmas, dan melakukanpengobatan di Rumah Sakit. Pihak puskesmas pun mendata dan melaporkan temuanini ke KPA,” ujarnya.

Anzhar menjelaskan, banyak pasien HIV/AIDS yang berhenti mengonsumsi obat.Hal itu menjadi kendala serius dalam menjalani masa penyembuhan pasien.

“Mungkin karena mereka sudah merasa sehat dan sembuh, jadi mereka berhentimengonsumsi obatnya. Padahal,  jika obat itu terus dikonsumsi bisamencegah virus HIV untuk berkembang biak dalam tubuh,” jelasnya.

Adapun penemuan kasus dari tahun ketahun menunjukan peningkatan. Penularan kasusHIV terbanyak berdasarkan kelompok resiko, yakni pada pengguna Jarum Suntik 9%(turun 2-3 %) dan Heteroseksual 53% (naik 2-3 %).

Sementara, kasus HIV pada Ibu Rumah Tangga 14 %, dengan penemuan kasus baru rata-rata 50 orang per tahun. “Berdasarkan kelompok usia penularan banyak terjadi pada kelompok umur 21 – 29 th (52 %). Peningkatan jumlah penemuan kasus di komuitas LSL (Laki Seks Laki). Status Epidemi HIV di Bandung Barat termasuk pada wilayah dengan epidemi terkonsentrasi artinya masih banyak ditemukan di populasi kunci,” tandasnya. (mg6/drx)

Untuk Anda
Terbaru