”Jika diterawang, akan terlihat gambar tersembungi (latent image). Kemudian apabila dilihat dari sudut tertentu, akan terlihat tulisan BI. Di pinggir, terdapat lanbang BI yang menggunakan teknik gambar saling isi yakni rectoverso,” ujar dia.
Selain itu, uang baru juga dilengkapi kode untuk tuna netra (blind code). Yakni, beberapa pasang garis yang membedakan nominal uang. ”Keamanan lainnya, semua uang dicetak kasat mata (visible ink), cetak efek pelangi (rainbow feature), intaglio, dan nomor seri dengan bentuk asimetris,” lanjut dia.
Sementara itu, Kepala Grup KPW BI Jabar Siti Astiyah mengatakan pecahan uang baru Tahun Emisi 2016 yang diluncurkan pada pertengahan Desember lalu dianggap mampu mengurangi tingkat peredaran uang palsu. Uang rupiah baru tersebut akan sulit dipalsukan karena dilengkapi dengan 9-12 unsur pengaman yang lebih canggih untuk melindungi uang dari usaha pemalsuan. (fik)













