Terobosan Siswa SMK Bintar Purwakarta
darikita.com, Prestasi dan kreativitas terus digaungkan para pelajar di Purwakarta. Diantaranya seperti yang dilakukan siswa SMK Bintar dengan menghasilkan inovasi menarik, berupa remot kontrol.
Remot kontrol yang banyak di pasaran diubah menjadi remot yang mampu menyalakan mesin hingga membuka pintu, bahkan termasuk membuka kap mesin mobil. Remot ini diyakini bisa menjadi salah satu koneksi yang mampu memudahkan pemilik kendaraan mengendarai kendaraannya dengan mudah.
Kepala SMK Bintar, Uus Kusuma Atmaja mengaku, jika inovasi tersebut telah ada di sekolahnya sejak beberapa tahun silam. Namun demikian terus dikembangkan menjadi sebuah inovasi modern yang mampu memudahkan pemilik kendaraan mengontrol kendaraannya.
”Sebenarnya inovasi ini sejak lama kami ciptakan, dengan mengabungkan ilmu elektro, kelistrikan dan ilmu mesin yang ada. Siswa diajarkan mengabungkan tiga unsur ilmu tersebut menjadi sebuah tehnik yang memudahkan siapapun pemilik remot ini menjadi sebuah kesinambungan antara pengamanan unit kendaraan dengan mengendalikan kendaraan,” ujarnya.
Dengan berbagai kemampuan yang ada di tengah himpitan persaingan antara sekolah swasta di Purwakarta, Raden mengaku, tak patah arang dalam melakukan berbagai inovasi. Tujuannya sudah pasti untuk meningkatkan kreatifitas anak.
”Kami hanya memberikan arahan dan transfer ilmunya saja. Bagaimana mengabungkan beberapa unsur keilmuan yang ada sebagai sekolah kejuruan dengan alat seadanya pula, kami berkeinginan dan bercita cita agar anak-anak kami mampu menjadi sosok mandiri di kemudian hari dengan melatih mereka dengan berbagai kemampuan yang sekolah miliki,” terangnya.
Sebagai sekolah kejuruan swasta, SMK Bintar memang kerap dicap sebagai biang keributan atau tawuran antar pelajar. Namun hal itu ditegaskan Raden merupakan satu bagian kecil saja. Jika dibandingkan, menurutnya masih banyak siswa berprestasi yang patut dibanggakan daripada mendiskreditkan sekolahnya sebagai biang tawuran.
”Aksi tawuran pelajar adalah salah satu bagian kecil, dimana oknum pelajar yang tak bertanggung jawab. Kami sebagai pihak sekolah bahkan telah menerapkan sanksi tegas bagi anak-anak kami jika terbukti melakukan tawuran. Namun demikian tanggung jawab atas penanggulangan tawuran adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.
Ditemui di ruang praktik, Yudi (16), siswa kejuruan mesin mengaku, sangat berbangga bisa bersekolah di SMK Bintar. Menurutnya, sekolah tersebut memberikan keleluasaan bagi para siswa melakukan berbagai praktik inovatif dengan dukungan guru dan ruang juga mesin yang mumpuni.
”Kalau ada teman kami yang tawuran, itu mah hanya bagian kecil kami. Sebagai siswa kami jelas menginginkan menjadi manusia mandiri dan berilmu dengan datang ke sekolah. Hasilnya ini, remot biasa mampu kami sulap menjadi remot kontrol jarak jauh yang bisa menyalakan mesin dan lainnya,” tutupnya. (*/din/fik)













