banner

Diduga Keracunan, Ratusan Ikan Mati Mendadak

darikita 4 Juni 2015
vertical banner

11406814_1444605382524393_5752663385486386099_ndarikita.com, KOTA BEKASI – Sebanyak 300 ekor ikan gurame yang dipelihara Mamad HB sejak dua tahun lalu, secara tiba-tiba mati. Kejadian ini terjadi, setelah pada hari selasa (2/6) lalu dilakukan penyemprotan foging disekitar kolam ikan.

Mamad mengungkapkan, sebelum dilakukan penyemprotan, ikan gurame miliknya terlihat sehat. Namun setelah pukul 18.00 WIB (habis magrib), dia melihat ikan gurame miliknya terlihat banyak yang menepi dan seperti keracunan.

“Setelah habis magrib, saya lihat ke empang dan ikan-ikan itu terlihat seperti mabok (keracunan, Red), minggir dipinggir (tepi, Red) kolam. Namun saya belum berpikiran bakalan terjadi seperti ini, baru setelah tadi pagi saya diberitahu sama anak saya kalau ikan saya mati, itu juga kirain saya yang mati paling cuma 5-10 ekor, saya kaget luar biasa setelah saya lihat, ternyata ikan saya mati semua, jumlahnya sekitar 300 ekor. Kalau ditimbang, mungkin sekitar dua kwintal,” paparnya.

Setelah melihat ikannya semua mati, dia pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RW. “Karena saya berpikir, kematian ikan-ikan saya setelah sebelumnya dilakukan foging. Maka saya langsung melaporkan kepada ketua RW, Pak RW juga langsung datang ke sini dan melihat ikan saya yang sudah menjadi bangkai. Pak RW berinisiatif membawa sample air empang dan akan dibawa ke lab, untuk diperiksa apakah ada kandungan racunnya,” jelasnya.

Namun Mamad mengaku heran, sebab selain empang ikan miliknya, ada beberapa empang milik tetangganya yang juga di foging, namun ikannya tidak ada yang mati. “Saya juga susah untuk mengatakan penyebab kematian ikan-ikan saya akibat foging, karena ada juga empang tetangga saya ikannya tidak kenapa-napa. Tapi memang faktanya, ikan saya mati setelah sebelumnya difoging,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RW 03, Kelurahan Jatiluhur, Iman Haryadi membenarkan kejadian yang menimpa warganya. Dia pun akan segera membawa sample air kolam ikan tersebut, untuk di uji di lab.

“Saya mendapat laporan sekitar pukul 08.30 WIB dari Pak Mamad, saya langsung menuju kelokasi, ternyata memang benar ikan miliknya sudah diangkat ke darat. Saya sampai tidak bisa ngomong, karena kaget melihat ikan yang mati sangat banyak,” ungkapnya.

“Terkait apa penyebabnya, saya belum bisa menyimpulkan. Besok (hari ini, Red) saya akan bawa sample airnya ke lab. Kalau dibilang karena obat foging, saya belum berani mengatakan itu. Masalahnya obat foging yang dipakai kemarin, menggunakan merk yang sama seperti yang dipakai selama ini,” tandasnya.

Untuk Anda
Terbaru