”Iklim yang tidak menentu seperti hujan yang berkepanjangan atau kemarau panjang akan berdampak pada produksi beras. Makanya, menghadapi persoalan itu, kita harus siapkan penerapan teknologi tentang jenis pertanian apa yang cocok dengan kondisi iklim yang terjadi saat ini,” paparnya.
Menurut Ida, fokus terhadap kedaulatan pangan dan kemandirian pangan menjadi hal utama. Sebab, ketahanan pangan mampu memberikan kontribusi pada kebutuhan konsumsi masyarakat. Selain itu, ketahanan pangan juga mampu berkontribusi pada devisa negara serta kelestarian lingkungan. Ketahanan pangan juga mengacu pada UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan.
”Maka dari itu, pemerintah daerah juga harus memikirkan kesejahteraan para petani di KBB. Mereka memiliki peran utama dalam mempertahankan ketahanan pangan,” pungkasnya. (drx/fik)













