banner

Dua Wisatawan Hanyut Diterjang Banjir Bandang

darikita 7 April 2016
Yully s. Yulianti/bandung ekspres SATU MASIH HILANG: Tim relawan membawa jenazah Angga Maulana dari atas gunung dengan waktu 2 jam perjalanan darat.
vertical banner

darikita.com, CIMAUNG – Dua wisatawan tewas setelah hanyut di tempat Wana Wisata Gunung Puntang, Desa Campakamulya Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung, kemarin (5/4). Keduanya tewas setelah memaksakan diri menyebrang ke sungai.

Dua korban tewas diketahui, Angga Maulana, 16, warga Kampung Sukajaya RT 02/RW 04 Desa Cimaung, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Korban merupakan, siswa SMA Bakti Nusantara. Korban lain, Deni Nurdiana, 25, warga Komplek Griya Permata Raya, Desa Tanjung Mekar, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Kapolsek Cimaung Iptu Tri Wahyu Widodo mengatakan, peristiwa terjadi Selasa (5/5) sekitar pukul 15.30. Saat itu, sebanyak tujuh orang yang berwisata ke Curug Siliwangi ini menyusuri muara Sungai Cigeureuh. Insiden terjadi ketika mereka dalam perjalanan pulang.

”Kedua korban itu mendahului menyebrangi sungai. Sedangkan ke lima korban lainnya tidak berani menyeberang sungai, sehingga bisa terselamatkan,” kata Tri di lokasi kejadian, kemarin (6/4).

Dia mengatakan, pencarian korban dilakukan sejak Selasa kemarin, sekitar pukul 17.00 sampai pukul 00.30. Pencarian difokuskan di sepanjang 3 kilometer sungai antara Curug Siliwangi dengan irigasi portal pada Rabu (6/4). ”Pagi harinya, pencarian dilakukan di Sungai Cigeureuh sepanjang 15 kilometer,” tuturnya.

Tri menjelaskan, salah satu korban yang terbawa arus, Angga Maulana, 16, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kawasan muara dalam kondisi terjepit batu, Rabu (6/4) pukul 07.54. Jenazahnya baru sampai di lapangan parkir wana wisata sekitar pukul 10.00, setelah dievakuasi dengan berjalan kaki sejauh sekitar 3 kilometer.

”Jenazah Angga langsung dibawa ke rumah duka karena pihak keluarga tidak mau korban diautopsi. Sedangkan korban tenggelam lainnya, Deni Nurdiana, 25, masih dalam pencarian pada siang harinya oleh puluhan relawan,” jelasnya.

Lima orang rekan korban, Rusdiana Aldiyasa, 17, asal Kecamatan Arjasari; Riki Subagja, 16, warga Kecamatan Banjaran; Dini Nur Hopipah, 16, asal Banjaran; Cepi Hendrayana, 17, dari Kecamatan Arjasari dan Andri Sukandar, 27, dari Kecamatan Cimaung hingga kini masih dalam pemeriksaan petugas. ”Mereka selamat. Meski beberapa terlihat shock,” katanya.

Pendiri Persaudaraan Gunung Puntang Indonesia (PGPI) Deni Sopian Dimiyati mengungkapkan, pencarian dilakukan oleh lima tim di sepanjang Sungai Cigeureuh.

Dari pendataan di lokasi, kata Deni, Angga Maulana diketahui hanyut dan tenggelam di kawasan muara antara Sungai Gentong dengan Sungai Cigeureuh. Angga terseret arus sampai 800 meter dari lokasi kejadian.

”Sepanjang sungai ini pun ditemukan sejumlah barang korban, seperti jaket, sepatu, dan tas sekitar pukul 21.00 (sebelum diketamukan, Red). Keesokan harinya baru korban ditemukan oleh tim tersangkut di batu,” papar Deni.

Deni menjelaskan, empat titik yang menjadi fokus pencarian selanjutnya ini di Batu Parengpeng, Urugan Muara, Gadog, dan Irigasi Portal. Tim yang terlibat antara lain, PGPI, Basarnas Bandung, Polsek Cimaung dan Brimob Polda Jabar.

”Kendalanya saat pencarian malam itu, keterbatasan penerangan dan permukaan air sungai masih tinggi. Maka untuk selanjutnya, difokuskan pada beberapa pusaran air yang kedalamannya sampai lima meter, dan juga lokasi yang sulit dijangkau,”  paparnya lagi.

Dia mengatakan, saat kejadian, sempat terjadi hujan besar disertai angin kencang. Di saat bersama, ketika korban sedang menyebrang, diduga banjir bandang juga terjadi.

”Air Sungai Cigeureuh yang biasanya bening berubah menjadi berwarna coklat saat banjir bandang tiba. Sehingga menghanyutkan dua korban yang sedang berwisata,” katanya.

Sementara itu, ayah dari Deni Nurdiana, Darma Suryadi, 59, mengungkapkan, berharap tim pencari segera menemukan anaknya. Keluarga besarnya pun mendatangi Wana Wisata Gunung Puntang untuk menyaksikan upaya pencarian.

”Deni memang sudah hidup mandiri. Tinggal di kontrakan dan punya kios handphone. Terakhir bilang, katanya mau ke Puntang bersama teman-temannya untuk memandu wisata. Saya tidak mengira itu merupakan izin terakhir si bungsu,” ungkapnya.

Deni merupakan mahasiswa program studi manajemen di STIE Inaba. Korban diketahui sangat aktif berorganisasi dan berbisnis. Darma mengatakan, Deni yang tercatat sebagai warga Griya Permata Raya, Desa Nanjungmekar, Kecamatan Rancaekek ini juga aktif menjadi pengelola sebuah travel haji dan umrah.

”Deni memang sangat suka dan sering menjelajah alam. Sebelum ke Puntang, dia sempat mengunjungi Situ Cisanti. Dia memilih jadi wiraswasta supaya bebas dengan kegiatan-kegiatannya, karena dia banyak sekali kegiatan di luar (alam bebas),” pungkasnya.(yul/rie)

Untuk Anda
Terbaru