
darikita.com, MAJALENGKA – Pengguna Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) nampaknya perlu lebih berhati-hati. Jika tidak, bisa mengalami nahas, seperti terjadi pada kemarin (6/7), di KM 178 Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.
Akibat insiden yang mengerikan tersebut tiga penumpang yang berada di dalam mobil jenis Gran Max Nopol E 1720 MX tersebut tewas seketika terpanggang didalam mobil akibat meledak. Tiga orang lagi tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Arjawinangun. Artinya enam korban yang tewas. Kemudian, lima orang kritis di RS Mitra Plumbon.
Informasi yang dihimpun Radar Cirebon (Group Bandung Ekspres) di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, tidak ada yang tahu persis peristiwa nahas yang dialami sebelas penumpang mobil Gran Max itu.
Kronologi kecelakaan lalu lintas mengerikan di jalan tol tersebut bermula saat sebuah Gran Max melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Diduga akibat kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan di atas rata-rata membuat sang sopir tidak mampu mengendalikan kendaraannya. Minibus itu pun sempat menabrak kontainer nopol B 9427 UFU pengangkut material campuran semen yang sedang berhenti di bahu jalan.
Sopir kontainer Safriyudin menuturkan, peristiwa itu terjadi sangat cepat. Kala itu kendaraan fuso yang dikemudikannya mogok akibat selang angin bocor. Ia pun lantas memarkirkan mobilnya ke sisi jalan bagian utara. Kurang dari 15 menit, dirinya kaget mendengar adanya suara yang menghantam mobilnya persis di bagian belakang sebelah kanan.
’’Pas saya tengok ada mobil yang oleng ke arah kanan jalan. Saya lihat dari dalam mobil itu beberapa orang terpental keluar. Minibus itu pun sempat mengeluarkan kepulan asap. Saya langsung ambil peralatan pemadam api tapi tetap tidak dapat mencegah mobil tersebut terbakar,’’ tuturnya.
Warga Kampung Pematang, Desa Bulagor Kecamatan Padalarang, Kabupaten Pandeglang, Banten ini tidak mengetahui persis musibah maut itu. Pasalnya saat kejadian dirinya tengah membetulkan selang angin yang bocor di bagian depan mobil. Yang pasti, mobil tersebut melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.
’’Saya tidak tahu pasti nubruknya karena saya juga sedang membetulkan angin di bagian depan. Saya hanya lihat ada sejumlah orang pada terpental keluar mobil dan setelah itu ada kepulan asap dari mobil Gran Max dan langsung terbakar. Saya kira mobil itu melaju dari bahu jalur, mungkin dia (sopir minibus) mau ngambil arah kiri tetapi ada mobil saya. Mau ngambil jalur kanan lagi malah tidak keburu,’’ ulasnya.
Rencananya, armada yang mengangkut campuran semen itu akan dibawa ke Cilacap dari Suralaya, Cilegon. Dirinya sempat tercengang melihat Gran Max meledak dan tiga penumpang di dalamnya tewas terpanggang.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Rezkhy Satya Dewanto didampingi Kapolsek Sumberjaya di TKP mengatakan, insiden maut tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Tepatnya di KM 178 Desa Panjalin Lor Kecamatan Sumberjaya, Majalengka. Berdasarkan informasi sementara yang didapati pihaknya menyebutkan, mobil jenis Gran Max tersebut melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.
Kendaraan itu sempat akan mendahului Avanza di depannya. Namun saat ambil jalur kiri tidak mengetahui ada fuso yang berada di bahu jalan. Mobil itu pun akhirnya nyenggol bagian belakang sebelah kanan fuso sebelum akhirnya oleng terpental ke arah kanan dan langsung hangus terbakar. Meski begitu, pihaknya masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut.
Pihaknya mengaku, baru sebatas mengindentifikasi jumlah korban laka lantas dijalur tol Cipali ini. Namun sementara lima di antaranya mengalami luka kritis dan dilarikan ke RS Mitra Plumbon. Proses evakuasi jenazah korban cukup membutuhkan waktu lama. Selain kondisi jenazah tergencet di dalam mobil, juga hangus terbakar. Sehingga pihaknya harus memotong sejumlah bodi mobil terlebih dahulu untuk kemudian mengangkut para korban.
Dari pantauan Radar, proses evakuasi tersebut hingga pukul 19.00 WIB karena salah satu korban yang berada di bagian depan sebelah kiri, sangat sulit dikeluarkan dari badan mobil. Para petugas juga terlihat hati-hati dalam mengevakuasi seluruh korban yang kondisinya sudah tidak dikenali itu.
Kondisi arus lalu lintas di tol pun terpantau padat merayap karena sejumlah pengendara yang melintas sesekali mengurangi kecepatan saat proses evakuasi itu berlangsung. Para warga setempat baik masyarakat yang bermukim didekat jalur tol pun terlihat ingin menyaksikan proses evakuasi. Belum lagi ditambah padatnya masyarakat karena bertepatan dengan momen ngabuburit warga. (ono/hen)













