banner

Gerhana dari Belitung

darikita 8 Maret 2016
GUSLAN GUMILANG/JAWA POS PEMBURU GERHANA: Para turis dari berbagai negara berdatangan tampak memenuhi Bandara Sis Al-Jufri Palu Sulawesi tengah kemarin (7/3). Diperkirakan hari ini adalah puncak kunjungan
vertical banner

darikita.com, PENYAMBUTAN wisatawan pemburu gerhana matahari total (GMT) di Belitung mulai berdenyut kemarin (7/8). Aneka baliho dan umbul-umbul mewarnai perjalanan dari bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan sampai di pusat Kabupaten Belitung.
Lurah Parit, Kecamatan Tanjung Pandan Budi Swasta Katimin mengatakan di wilayahnya ada tiga hotel dan sejumlah penginapan. ”Saya sudah ketemu pemilik hotel. Katanya sudah full booking,” tutur lurah berusia 30 tahun itu. Hotel yang masuk wilayahnya adalah Graha Tika, Golden Tulip, dan Biliton.
Budi mengatakan aneka pertunjukan menyambut GMT dipusatkan di pantai Tanjung Kelayang. Aneka seni pertunjukan tari dan musik khas Melayu, sudah disiapkan pemkab Belitung untuk menjamu tamu. Satu hal yang mengganjal Budi adalah urusan cuaca. Saat tengah hari, cuaca Belitung sangat terik. Tapi di pagi hari cenderung mendung dan berpotensi hujan.
Geliat kota Laskar Pelangi menyambut GMT juga terlihat mulai banyaknya rombongan travel. Di antaranya adalah biro perjalanan Dwidayatour yang berbasis di Jakarta.
Public Relation and Strategic Partnership Dwidayatour Yulia Rachmawati mengatakan jumlah peserta trip GMT di Belitung ada 30 orang. Dengan perincian 22 orang peserta umum dan delapan sisanya peserta media trip. Wisatawan tujuan Belitung diangkut dengan Citilink.
”Yang terbanyak adalah tamu untuk melihat GMT di Ternate,” kata Yulia. Di ibukota provinsi Maluku Utara itu, ada delapan orang wisatawab lokal dan 175 wisatawan mancanegara. Perinciannya 60 persennya berasal dari Jepang dan sisanya 40 persen dari Tiongkok.
Yulia menceritakan promosi wisata melihat GMT sudah dilakukan perusahaannya sejak akhir 2015. Dia mengaku sempat kesulitan mencari hotel untuk pelanggannya. Sebab banyak wisatawan lain yang mulai memesan hotel berbulan-bulan sebelumnya. Dengan aneka paket pelesir yang disiapkan, Yulia berharap wisatawan bisa menikmati Indonesia. Untuk paket wisata di Belitung berdurasi 3 hari 2 malam. Sedangkan di Ternate 4 hari 3 malam.
Salah satu hotel yang mulai terasa geliat menyambut GMT ada di Hotel Grand Orion. Petugas penerima tahu Grand Orian Devi Sari mengatakan, untuk kamar 8 Maret sudah penuh. Di tempatnya ada sekurangnya 50 kamar. Selain itu di hotel ini juga menjual kacamata khusus melihat gerhana seharga Rp 80.000 per unit.
Salah satu wisatawan mancanegara yang kemarin sudah berada di hotel adalah Ronald Walter. Pria 50 tahun itu berkembangsaan Jerman. Bersama istrinya Ida (WNI), dia menginap di Hotel Grand Orion untuk berburu GMT.
Ronald menceritakan sudah tidak sabar mengamati GMT besok pagi. ”Ini pengalaman pertama selama hidup saya,” katanya. Beberapa tahun lalu dia sempat mengamati gerhana di kampung halamannya, Jerman, tetapi hanya gerhana matahari sebagian (parsial).
Ronald mengaku sehari-hari bekerja di bidang teknologi informasi. Namun dia begitu menyukai fenomena astronomi, khususnya gerhana. Untuk bisa mengamati GMT di Belitung, dia menyediakan anggaran sekitar Rp 15 juta untuk dua orang. ”Saya berangkat dari Bali. Lumayan mahal juga untuk sekedar tinggal empat hari di Belitung,” katanya lantas tertawa.
Dengan cost yang lumayan besar itu, dia berharap besok pagi cuaca cerah. Hatinya agak cemas ketika kemarin sore menonton tayangan prakiraan cuaca di televisi. Disiarkan bahwa Rabu pagi langit belitung diperkirakan mendung bahkan berpotensi hujan. (wan/rie)

Untuk Anda
Terbaru