banner

Gubernur Promosikan Cirebon dalam Sosialisasi PON XIX

darikita 28 Desember 2015
ISTIMEWA PELEPASAN: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengibarkan bendera saat melepas peserta jalan sehat dalam rangka Dies Natalis ke-53 Unswagati Cirebon. Gubernur juga secara resmi menghitung mundur 222 PON XIX/2016 dan sosialisasi Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV/2016 kemarin (27/12).
vertical banner

darikita.com, Kota Cirebon ditunjuk Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebagai tempat pelaksanaan beberapa cabang Olah raga pada penyelenggaran Pekan Olah raga Nasional (PON) ke XIX.

Ahmad Heryawan berpendapat, ditetapkannya Kota Cirebon sebagai salah satu penyelenggaran beberapa cabor pada PON XIX karena kota yang berjuluk kota udang ini memiliki berbagai fasilitas penunjang yang memadai.

“Setelah ditetapkannya Kota Cirebon menjadi kawasan metropolitan baru di Jabar beberapa akses masuk ke kota telah menjadi mudah dengan adanya Tol Cipali,” jelas Heryawan ketika ditemui pada Sosialisasi PONXIX/2016 dan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV/2016 di Cirebon, kemarin (27/12).

Selain itu momentum PON ini juga menjadi tonggak bagi kemajuan olah raga dan masyarakat Kota Cirebon. Sehingga harapannya dapat juga memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pria yang disapa Aher ini menuturkan, ditetapkannya Cirebon sebagai penyelenggara beberapa Cabor juga harus bisa dimanfaatkan baik itu masyarakatnya maupun pemerintah. Sebab pada pelaksanaannya nanti akan banyak orang yang datang ke Cirebon.

”Nanti akan banyak datang atlet, official, dan para supporter. Ini adalah peluang juga untuk memperkenalkan Kota Cirebon baik dari sisi pariwisata dan industri kreatifnya,” kata dia.

Acara yang digelar dalam rangka sosialisasi hitung mundur 222 PON XIX dan kegiatan jalan sehat dalam rangka Dies Natalis ke-53 Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon ini diharapkan masyarakat kota Cirebon dan pemerintah daerah dapat terus menggelorakan semangat olah raga dan menyukseskan PON XIX.

”Ini kan tinggal 222 hari lagi. Hitungan mundur ke depan tidak lagi per 100 hari. Kita juga sudah rencanakan kegiatan di luar Jawa Barat. Kita sudah melihat beberapa kemungkinan seperti di Jakarta, Sumatra dan Yogyakarta,” terangnya.

Setelah penantian panjang 55 tahun (Jawa Barat untuk pertama kali jadi tuan rumah PON pada 1961), Aher berambisi menjadikan PON dan Peparnas 2016 sebagai perhelatan paling semarak. Dengan misi Catur Sukses (sukses prestasi, administrasi, penyelenggaraan dan ekonomi kreatif) dan semboyan Jabar Ngahiji Jabar Kahiji, Aher bertekad untuk berjaya di tanah legenda.

”Kita ingin menyelanggarakan PON sebaik-baiknya dengan balutan seni tradisi dan teknologi. Pada saat yang sama kita ingin menghadirkan prestasi-prestasi terbaik,” katanya.

Sejalan dengan misi itu, Aher membuat skenario pelaksanaan PON dan Peparnas 2016 secara berbeda. Pesta olahraga terbesar di Indonesia ini biasanya berpusat di ibu kota provinsi. Namun pada perhelatan tahun depan, Aher sengaja menyebar pelaksanaan PON dan Peparnas ke-15 kota/kabupaten di Jawa Barat.

Kota Cirebon salah satu kota yang ditunjuk sebagai tuan rumah. Cabang olahraga selam untuk nomor kolam akan digelar di kota ini. Untuk persiapan venue pertandingan, Aher memberi batas waktu hingga Juni tahun depan.

“Juni 2016 venue sudah harus 100 persen siap. Pada saat itu, kami tidak mau mengurusi soal-soal fisik melainkan hanya hal-hal yang sifatnya administratif,” ungkapnya.

Wali Kota Cirebon Nasrudin Azisi berjanji, Kota Cirebon akan memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan PON dan Peparnas 2016. ” Sosialisasi kepada masyarakat terus kita lakukan. Persiapan venue juga sedang berjalan. Sudah 80 persen. Sebelum Juni tahun depan dijamin selesai 100 persen,” ungkapnya. (adv/yan/rie)

Untuk Anda
Terbaru