banner

Guru SMK di Kabupaten Bandung Over Kuota

darikita 29 Mei 2016
FAJRI ACHMAD NF/BANDUNG EKSPRES MINIM PEMINAT: Hingga saat ini jurusan pertanian untuk SMK masih kurang peminat. Padahal, tingginya tingkat pertanian di Kabupaten Bandung harus lebih diberdayakan untuk ketahanan pangan
vertical banner

darikita.com, SOREANG – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Marlan Nirsyamsu mengatakan, guru di beberapa jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bandung diakui sudah terlampau banyak.

Terutama, pada jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Sebab, kondisi demikian akibatbooming-nya penggunaan komputer di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga, perusahaan, hingga pemerintahan.

”Akhirnya, banyak orang yang berlomba-lomba menempuh pendidikan komputer untuk kemudian menjadi pengajar. Padahal dulu ada fenomena penggunaan komputer yang makin booming. Nah, sekarang output-nya banyak dan akhirnya kelebihan,” kata Marlan di Pemkab Bandung, kemarin (27/5).

Karena kelebihan guru di jurusan TKJ, lanjut Marlan, pihaknya memutuskan untuk membatasi pembukaan jurusan TKJ dan perekrutan gurunya. Selain jurusan TKJ, jurusan lain yang kelebihan guru yakni teknik mesin dan otomotif. ”Walaupun berlebih, tapi jumlahnya masih wajar,” ujarnya.

Marlan menjelaskan, cara untuk melakukan pemerataan guru yakni dengan membagi rata jumlah guru yang berlebihan di satu sekolah ke sekolah lain yang kekurangan guru. Namun, katanya, cara tersebut sulit dilakukan karena guru SMK memiliki keahlian khusus yang tidak bisa begitu saja dikirim ke sekolah lain.

”Guru SMK ini kan spesifik, punya keahlian khusus. Kalaupun berlebih, kita tidak bisa kirim ke sekolah lain karena belum tentu sekolah itu butuh keahlian guru SMK ini,” jelasnya.

Pihak Pemkab Bandung, tutur Marlan, sedang mengambil langkah tertentu dengan memperbanyak jurusan-jurusan baru di beberapa SMK. Jurusan baru tersebut akan ramai diisi murid karena tingkat kebutuhan terhadap jurusan tersebut cukup besar. Di antara jurusan yang akan diperbanyak di SMK, yakni Pertanian, Tata Boga, dan Perhotelan.

Jurusan Tata Boga misalnya, lanjut Marlan, permintaannya sudah cukup tinggi karena banyak kawula muda yang ingin menjadi koki di restoran besar dan tempat lain maupun membuka usaha kuliner. Selain itu, jurusan perhotelan juga banyak diminati karena dinilai cepat mendapat pekerjaan. ”Jurusan Tata Boga permintaannya sudah tinggi. Belum lulu saja sudah diminta (kerja). Begitupun perhotelan,” tuturnya.

Untuk Anda
Terbaru