
Kepemimpinan Ridwan Kamil dan Oded menjelang tahun kedua.
darikita.com, Menjelang 2 tahun kepemimpinan Rdiwan Kamil dan Oded M Danial sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, banyak membuat perubahan pada Kota Bandung. 16 September 2015, tepatnya. Walau begitu, Ridwan Kamil masih mengaku banyak PR yang harus segera diselesaikan.
Sedikit demi sedikit, perubahan mulai timbul. “Problem masih banyak tentunya, tapi kita lihat sudah ada perubahan. 2013 disurvei masalah utama itu jalan bolong sekarang sudah tidak ada. Artinya secara fisik jika dulu jalan bolong jadi problem nomor satu sudah hilang,” ujar Emil.
Ada pula prestasi yang berupa non insfrastruktur, atau bisa dibilang tidak terlihat secara fisiknya. “Dari KPK melaporkan tingkat korupsi di Kota Bandung sudah turun secara sistem. Walaupun masih satu dua oknum, tapi secara umum sudah turun. Maka bulan Desember, Bandung mendapat penghargaan sebagai tuan rumah hari anti korupsi internasional,” paparnya.
Dari segi pemerintahan pun, Bandung sudah mulai memberikan perubahan pada kualitas dan PNS. “Dulu rapor pelayan kita dapat nilai merah, lambat, tidak terukur. Sekarang sudah terukur, rapor SKPD sudah hijau. Secara informal Menpan menyampaikan, dulu kinerja birokrasi Pemkot Bandung buruk nilainya 50 sekarang dapat 80 dulu nilainya C sekarang dapat A. Insya Allah terbaik se-Indonesia,” lanjutnya.
Perbaikan infrastruktu seperti perbaikan ruang kota, jalan, taman trotoar dan gorong-gorong gencar dilakukan. “kita juga ada inovasi pertama di Indonesia (PIPPK) dimana RW diberi anggaran 100 juta, maksudnya agar perubahan kota bandung bisa merata dan jangan dikit2 minta ke pemkot,” ucapnya.
Walau begitu, dari segi infrastruktur Emil masih penasaran dengan proyek monorel yang belum juga terealisasikan. “Monorel yang ternyata mahal dan lama, tapi terus diperjuangkan, selama itu belum ada memang penguraian kemacetan masih terkendala,” tutunya. (Ravi/dk)













