BANDUNG – Kelurahan Cempaka memiliki cara tersendiri untuk mengikis habis kasus covid-19 yang sudah berlangsung sejak delapan bulan terkahir. Bahkan, berbagai unsur masyarakat turut berperan aktif guna menekan penyebaran kasus covid-19.
Lurah Cempaka Asep Aceng mengatakan, selain membentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di setiap RW, ribuan sembako hasil kerjasama warga Kelurahan Cempaka juga turut dibagikan kepada yang terdampak covid-19.
“Membentuk satgas Covid-19 di setiap RW. Kaitan dengan (dampak) ekonomi, RW 07 sudah membagikan kurang lebih 1.500 paket sembako selama Covid-19. Sembako ini bukan dari pemerintah, cuma untuk menutupi kekurangan dari pemerintah. Ini dilakukan dengan cara subsidi silang yang kaya membantu yang kurang,” ujarnya dalam siaran YouTube Jabar Ekspres, Minggu (22/11).
Berdasarkan data yang diperoleh dari Asep, kelurahan yang terdiri dari tujuh RW dan 38 RT ini berisi hampir 20 ribu jiwa. Sementara terdapat 900 jiwa di setiap RW yang turut merasakan dampak ekonomi di setiap RWnya.
“Ada 7 RW 38 RT, kurang lebih 19.700 jiwa. Rata-rata 900 jiwa per-RW, dampak ekonomi kurang lebih ada 30 persen. Yang ini pertama mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, kota. Yang sisanya kita upaya kolaborasi dengan para pengusaha yang ada di sekitar,” ungkapnya.
Asep menuturkan, adanya pandemi covid-19 harus menjadi pelajaran oleh masyaratak. Tak hanya itu, pandemi ini juga menutut masyarakat untuk berinovasi agar roda ekonomi terus berjalan.
“Sebetulnya dengan adanya Covid-19 diambil hikmahnya pembelajaran, ada yang dampak covid-19 ini akhirnya masyarakat berinovasi. Ada (warga) yang jualan online,” tuturnya.
Asep menambahkan, penanganan covid-19 ini juga merupakan bantuan semua pihak, berkat kebersamaan. “Tidak bisa dilakukan oleh orang perorang. Karena yang kena satu, dampaknya untuk semua orang. Untuk melaksanakan 3M saja, masker sendiri warga masyarakat terbatas, kita juga membagikan masker-masker yang juga dari bantuan. Makanya kita melakukan subsidi silang,” tambahnya.
Menurut Asep, Kelurahan Cempaka sata ini termasuk zona biru. Namun, meningkatkan kebahagiaan warganya di tengah pandemi covid-19 juga menjadi kesulitan.
Oleh karena itu, terdapat upaya-upaya lain untuk mengatasai hal tersebut.
“Dalam rangka meningkatkan kebahagiaan warga, kebetulan ada lahan yang dimanfaatkan oleh rekan-rekan Gober menjadi kangkung berkebun. Para Gober ini bukan hanya menghasilkan, tapi makan di kebun rasanya lain. Ibu-ibu RW 05 ada program Buruan Sae,” ungkapnya.
“Ada KWT, Kelompok Wanita Tani. Pembibitan sampai penjualan ada kas tersendiri. Jadi semuanya diharapkan dapat pembelajaran karena adanya. Yang terpenting bagaimana berinovasi dan berkarya tidak harus di lahan-lahan terbuka, di lahan rumah tinggal pun bisa,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua Rukun Warga 05 Kelurahan Cempaka, Atang mengungkapkan, kasus yang sempat menjadi perhatian pihaknya yakni saat ada pedagang Pasar Cimindi yang terindikasi positif covid-19.
“Waktu itu terjadi di Pasar Cimindi. Waktu itu kurang lebih ada 150 pedagang, yang reakatif 15 yang positif 4 orang. Itu pun namanya warga pedagang, sebagian ada warga Cimahi, kabupaten bandung, kebetulan warga kami 1 orang,” ungkapnya.
Adapun penanganan yang dilakukan yakni dengan cara berkoordinasi dengan puskesmas terdekat dan pemerintah guna menekan penyebaran covid-19.
“Penanganannya waktu itu ada dari pemerintah, kemudian bekerjasama dengan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang ada di wilayah tersebut. Berkoordinasi dengan Puskesmas Garuda untuk mengatasi kesehatannya. Waktu itu sekali rapid, nunggu hasil positif,” ujarnya.
Berdasarkan data sebaran pandemi covid-19 di kota Bandung di laman Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) https://covid19.bandung.go.id/ yang selalu diperbarui setiap hari, memuat informasi penambahan maupun pengurangan kasus setiap harinya.
Kota Bandung pada Minggu sore, 22 November 2020 mencatat penambahan total kasus konfirmasi covid-19 sebanyak 65, 37 konfirmasi sembuh aktif, 26 konfirmasi sembuh, dan 2 kasus konfirmasi meninggal. Jumlah total kasus terkonfirmasi di kota Bandung sejauh ini sudah mencapai angka 2.839 kasus. (ayu/yan)











