Arsenal 0 vs 2 Barcelona
Setelah peluit panjang dibunyikan Cuneyt Cakir, Rio Ferdinand langsung mengatakan bahwa peluang Arsenal telah tamat ketika ditundukkan 0-2 oleh Barcelona di Emirates Stadium dinihari kemarin (24/2).
Melihat performa Barcelona yang begitu stabil di Camp Nou musim ini, mengejar tiga gol bisa dibilang adalah misi mustahil.
Klub besutan Luis Enrique itu tak terkalahkan dalam 20 pertandingan kandang di semua ajang, dengan membukukan 19 kemenangan dan sekali seri.
Selain itu, secara performa keseluruhan, klub asal Catalan itu sedang berada di peak performance dengan memperpanjang rekor tak terkalahkannya menjadi 33 laga.
Mendekati rekor rival klasik, Real Madrid, yang pernah menorehkan 34 laga tak terkalahkan di musim 1987/1988 silam.
”Ke Camp Nou dengan kekalahan 0-1, walau mustahil, Anda masih memiliki peluang. Namun, kalah 0-2 adalah sebuah kehilangan besar,” kata Ferdinand ketika menjadi pandit di BT Sport.
Karena itu, eks bek tengah Manchester United itu menyarankan manajer Arsenal, Arsene Wenger, agar mulai fokus kepada Premier League serta Piala FA.
Menurut Ferdinand, dengan melepaskan leg kedua, mereka pun bakal memiliki cukup waktu untuk fokus memikirkan laga selanjutnya.
Apalagi, klub dengan julukan The Gunners itu bakal ditunggu agenda yang sangat padat sekitar tiga pekan mendatang.
Setelah menantang United di Old Trafford Sabtu nanti (28/2), pekan berikutnya mereka sudah ditunggu Swansea City dan Tottenham Hotspur, 2 dan 5 Maret mendatang.
Lalu, yang tak kalah mengerikan, adalah jadwal replay babak kelima Piala FA kontra Hull City. Daily Mail melansir, FA (Federasi Sepak Bola Inggris), diprediksi bakal menjadwalkan laga tersebut pada 7 Maret.
Ini artinya, Per Mertesacker dkk hanya memiliki jatah recovery dua hari! Baru setelah itu, skuad Arsenal mendapat lima hari istirahat sebelum melawan West Bromwich Albion dimatchday Premier League.
”Musim ini, liga begitu inkonsisten, terutama di papan atas. Menurutku, ini tahunnya Arsenal untuk menang liga. Karena jika tidak, tentu bakal menimbulkan pertanyaan besar,” kata pandit berusia 37 tahun tersebut.
Namun, analisis Ferdinand itu mendapat bantahan langsung dari Wenger. Pelatih berjuluk Profesor itu masih yakin pasukannya mempunyai kans untuk menggulingkan El Barca, julukan Barcelona, pada leg kedua nanti.
”Barca memang sudah memiliki 95 persen peluang ke perempat final. Namun, kami akan tetap kesana dan bermain,” kata Wenger pasca laga kepada BBC Sport.
Wenger menilik pada pertahanan rapi yang dibentuk oleh klub dengan julukan The Gunners tersebut, pada babak pertama.
Seperti biasa, ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki penguasaan bola yang jauh lebih tinggi dari Arsenal, Wenger menerapkan skema negatif dengan mengandalkan counter-attack.
Dua bek sayap Arsenal, Hector Bellerin dan Nacho Monreal, mendapat tugas khusus untuk mematikan dua dari trio MSN, Neymar dan Lionel Messi.
Hasilnya, Arsenal hanya mampu melakukan 374 passing dengan tingkat akurasi 76,1 persen. Bandingkan dengan tim tamu yang sangat superior ketika memungkasi 723 umpan, dan tingkat akurasinya 88,5 persen.
Namun, Arsenal masih mampu melakukan sembilan kali disposisi, sementara Barca satu lebih sedikit.
Strategi ini sempat membuahkan sebuah serangan balik cepat di menit ke-44. Ketika Alex Oxlade-Chamberlain melakukan serangan dari sisi kiri pertahanan Barcelona sebelum dihentikan dengan paksa oleh Javier Mascherano.
Namun, di babak kedua, pertahanan Arsenal langsung mengalami reduksi begitu hebat.
Hal ini pun mampu dimanfaatkan oleh Barcelona untuk melakukan serangan balik cepat. Hasilnya, mereka mampu mencetak gol pada menit 71 melalui kerjasama ciamik trio MSN (Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar).
Tuan rumah makin terkapar setelah Mathieu Flamini yang menggantikan Francis Coquelin di menit 82, menjatuhkan Messi di kotak penalti semenit sesudahnya.
Messi yang menjadi eksekutor pun sukses menjalankan gol kelimanya di Liga Champions musim ini.
Imbas dari lengahnya pertahanan Arsenal di babak kedua, Barcelona pun leluasa melakukan delapan tembakan dari total 15 tendangan dinihari kemarin.
”Kami masih memiliki peluang. Itu jika kami bisa terus mengulangi organisasi permainan kami seperti di babak pertama,” timpal Wenger dengan rasa frustrasi. ”Di babak kedua kami terlalu naïf karena kami mengira bisa lolos ketika menahan imbang Barcelona tanpa gol,” imbuh eks pelatih AS Monaco dan Nagoya Grampus Eight itu.
Terpisah, Messi mengaku begitu senang dengan dua gol serta kemenangan yang mereka peroleh kemarin.
Apalagi, lanjut striker berjuluk La Pulga itu, dua gol tersebut dicetak di gawang Petr Cech, yang belum pernah dijebolnya pada enam laga Liga Champions sebelumnya.
”Babak pertama sangat sulit karena mereka sangat kuat. Namun, kami tahu, mereka bakal tidak seketat itu di babak kedua,’ kata Messi seperti dilansir situs resmi UEFA. ”Ini adalah hasil away yang bagus. Namun, kami tidak bisa terlalu gtembira. Sebab, masih ada legkedua,” imbuh kapten timnas Argentina itu. (apu/vil)












