banner

Pengurus ICMI Muda Jabar Fokus di Literasi Media

admin darikita 26 Februari 2018
LANTIK KEPENGURUSAN: Ketua Presidium ICMI Muda Pusat Ahmad Zakiyuddin (kiri) menyerahkan bendera kepada Ketua Umum ICMI Muda Jawa Barat Cucu Sukmana (kanan) pada pelantikan pengurus ICMI Muda Jawa Barat di Gedung Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa, Kota Bandung, kemarin (25/2).
vertical banner

Bandung – Sebagai organisasi yang mewadahi cendikiawan muslim, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda dipandang harus mampu menghimpun dan menggerakkan potensi dalam mewujudkan tata kehidupan masyarakat madani yang damai, adil dan sejahtera. Untuk mewujudkan hal itu, bisa ditempuh dengan meningkatkan mutu keimanan dan ketaqwaan, pemahaman, serta pengamalan ajaran Islam.

Hal tersebut disampaikan, Ketua Presidium ICMI Muda Pusat  Ahmad Zakiyuddin dalam pelantikan kepengurusan Majelis Pimpinan Wilayah ICMI Muda Jawa Barat di Aula Balai Bahasa Jawa Barat, Jalan Sumbawa, Kota Bandung, kemarin (25/2).

Ahmad menuturkan, selama ini banyak program-program yang telah ICMI Muda lakukan dan dinilai sebagai bentuk kontribusi terhadap masyarakat. Tentunya, hal tersebut mengacu pada ruang lingkup gerakan ICMI Muda yaitu, Dakwah Sosial, Pemikiran dan Kebudayaan, Kaderisasi serta Pemberdayaan Masyarakat.

”Yang kita lakukan diantaranya program pemberdayaan pesantren melalui pelatihan agribisnis dan agroindustri, itu sudah kita lakukan di pesantren-pesantren di Jawa Barat dan Kalimantan,” papar Ahmad usai prosesi pelantikan kepengurusan ICMI Muda Jawa Barat.

Menurutnya, ICMI Muda juga memiliki beberapa program lain yang dinilai mampu menggali potensi masyarakat. Di Sumatera Selatan, saat ini ICMI Muda juga tengah menyiapkan rumah tahfiz untuk mengakomodir masyarakat yang memiliki potensi dan minat terhadap hapalan Alquran.

”Kita ingin di setiap kecamatan ada rumah tahfiz. Sementara di Riau lebih kepada pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada anak muda,” urainya.

Sementara untuk kepengurusan ICMI Muda Jawa Barat, Ahmad mengaku menunggu terobosan apa yang akan dikeluarkan dan dinilai bisa bermanfaat bagi masyarakat. Namun, melihat kondisi politik di Jawa Barat yang kian memanas, dirinya meminta agar pengurus ICMI Muda Jawa Barat mampu menyikapi berbagai isu SARA melalui literasi media.

”Sehingga tidak terjadi benturan. Sebab, yang sebenarnya itu adalah hoax yang dilakukan oknum tertentu untuk memecah belah bangsa,” urainya lagi.

Selain pendekatan melalui literasi media, dirinya juga meminta ICMI Muda Jabar mampu melakukan pendekatan terhadap masyarakat. Sebab, Ahmad menilai jika berbicara keamanan bukan hanya sebatas territorial. Tapi, juga Sumber Daya Manusia (SDM) atau masyarakat di Jawa Barat.

”SDM mulai dari tingkat anak-anak, remaja, dewasa sampai tingkat intelektual. Ini perlu dipahamkan bagaimana kita berhubungan dengan media baru khususnya media sosial,” jelasnya.

Di tempat sama, Ketua Umum ICMI Muda Jawa Barat Cucu Sukmana mengungkapkan, pihaknya akan berupaya membangun sebuah paradigma baru, di mana dirinya menilai kondisi saat ini perlu adanya dorongan serta pemberdayaan terhadap kaum intelektual serta para cendikia di Jawa Barat.

Menurutnya, pemberdayaan serta dorongan yang dilakukan tersebut, tentunya akan memberikan warna baru terhadap pemikiran-pemikiran serta gerakan para intelektual dan cendikia muda dalam memberikan kontribusi terhadap pembangunan Jawa Barat.

”Kajian akademik atau pemikiran ini yang akan kita lakukan setiap bulan dan kita akan mediakan dan kita kuga bekerjasama dengan beberapa media karena pemikiran itu juga adanya di lingkungan cendikia,” papar Cucu.

Dikatakan Cucu, dari kajian akademik yang ke depan akan dilakukan tersebut salah satunya kajian pemberdayaan masyarakat. Sebab, yang saat ini menjadi fokus pihaknya adalah bagaimana mendorong literasi serta ekonomi masyarakat.

Cucu mencontohkan, saat ini masih banyak masyarakat yang terkendala pemodalan dan cenderung mencari modal yang instan. Untuk itu, pihaknya akan berupaya mengoptimalkan peran Dewan Keluarga Masyarakat (DKM) dalam memberi edukasi terhadap masyarakat terkait pemodalan.

Menurutnya, ICMI Jawa Barat akan mengundang serta memfasilitasi pihak DKM agar mampu bersinergi dalam mendukung program pemutusan kebiasaan masyarakat meminjam modal terhadap rentenir. ”Ini contoh yang sudah dikembangkan di salah satu daerah dan kita akan coba kembangkan di tingkat Jawa Barat. Dan sosialisasi tersebut dipaparkan dalam media massa,” urainya.

Cucu menuturkan, pemberdayaan masyarakat tersebut harus dilakukan melalui gerakan dengan menggali potensi yang ada di masyarakat untuk selanjutnya difasilitasi. Menurutnya, minat baca dan literasi menjadi program yang juga akan pihaknya dorong dengan menyediakan taman bacaan untuk masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga memiliki program pendidikan, di mana ICMI Jawa Barat akan berupaya mendorong beberapa pihak terkait untuk menfasilitasi beasiswa, mengurangi angka putus sekolah serta mendorong lulusan SLTA agar mampu masuk perguruan tinggi.

”Ini adalah gerakan yang harus kita lakukan dalam pemberdayaan di masyarakat, jangan sampai ruang potensi masyarakat kita tutup atau tidak diberikan akses,” tandasnya. (mg1/rie)

Untuk Anda
Terbaru