banner

Ramadan, Beras dan Migor Harus Lebih Murah

darikita 28 April 2016
MEMANTAU. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memantau kondisi sapi di UPTD Balai Pengembangan dan Pembibitan Ternak Sapi Potong Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis kemarin. Foto: Iman SR / Radar Tasikmalaya
vertical banner

darikita.com, JAKARTA – Awal Ramadan masih sebulan lebih. Namun, pemerintah jauh-jauh hari mengantisipasi tren kenaikan harga yang biasanya mengiringi datangnya bulan puasa. Bahkan, harga-harga yang ada saat ini bisa ditekan lebih murah lagi. Pemerintah juga menargetkan nihil antrean di gerbang tol sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan arus mudik.

Kemarin (26/4) Presiden Joko Widodo mengadakan rapat terbatas (ratas) untuk membahas Ramadan dan Idul Fitri. Ada dua hal yang dibahas, yakni ketersediaan serta harga kebutuhan pokok plus BBM dan persiapan arus mudik 2016. Hadir dalam ratas tersebut, Mendag Thomas Lembong, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menhub Ignasius Jonan, dan sejumlah menteri terkait.

Jokowi meminta harga bahan pokok menjadi perhatian utama. Harga daging sapi, misalnya. Presiden meminta pada Ramadan tahun ini, harga daging sapi tidak setinggi tahun lalu atau seperti harga saat ini. ”Saya ingin harga (daging sapi, Red) itu kurang dan lebihnya di angka Rp 80 ribu,” ujarnya. Sebagai gambaran, harga daging sapi bulan ini di pasaran berkisar Rp 110-120 ribu.

Jokowi juga meminta harga beras dijaga. Terlebih, saat ini mendekati masa panen raya. Harga beras harus diupayakan bisa turun. ”Hal-hal yang sudah menjadi rutinitas kita bertahun-tahun, setiap akan Lebaran (harga) naik, tahun ini coba kita jungkir balikkan menjadi harganya turun,” lanjut mantan wali kota Solo tersebut.

Untuk sarana mudik, presiden meminta antrean di gerbang-gerbang tol dihilangkan. Di sejumlah negara, lanjut dia, saat ini tidak ada lagi gerbang tol. Sudah ada sensor yang mendeteksi kendaraan di tol yang langsung terhubung dengan akun pemiliknya di bank.Sementara itu, Seskab Pramono Anung menjelaskan, ada tiga komoditas utama yang harganya ditargetkan turun. Yakni, daging sapi, beras, dan minyak goreng (migor). ”Harganya harus lebih rendah daripada harga sekarang,” ujar Pramono setelah ratas. Khusus daging, harganya harus berkisar Rp 80 ribu atau lebih rendah.

Pramono menambahkan, presiden juga memberikan peringatan pada birokrasi yang terkait dengan kebutuhan-kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri. Ketersediaan bahan pokok dalam jumlah melimpah harus dijamin agar harga-harga bisa stabil. Semua hambatan harus dihilangkan. ”Birokrasi yang mempersulit izin-izin terkait, presiden minta untuk dicopot,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Menko Perekonomian Darmin Nasution. Dia menjelaskan, di luar tiga kebutuhan pokok utama, ada beberapa kebutuhan lain yang juga diawasi pemerintah. Yakni, bawang merah, bawang putih, dan semua jenis cabai. ”Harga-harga kebutuhan itu harus dijaga agar tetap stabil,” ucapnya. Apabila sampai melonjak, harus segera dicari penyebabnya agar langsung ada solusi.

Mendekati Ramadan nanti, ada rapat terbatas lagi untuk mengevaluasi capaian target yang dicanangkan kemarin. Bukan hanya soal harga, tapi juga ketersediaan energi dan transportasi. Selain itu, kesiapan infrastruktur jalan yang akan digunakan sebagai jalur mudik.

Secara terpisah, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memastikan, jajarannya akan memonitor distribusi bahan pokok lebih ketat untuk mengantisipasi adanya permainan. Kalau ada kenaikan harga, pihaknya akan menyelidiki karena biasanya pasokan berkurang. ”Pasokan berkurang itu karena ada penyimpangan atau memang stoknya terbatas. Kalau ada penyimpangan, tentu kami lidik pelakunya,” tuturnya.

Terkait dengan hambatan-hambatan selama masa mudik, Badrodin mengakui bahwa biasanya penumpukan terjadi di gerbang tol. Pihaknya kini mendorong untuk bisa mengurangi beban tersebut. ”Tadi arahannya, kalau perlu, tiketnya sudah dijual di supermarket-supermarket,” lanjutnya. Hal tersebut diharapkan bisa memangkas waktu kendaraan berhenti di gerbang tol. (byu/c7/agm/rie)

Untuk Anda
Terbaru