darikita.com, Puluhan warga Kampung Leuwi Bandung dan Kampung Cijagra, Kabupaten Bandung, melakukan kegiatan kerja bakti dengan menghanyutkan tumpukan sampah yang memenuhi Sungai Cikapundung. Sedianya, sampah di sana menyumbat Jembatan Cijagra Leuwibandung lebih dari 100 meter sampah dari Kota Bandung.
Fery Sapta, 29, salah seorang anggota Dayeuhkolot Creatif Movement (DCM) yang juga warga Kampung Babakan Leuwibandung RT 2/RW 2 Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot mengatakan, tumpukan sampah di aliran Sungai Cikapundung di jembatan tersebut lebih dari 100 meter dengan lebar sungai yakni sekitar 35 meter. Menurut dia, sampah menumpuk telah terjadi jauh sebelum banjir besar tiba dua pekan terakhir ini dan semakin parah pasca banjir besar saat ini.
”Sebenarnya gundukan sampah di sungai ini lebih dari sebulan lalu. Jadi kalau soal sampah disungai itu bukan pertama kali ini saja, tapi udah berkali-kali,” kata Fery kemarin (22/3).
Saking banyaknya sampah di aliran sungai itu, tutur Fery, diinjak dan dilalui oleh manusia pun tak tenggelam. Sampah yang 50 persen nya didominasi oleh stereofoam itu tingginya mencapai 1,5 meter. Tumpukan sampah di sepanjang sungai yang dekat pemukiman penduduk itu, menimbulkan bau tak sedap dengan kerumunan lalat hijau.
”Saya dan kawan-kawan dari DCM pernah menelusuri hingga ke Pasar Kordon Kota Bandung. Dan memang di sana kami lihat banyak warga seenaknya saja buang sampah ke Sungai Cikapundung. Yah pada akhirnya mengalir serta menumpuk di bawah jembatan Cijagra ini dan juga di Kampung Cipurut dekat Gereja Yon Zipur Dayeuhkolot di daerah kami,” tuturnya.
Fery mengungkapkan, hanya bisa menghanyutkan tumpukan sampah itu ke hilir. Cara ini ditempuh warga karena keterbatasan alat. Sebab, jika harus diangkut ke pinggir sungai memerlukan peralatan yang memadai.
”Kemarin kami kerja bakti sekitar 30 orang dari kedua kampung, ini sengaja dilakukan karena kami takut jadi penyakit. Karena memang di sepanjang bantaran sungai ini banyak pemukiman penduduk,” ungkapnya.
Fery menjelaskan, tindakan warga menghanyutkan sampah, karena penanganan dari pemerintah dinilai lamban. Padahal, jika terus dibiarkan, selain bisa menimbulkan berbagai penyakit, tumpukan sampah ini menjadi penyebab banjir yang merendam pemukiman mereka.
Di bagian lain, ratusan korban bencana banjir di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang Kabupaten Bandung mulai meninggalkan lokasi pengungsian yang tersebar di sejumlah titik. Kendati demikian, masih ada sebagian korban yang menempati tenda pengungsian dengan alasan rumah mereka tengah dibersihkan.
”Jumlah pengungsi yang masih ada di tenda-tenda sekarang tidak mencapai seribu orang. Sebab, masih dalam masa tanggap darurat mereka pun masih kami berikan bantuan makanan dan pakaian layak pakai berikut alat-alat kebersihan,” kata Kepala Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bandung Drs H Tata Irawan Subandi seusai menerima sejumlah bantuan barang dari Ketua Korpri Kabupaten Bandung Ir H Sofian Nataprawira, MP di Gedung Pramuka Baleendah, kemarin (22/3).
Tata menyebutkan, tanggap darurat bencana banjir akan berakhir Sabtu mendatang (26/3) mengingat curah hujan di daerah Bandung Selatan masih cukup tinggi. ”Dari hasil pengamatan BMKG dan Geologi curah hujan masih akan terjadi hingga akhir Maret mendatang. Sehingga tanggap darurat pun diperpanjang hingga 26 Maret,” tambahnya.
Pihaknya mengakui, sejumlah bantuan sejak bencana banjir terjadi hingga kini masih terus mengalir. Sebagian besar menurut Tata, bantuan berupa pakaian, bahan makanan, alat-alat sekolah, air mineral dan sejumlah alat kebersihan lainnya. ”Tiap hari kita salurkan bantuan tersebut kesejumlah tenda pengungsian ditambah bantuan makanan siap santap,” tegasnya.
Bantuan sebagian besar datang dari instansi pemerintah, swasta dan BUMN serta sejumlah organisasi masyarakat lainnya. Ia tidak menyebutkan nilai bantuan yang telah diterima.
”Kami sulit untuk menghitungnya, karena berbentuk barang. Namun kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut peduli memberikan sebagian rejekinya untuk para korban bencana banjir,” tambahnya. (yul/gun/rie)













