banner

Tiga Pasar Terkontaminasi Formalin

darikita 26 Mei 2016
Yully s. Yulianti/bandung ekspres CEGAH LENGKET: Kasatnarkoba Polres Bandung AKP Budi Nuryanto menunjukkan mi berformalin di pabriknya di Kampung Mahmud, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kemarin (25/5)
vertical banner

Selain para pekerja, katanya, polisi juga berhasil menyita alat pembuat mi, satu ton mi basah berformalin, bahan mentah, termasuk formalin, bahan pewarnanya. ”Alat-alat pembuatan mi tersebut juga seluruhnya diamankan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pekerja pembuat mi berformalin, Yoto, 40, mengatakan, formalin tersebut ditambahkan bukan untuk mengawetkannya, melainkan untuk memudahkan pengadonan. ”Biar tidak lengket,” singkat Yoto.

Dia memerinci, memasukan memberikan dua ons formalin atau lebih sekali olah. Dengan alasan kekurangan air molase (produk sampingan dari industri pengolahan gula tebu atau gula bit yang masih mengandung gula dan asam-asam organik/Wikipedia) untuk mi, maka sebagai gantinya pabrik tersebut menggunakan pakai formalin agar biar tidak lengket. ”Kalau masih lengket suka dimarahi pembeli,” ucapnya.

Yoto mengungkapkan, pihaknya dengan terpaksa menggunakan formalin karena bahan lain yang biasa ditambahkan untuk membuat mi tersebut sulit didapat. Makanya, Yoto mengelak jika disebut menggunakan formalin untuk membuat mi lebih tahan lama.

”Saya tahu, formalin itu untuk membuat mi supaya tidak lengket saja, bukan untuk tahan lama dan kalau masalah lama atau tidaknya kami tidak tahu. Sebab, kami hanya karyawan di sini bukan yang punya pabrik ini,” pungkasnya. (yul/rie)

Untuk Anda
Terbaru