banner

TKI Penuhi Bandara

darikita 14 Juli 2015
CECEP MULYANA/BATAM POS/JP GROUP BOARDING: Memasuki H-4 menjelang Lebaran, arus mudik di Bandara Hang Nadim Batam terlihat mulai padat oleh para calon penumpang yang akan pulang kampung, kemarin (12/7). Kondisi serupa juga terlihat di Bandara Husein Sastra Negara Bandung. Hingga H-5, pintu kedatangan internasional didominasi oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang kampung.
vertical banner
CECEP MULYANA/BATAM POS/JP GROUP BOARDING: Memasuki H-4 menjelang Lebaran, arus mudik di Bandara Hang Nadim Batam terlihat mulai padat oleh para calon penumpang yang akan pulang kampung, kemarin (12/7). Kondisi serupa juga terlihat di Bandara Husein Sastra Negara Bandung. Hingga H-5, pintu kedatangan internasional didominasi oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang kampung.
CECEP MULYANA/BATAM POS/JP GROUP
BOARDING: Memasuki H-4 menjelang Lebaran, arus mudik di Bandara Hang Nadim Batam terlihat mulai padat oleh para calon penumpang yang akan pulang kampung, kemarin (12/7). Kondisi serupa juga terlihat di Bandara Husein Sastra Negara Bandung. Hingga H-5, pintu kedatangan internasional didominasi oleh para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang kampung.
Mendominasi Kedatangan Pintu Internasional

darikita.com, ANDIR – Memasuki H-4 Hari Raya Idul Fitri, Bandara Internasional Husein Sastra Negara mulai padat di pintu kedatangan internasional. Mayoritas masyarakat di pintu kedatangan merupakan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hendak mudik ke sekitaran Pulau Jawa. Puncak kedatangan tersebut terjadi pada Sabtu (11/7) lalu.

Hal tersebut dijelaskan Operation Service Manager PT Angkasa Pura II Zainun Mansyur. Dia menyebut, tahun ini di pintu kedatangan internasional, ada 1.114 orang yang datang. ’’Angka ini naik 77 persen dibandingkan tahun lalu. Yaitu masih di kisaran 629 orang,’’ ujar dia pada Bandung Ekspres di Kantor PT Angkasa Pura II, Jalan Padjadjaran, kemarin (13/7).

Para TKI tersebut diperkirakan merupakan tenaga kerja dari Kuala Lumpur, Malaysia. Sebab, kata Zainun, TKI dari kawasan Asia kerap mudik pada H-6 sampai H-3. Meski jumlah penumpang melonjak, pihak bandar sudah siap menerima kedatangan selanjutnya. Diperkirakan, kedatangan pada H-3 melebihi jumlah pada H-6. ’’Kita belum tahu lonjakannya berapa. Hanya saja, kita akan bersiap karena H-3 nanti jumlahnya akan lebih banyak,’’ kata dia.

Sementara itu, pintu keberangkatan domestik juga mengalami kenaikan yang signifikan pada H-6. Yaitu di angka 3.608 orang. Sedangkan, pada tahun 2014 hanya mencapai 2.398 orang. Kemudian, di pintu kedatangan domsetik, pihak bandara mencatat ada 864 orang pada tahun ini. Artinya, naik dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 838 orang. ’’Kalau yang domestik itu naik 50,54 persen dari jumlah tahun lalu,’’ papar dia.

Meski begitu, Zainun memang belum mengonfirmasi perkiraan lonjakan penumpang. Pasalnya, kondisi ini berbeda dari tahun lalu, mengingat adanya jadwal libur sekolah yang sudah lebih awal dan ada pula beberapa faktor lain yang membuat prediksi tidak bisa diperkirakan. Namun, Bandara Husein Sastra Negara tetap mempersiapkan angka pendatang melalui patokan jumlah tahun lalu.

’’Lonjakan akan terjadi mungkin di Rabu tanggal 15 Juli 2015, karena PNS mulai libur kan, jadi kita persiapkan dari situ saja. Soal prediksi masih harus kita update lagi,’’ kata dia.

Persiapan dari segi alat transportasi pun sudah dilakukan PT Angkasa Pura II. Yakni, tambahan beberapa maskapai penerbangan dan empat pesawat. Termasuk, peningkatan pelayanan public service dengan mendirikan pos-pos pengamanan. Pos ini akan mempermudah penumpang bila ingin memesan tiket secara online. Atau membantu penumpang bila ada barang yang ketinggalan di dalam Bandara.

’’Kita tentu sudah mempersiapkan diri dengan moda angkutan udara kita di Bandung. Ada beberapa yang memang sudah kita bentuk posko, berupa kelompok kerja untuk monitoring angkutan Lebaran,’’ kata dia.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan di 35 bandara di Indonesia. Jumlah penumpang naik hingga 14,73 persen dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, tahun ini sebanyak 208.614 orang menggunakan angkutan udara, sementara di tahun lalu hanya sebanyak 181.830 orang.

Adapun bandara yang dipantau tersebut di antaranya Soekarno Hatta Jakarta, Kualanamu Medan, Ngurah Rai – Denpasar, Juanda – Surabaya, Sultan Hasanuddin – Makassar, Sepinggan – Balikpapan, Adi Sutjipto – Jogjakarta, Adi Sumarmo – Solo, Ahmad Yani – Semarang, hingga bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Sementara itu, untuk penerbangan ke luar negeri, dari tujuh bandara yang dipantau, enam bandara. Yakni, Soetta, Kualanamu, Ngurah Rai, Juanda, Sultan Hasanuddin, Adi Sutjipto, dan Husein Sastra Negara. Semuanya telah mengirimkan laporan.

Beberapa yang menjadi catatan posko pemantauan adalah adanya penutupan beberapa bandara terkait aktivitas gunung Raung, yakni penutupan bandara Ngurah Rai Denpasar. Selain itu juga penutupan bandara Blimbingsari, Banyuwangi. (fie/bbs/tam)

Untuk Anda
Terbaru