banner

Kembali dari Kematian Bukan Hanya untuk Zombie, Windows Phone Juga Alami Hal Ini!

darikita 23 Maret 2018
vertical banner

Windows Phone merupakan salah satu produk ponsel yang dahulu sempat ikut menyemarakkan dunia perkembangan gadget di Indonesia. Sayangnya kemunculannya memang tidak tepat. Tidak tepat karena Microsoft menawarkan sebuah ponsel dengan software yang cukup sulit untuk digunakan dan jika dibandingkan dengan lawannya yang sudah cukup lama bertengger yaitu Android, ponsel ini kalah telak di sisi fleksibilitasnya.

Bukan hanya itu, ponsel keluaran Microsoft yang di labeli dengan judul Lumia ini sering muncul di pasaran dengan harga yang cukup fantastis sehingga membuat orang berpikir ulang untuk membelinya. Hal inilah yang menyebabkan keberadaan ponsel dengan basis windows phone ini cukup sulit untuk mendapatkan sambutan dari konsumennya. Akhirnya ponsel ini makin lama makin sedikit penggunaanya dan akhirnya benar-benar dinyatakan “mati”  secara resmi pada bulan oktober tahun yang lalu.

“Kematian” Windows Phone

Meskipun berasal dari sebuah perusahaan yang besar. Tidak semua produk tetap dapat bertahan di pasaran. Salah satu contohnya adalah Smartphone dengan basis windows ini. Meskipun Microsoft adalah sebuah perusahaan yang besar dan memiliki banyak aset dan juga sponsor untuk mendanai perusahaannya, tapi karena kegagalannya memikat hati konsumen membuatnya menjadi salah satu produk gagal yang dikeluarkan oleh Microsoft. Hal inilah yang menyebabkan ponsel dari Microsoft ini kemudian dinyatakan “Mati”.

“Kematian” dari sistem operasi dan juga ponsel yang memiliki sistem operasi tersebut tentunya memiliki banyak efek pada konsumennya. Mungkin ada yang tidak peduli, tapi pastinya juga ada yang kecewa dengan keputusan ini. Sistem operasi dan juga ponsel dari Microsoft ini disebut mati karena perusahaan sudah tidak mau melakukan investasi terhadap produk yang tidak berkembang di pasar tersebut. Akhirnya tidak akan ada support untuk melakukan pembaharuan pada hardware dan juga software.

Namun akan tetap dilakukan support untuk memperbaiki bug yang muncul pada sistem operasi tersebut. Hal ini dilakukan untuk konsumen yang tetap setia dan menggunakan ponsel dengan basis windows ini. Akan tetapi hal ini tentunya tidak akan cukup untuk membuat konsumen tidak berpaling dari ponsel windows ini sehingga dengan keputusan untuk tidak melakukan support ini sudah menjelaskan bahwa cepat atau lambat ponsel dan juga sistem operasi tersebut akan hilang dan dilupakan yang kemudian disebut dengan fase “Mati”.

Salah satu yang bertanggung jawab dalam pembangunan sistem dari Windows Phone ini mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan banyak hal dan berusaha sebaik mungkin untuk membuat sistem operasi ini tetap bertahan. Ia adalah Joe Belfiore. Joe Bilfiore merupakan wakil presiden dari divisi sistem operasi ponsel dengan basis windows ini. Tepat pada bulan oktober tanggal 2 ia menyapa pengguna ponsel dengan sistem operasi buatannya itu dan mengabarkan kabar buruk yaitu bahwa ia dan timnya tidak akan melakukan pembaharuan dan penambahan fitur untuk sistem operasi window 10 ini. Akan tetapi mereka akan tetap melakukan supporting dalam perbaikan bug dan juga update untuk keamanan. Hal ini tentunya bukan merupakan hal yang menarik dan menyenangkan untuk mereka yang menggunakan ponsel ini bukan?

Minimnya support masyarakat pecinta gadget dengan ponsel yang menggunakan sistem operasi ini menyebabkan sistem operasi tersebut menyebabkan perusahaan memberhentikan investasi pada pembangunannya. Hal inilah yang menjadi titik kematian dari Windows Phone ini secara resmi. Bahkan dilansir pada salah satu media bahwa Bill Gates yang merupakan pendiri dari Microsoft ini sendiri tidak menggunakan ponsel dengan basis Windows ini untuk keperluan pribadinya. Miris bukan?

Kembali dari kematian

Kabar “matinya” Windows Phone di pasaran gadget ini memang bukan merupakan hal yang menyenangkan bagi para pengguna ponsel ini. Tapi keberadaanya juga tidak begitu diperhitungkan. Meski begitu, ada kabar yang mengatakan bahwa ponsel dan sistem operasi yang sudah mati ini kembali dari fase mati dan kembali di pasarkan. Pemasaran produk Windows Phone ini tentunya tidak dilakukan di Indonesia melainkan di Microsoft Store di US. Hal ini merupakan salah satu hal yang cukup mengagetkan.

Namun kembalinya ponsel ini ke pasar gadget tidak begitu membuat banyak orang merasa terkejut dan tertarik. Lagi-lagi kehadirannya di pasaran tidak begitu menarik karena tidak memiliki tawaran yang menggiurkan. Bahkan banyak komentar yang meragukan bahwa ponsel ini dapat berada di pasaran dalam waktu yang lama.

Kembali ke pasar, Windows Phone dengan brand Lumia ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Mulai dari 199 dolar atau sekitar 2.7 juta rupiah hingga 399 dollar atau 5.5 juta rupiah. Cukup mahal bukan? Bagaimana menurut Anda? Apakah membeli ponsel dengan basis Windows Phone cukup menarik dan menggiurkan untuk Anda? Apakah Anda akan membeli ponsel ini dan meninggalkan ponsel android Anda? Hal tersebutlah yang akan menentukan seberapa lama Windows Phone akan bertengger di Microsoft Store.

Untuk Anda
Terbaru