banner

Tidak Dihargai Hanura, Nurhasan Belot ke PPP

darikita 30 Juli 2018
LAKUKAN INTERUPSI: Anggota DPRD Nurhasan ketika masih di fraksi Hanura saat lakukan interupsi
vertical banner

CIMAHI – Kecewa dengan partainya anggota DPRD Kota Cimahi dari fraksi Hanura, Nurhasan memutuskan hengkang dan ikut maju sebagai calon legeslatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Nurhasan mengaku, kekecewaan dipicu oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura yang tidak memberikan kejelasan terkait pendaftaran dirinya sebagai Bacaleg. Sehingga, dia merasa tidak dihargai.

“Benar, saya pindah partai karena saya kecewa tidak dihargai oleh Hanura Cimahi,” ujarnya, saat dihubungi, Minggu (29/7).

Menurutnya, ketidak jelasan pencalegan dirinya pada Pileg 2019 itu, membuat dirinya memutuskan untuk berikhtiar politik di partai lain hingga akhirnya mendapat tempat di PPP.

Nurhasan menjelaskan, kejadian hengkang dirinya berawal saat ada sosialisasi pencalegan yang dilakukan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cimahi di seketariat DPC Hanura. Saat itu, dirinya sudah membawa persyaratan dokumen pendaftaran caleg dan bermaksud menyerahkan ke panitia penjaringan Hanura.

“Kata panitia, nanti saja. Saya coba konfirmasi ke Ketua DPC P-Hanura pak Suhadi tapi tidak ada jawaban memuaskan,” jelasnya.

Dia juga sempat mempertanyakan terkait adanya informasi pergeseran dirinya dari daerah pemilihan (Dapil) sebelumnya ke dapil lain, lantaran posisinya akan digantikan oleh mantan pejabat Pemkot Cimahi.

“Infonya begitu (bakal digantikan oleh mantan pejabat Pemkot Cimahi) yang katanya berpotensi lebih bagus. Saya konfirmasi, ketua tidak bisa menjelaskan,” imbuhnya.

Seharusnya, lanjut Nurhasan, manajemen partai menargetkan memperoleh suara sebanyak mungkin untuk kursi di DPRD Kota Cimahi. Sehingga jika pimpinanannya pintar, maka akan menempatkan orang yang berpotensi meningkatkan suaranya.

“Saya sudah petahana sebagai dewan tiga periode, mestinya tidak digeser,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya mencari peluang untuk mencalonkan sebagai anggota legislatif lewat parpol lain. Namun tetap dengan tidak berurusan dengan petahana anggota dewan lain agar berpeluang menang.

“Di partai baru ini (PPP), ternyata saya dihargai dan ditempatkan di dapil lama dan nomor urut 1,” ucapnya.

Terkait masa kerja di DPRD Kota Cimahi, Nurhasan mengaku, siap menerima konsekuensi. “Siap kalau harus pergantian antar waktu (PAW) asal sesuai aturan,” katanya.

Dan jika proses pencalegan dianggap belum memenuhi syarat dalam berkas administrasi oleh pihak KPU, maka pihaknya, siap menyelesaikannya.

“Soal berkas administrasi akan diselesaikan ke KPU. Saya mengajukan surat mundur ke DPP Hanura langsung, kalau harus ada surat ke DPC Hanura Cimahi saya akan buat. Sekarang masih dalam proses surat keterangan proses pengunduran diri,” ujarnya.
Beberapa kali berusaha dikonfirmasi, jajaran pimpinan DPC-Hanura tidak memberikan respon. Termasuk saat didatangi ke kantor DPC Hanura Cimahi di Jalan Sisingamangaraja-Pojok Kota Cimahi juga tidak ada di tempat.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Cimahi Agus Solihin membenarkan kepindahan Nurhasan dari Partai Hanura dan masuk ke PPP. Bahkan Asol mengaku selain Nurhasan anggota DPRD dari Hanura lainnya juga ikut masuk dan mendaftar bacaleg lewat PPP.

“Betul. Nurhasan dan Neng Cucu ikut nyaleg bersama PPP. Secara aturan PKPU 2018 harus ada surat pengunduran dari partai sebelumnya dan sudah ada,” ujarnya.

Agus mengaku, PPP menerima mereka karena dalam penjaringan bacaleg pihaknya turut mengakomodir calon legislatif eksternal disamping internal kader.

“Mereka ingin meng’hijau’kan Kota Cimahi di Pileg 2019. Terbukti pada pemilu sebelumnya mereka teruji punya konstituen dan basis massa yang tetap. Apa salahnya kalau kami terima,” singkatnya. (ziz/yan).

Untuk Anda
Terbaru