banner

Kemukakan Hasil Studi Banding ke Publik

darikita 10 September 2018
BERIKAN PENJELASAN: Pihak Dinas daerah setempat berikan penjelasan kepada para anggota dewan ketika melaksanakan Kunker ke luar kota.
vertical banner

SOREANG – Dalam melakukan kunjungan kerja atau studi banding DPRD Kabupaten Bandung selalu mengajak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau dinas terkait ke berbagai kota. Hal ini, dilakukan agar dinas tersebut melihat langsung berbagai kemajuan yang ditemui dan bisa diterapkan di Kabupaten Bandung.

” Jadi bukan hanya kami yang menerima informasi. Tapi dinas sendiri ikut dan tahu bagaimana proses sampai hasilnya, sehingga bisa diterapkan disini,” ujar Wakil pimpinan DPRD Kabupaten Bandung Yayat Hidayat ketika ditemui belum lama ini.

Hapus Stigma Negatif Kunker Dewan-
MELEPAS LELAH: Para anggota dewan rehat sejenak setalah
melakukan perjalanan jauh dalam rangka kunker ke daerah.

Dia mengatakan, salah satu hasil studi banding yang kini sudah terasa manfaatnya oleh masyarakat, seperti jalan mantap yang sebelumnya baru di angka 85 persen, saat ini meningkat jadi 90 persen. Kemudian peningkatan pelayanan perizinan dan pajak.

’’Alhamdulillah sudah terlihat. Lalu PBB juga, meski belum signifikan. Ini salah satu bukti dari studi banding yang bisa diterapkan disini,” kata dia.

Dia mengatakan, beberapa hasil dari kunjungan kerja yang dilakukan Komisi B adalah, terkait di bidang pertanian dengan studi banding ke provinsi Bali.

“Kenapa disana pertanian maju, karena sudah ada yang namanya subak. Ini satu aturan pertanian dimana lebih kuat aturannya yang dibuat secara adat. Kenapa tidak di Kabupaten Bandung dilakukan, bukan berarti kita mengadopsi harus jadi subak, tapi aturannya dipakai,” ujarnya.

UNTUK PEMBANGUNAN: Para anggota dewan sedang
melaksanakan dengar pendapat ketika kunjungan kerja ke daerah.

Sementara itu Wakil Pimpinan DPRD lainnya Jajab Rohana mengatakan, kunjungan kerja DPRD ke berbagai daerah merupakan kebutuhan dengan tujuan mencari aturan atau sistem yang sudah diterapkan didaerah lain.

Menurutnya, dengan adanya kunjungan pihaknya bersama dinas bisa mendapat informasi lebih detail. Sehingga, bisa menjadi bahan untuk dibuat aturan serupa atau sistem yang sama.

Salah satu contoh kunjungan DPRD Kabupaten Bandung ke Pontianak, beberapa waktu lalu, dalam rangka mendorong Perda terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Sebab, di Pontianak Perda ini sudah dilaksanakan.

“Ini salah satu hasil dari studi banding di Pontianak oleh Komisi D terkait KTR. Dari studi banding itu, akhirnya di Kabupaten Bandung setelah dilakukan sosialisasi, Insya Allah tahun ini KTR akan diberlakukan,” ujar Jajang.

Jajang mengatakan, hasil lainnya yang didapatkan dari studi banding bisa terasa manfaatnya oleh masyarakat, yakni peningkatan penanganan kebencanaan.

“Sebelum Kabupaten Bandung menjadi yang terbaik di bidang penanganan kebencanaan, kami sebelumnya mengunjungi daerah yang potensi bencananya lebih banyak. Dari situ kami serap ilmunya dan mendorong OPD-nya agar menerapkan. Alhamdulillah, hasilnya bagus,” katanya.

Ditempat sama Ketua Komisi A, Cecep Suhendar mengatakan,
Studi banding ini bagian dari program dalam rangka melengkapi peningkatan kapasitas anggota DPRD, untuk mengambil langkah dan lebih meningkatkan kinerja serta program di daerah setelah melihat kemajuan di wilayah yang dikunjungi.

Salah satu contohnya kata Cecep, seperti studi banding yang pernah dilakukan ke Kabupaten Badung, Provinsi Bali, yang dikenal memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbaik dari sektor pariwisata.

“Artinya hasil dari kunjungan ini bisa diterapkan disini, kita pun akan meningkatkan PAD. Kalau PAD meningkat, berarti pembangunan untuk masyarakat akan meningkat.
Kunjungan ini akan berbanding lurus dengan pelayanan publik yang diberikan,” ungkapnya.

Pendapat sama dikemukakan oleh Ketua Komisi C, Yayat Sumirat yang mengatakan, kunjungan kerja dilakukan dalam rangka meningkatkan pembangunan dengan cara kunjungan atau studi banding ke daerah lain yang sudah bisa menerapkan kebijakan lebih baik.

“Salah satu contoh, dari Komisi C pernah berkunjung ke Surabaya yang sudah baik dalam penataan jalan dan drainase. Disana aliran sungai kecil ada di bawah jalan. Lahan sempit dieliminir, agar di bawah jalan tetap ada aliran sungai kecil. Sehingga bisa mengantisipasi terjadinya banjir cileuncang,” kata Yayat.

Hal ini menjadi menjadi terobosan agar di Kabupaten Bandung bisa diterapkan. Sehingga, masyarakat yang selalu terganggu oleh banjir cileuncang akibat buruknya saluran drainase jalan, tidak akan merasakan hal itu kembali.

“Penerapan beberapa kebijakan, seperti bagaimana prioritaskan drainase. Supaya usia jalan tersebut bisa panjang. Karena kalau sudah sering tergenang air usianya jadi pendek. Kemudian PJU untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dalam hal aktivitas pada malam hari, seperti yang ke pasar,” tutup Yayat. (adv/Rus).

Untuk Anda
Terbaru