darikita.com, KOTA BEKASI – Pembangunan Musala Ar-Royyan di lingkungan Kantor Kecamatan Pondok Melati, pengerjaannya baru mencapai sekitar 57 persen. Musala yang sumber dananya murni dari swadaya masyrakat, saat ini baru menyelesaian tahap pengerjaan pemasangan tembok sekeliling dan kusen.
Mushola yang semula rencananya dapat digunakan saat memasuki bulan suci Ramadan, namun saat ini atapnya belum terpasang. Sedangkan bulan Ramadan hanya tinggal beberapa hari lagi.
“Rencana awal pada waktu peletakan batu pertama, memang targetnya dapat digunakan memasuki bulan Ramadan. Kalau dilihat dari kondisi saat ini, rasanya awal Ramadan belum bisa digunakan. Insya Allah pertengahan Ramadan bisa digunakan,” kata salah satu panitia pembangunan musala, Ridan kepada KBE, Rabu (10/6).
Lebih lanjut, Ridan mengatakan, dana yang dibutuhkan untuk sampai selesai, diperkirakan menghabiskan sekitar Rp 350 juta. Pasalnya, sampai tahap saat ini saja, pembangunan sudah menghabiskan Rp 100 juta. Dia berharap, pegawai di lingkungan kecamatan dan kelurahan tidak bosan menyumbangkan rezekinya, untuk pembangunan musala.
“Estimasi biaya yang butuhkan sekitar Rp 350 juta, saat ini saja sudah menghabiskan Rp 100 juta lebih. Untuk pemasukan yang rutin saat ini dari pegawai kecamatan dan kelurahan di Pondok Melati. Biasanya disaat menerima gaji, mereka langsung menginfaqkan. Kalau jumlahnya terserah mereka, seikhlasnya saja,” terangnya.
Selain dari pegawai di lingkungan kecamatan, lanjut Ridan, panitia juga mencari dana kemasyarakat yang dianggap secara ekonomi sudah mapan, dengan cara memberikan proposal.
“Kami buatkan proposal, untuk masyarakat dan pengusaha, terkait pembangunan musala ini. Setiap ada sumbangan yang masuk, langsung kami umumkan lewat pemberitahuan yang kami tempel di mading. Jadi ini benar-benar transparan, berapa jumlah saldonya, berapa pemasukan dan pengeluaran, apa saja yang dibeli, termasuk berapa jumlah hutang pun ada perinciannya,” ungkapnya.
“Jadi masyarakat bisa melihatnya di mading. Alhamdulillah selama ini, proposal direspon positif,” jelas Ridan yang saat ini menjabat Kasi Kesos Kecamatan Pondok Melati.
Dia mengaku, belum ada niat untuk nengajukan proposal ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Untuk sementara ini, panitia masih mengandalkan swadaya terlebih dahulu.
“Kami masih mengandalkan swadaya masyarakat, saya lihat masih ada perusahaan dan masyarakat yang layak kami berikan proposal, namun belum kami berikan. Jadi untuk sementara ini, belum ada niat mengajukan proposal ke pemkot,” tandasnya.













