banner

Polda Jawa Barat Sebar Personel di Tiga Titik

darikita 10 Juli 2015
CEK KESIAPAN: Gubernur Jawa barat Ahmad Heryawan dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Moechgiyarto memeriksa polisi saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2015 di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin
vertical banner
CEK KESIAPAN: Gubernur Jawa barat Ahmad Heryawan dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Moechgiyarto memeriksa polisi saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2015 di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin
CEK KESIAPAN: Gubernur Jawa barat Ahmad Heryawan dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Moechgiyarto memeriksa polisi saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2015 di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin

darikita.com, COBLONG – Sebanyak 31.912 personel terdiri atas berbagai unsur seperti TNI/Polri dan pemerintah siap melakukan pengamanan arus mudik juga arus balik.

Kepala Polda Jabar Inspektur Jenderal Moechgiyarto menegaskan, sudah menyebar ribuan personel di 299 pos pengamanan (Pospam), 33 pos pelayanan, dan tiga pos utama. ”Intinya kita sudah siap amankan arus mudik dan balik Lebaran 2015. Per hari ini, personel sudah menempati posnya masing-masing,” ujar Moechgiyarto usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2015 di Lapangan Gasibu, kemarin (9/7).

Pospam, posyan, dan pos utama itu tersebar dari mulai Cikopo, Nagreg, dan Kanci. Semua disiapkan untuk pengamanan arus mudik dan balik.

Prediksi sementara, jumlah kendaraan yang melintas di wilayahnya saat arus mudik akan mengalami kenaikan 1,9 persen. ”Kenaikan itu, terlihat dari adanya kenaikan mudik sebanyak 2 persen setiap tahun dan itu kami dapatkan penilaian dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, yang memadati jalur Tengah, Utara dan Selatan,” tuturnya.

Terkait banyaknya korban di Tol Cipali, Polda Jabar menyiagakan 20 unit mobil patroli di sepanjang jalan tol tersebut. Satu unit mobil patroli berisikan empat orang personel yang terdiri dari dua orang anggota dari Unit Lalu Lintas dan dua orang dari Brimob yang dipersenjatai.

”Mobil patroli Ini dimaksudkan supaya pemudik yang menggunakan Jalan Tol Cipali itu setidak-tidaknya kalau dia melihat mobil polisi yang pakai rotator. Minimal dia akan memperlambat kecepatan kendaraannya,” tukasnya.

Menurut dia, faktor ”human error” menjadi penyebab utama banyaknya kecelakaan di jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut. Maka itu, diharapkan dengan adanya mobil patroli polisi dapat membuat pemudik menekan laju kendaraannya. ”Patroli mobil akan tergelar di sepanjang bahu jalan. Selain itu, ada rambu-rambu lalu lintas, seperti jaga jarak, kalau ngantuk istirahat, itu sudah kami buat,” urai Kapolda.

Seluruh unit mobil patroli tersebut akan mulai beroperasi sejak Jumat (10/7) pukul 00.00. Operasi Ketupat Lodaya ini akan digelar selama 16 hari atau H+7 Lebaran.

Masih Rawan Gangguan

Kapolri Jendral Pol Badrodin Haiti memimpin apel pengecekan kesiapan operasi Ketupat Jaya 2015, yang digelar di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, kemarin (9/7). Operasi Ketupat Jaya digelar mulai 10 sampai 25 Juli 2015.

Kapolri menyatakan, tingginya aktivitas masayarakat berupa arus pergerakan orang dan barang pada Lebaran. Hal itu bisa menjadi gangguan kantibmas dan kantiblancar jika tidak dikelola dengan baik. Langkah antisipasi pun dirumuskan.

”Nanti ini akan mengawal peningkatan kriminalitas, masalah kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Kita berusaha menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui upaya pengaturan dan penjagaan agar terjadi penurunan baik angka kecelakaan maupun korban,” kata Badrodin.

Menurut dia, jumlah kecelakaan mudik Lebaran memang turun 618 kasus atau 16 persen. Dari 2013 sebanyak 6.372 kasus menjadi 3.057 kasus pada 2014. Angka kecelakaan didominasi motor dan mobil penumpang.

Faktor kecekakaan kurang disiplin pengemudi. Seperti pemudik yang melebihi beban, faktor cuaca. kelayakan kendaraan ban rem dan navigasi. Jalan banyak tanjakan turunan dan kerusakan. Faktor prasarana jalan dan kurang rambu.

Apalagi predikis kemenhub kenaikan mudik 1,9 persen menjadi 20 juta pemudik dari 2014 sebanyak 19 juta. Implikasi peningkatan moda transportasi darar laut dan udara. Dalam operasi tersebut sebanyak 145.675 gabungan Polri, tni, dan instansi lainnya. ”Puncak arus mudik. H-7 dan arus balik H+7,” kata dia.

Kapolri menyebut, kemacetan saat mudik tidak bisa dihindari. Sebab jumlah kendaraan dan volume arus mudik yang meningkat. Terutama di jalur pantura. Meski sadah ada Tol Cipali, kemacetan dipresikdi beralih ke ruas lainnya. Seperti Pekalongan, Brebes, dan Tegal. ”Ini kita antisipasi agar masyarakat tidak ketemu macet seperti itu,” ujarnya.

Di jalur Pantura, polisi akan menambah kekuatan. Jalur Subang, Cirebon, Pejagan Brebes, sampai Tegal ada potensi kemacetan. Termasuk jalur selatan. Mabes polri memberi tambahan kekuatan 1.600 personel. Tiap 500 meter ada dua petugas menggunakan motor. ”Karena di Pantura banyak u turn (putaran balik) kita tutup supaya memperlancar kemacetan. Itu guna personil ditempatkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, di Tol Cipali juga dikerahkan mobil patroli lalu lintas. Anggota brimob menjaga sebagian jalan yang dianggap masyarakat masih bermasalah. ”Karena kecepatannya terlalu tinggi. Kecepatan 110 kilometer per jam. Kondisi lelah, jalan lurus, akhirnya nabrak kendaraan yang lagi parkir. Ini human error,” tandasnya.

Apakah akan dikerahkan sniper? Kapolri menyatakan, melihat ancaman dan perkembangan. ”Kalau tinggi kita tempatkan tapi kalau enggak, ya enggak kita tempatkan,” katanya.

Sementara itu, H-8 kemarin belum ada pergerakan pemudik yang cukup berarti. Dari pantauan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), untuk pergerakan pemudik kendaraan bermotor masih berkisar antara 1-2 persen dari hari-hari biasa. ”Untuk keseluruhan (mudik dengan moda lain, red) juga sama,” ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kemenhub Eddi.

Jumlah pemudik sendiri akan mulai merangkak pada Sabtu-Minggu nanti. Meski hanya sekitar 5 persen, kondisi itu akan menjadi pintu pembuka puncak arus mudik yang diperkirakan pada H-3 atau pada tanggal 14 Juli 2015 nanti.

Berdasarkan perhitungan, mereka akan mulai tumpah ke jalan usai jam pulang kerja. Jumlahnya bisa mencapai 80 persen dari hari-hari sebelumnya. Angka itu, akan disumbang paling banyak dari ibukota. ”Karena tanggal 15 Juli-nya mereka kan sudah libur. Cuti Bersama. Sehingga, dari Selasa sore sudah mulai ada pergerakan,” jelasnya.

Eddi mengaku, kondisi itu telah diperhitungkan dan dipersiapkan secara matang oleh pihaknya bersama seluruh lembaga terkait. Sehingga, tidak akan ada kepanikan yang terjadi. ”Semuanya telah disiapkan sejak jauh-jauh hari. Kami juga ada posko-posko pengawasan. Pengaturan jalan oleh Polri. Semuanya siap mengawal mudik tahun ini,” tutur mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya itu. (vil/yaz/mia/rie/hen)

Untuk Anda
Terbaru