banner

Jamin Kuota Kurban Aman

darikita 5 September 2015
istimewa JELANG IDUL ADHA: Seorang pedagang menunjukkan sapi-sapi yang siap dijual untuk keperluan kurban kemarin.
vertical banner
istimewa  JELANG IDUL ADHA: Seorang pedagang menunjukkan sapi-sapi yang siap dijual untuk keperluan kurban kemarin.
istimewa
JELANG IDUL ADHA: Seorang pedagang menunjukkan sapi-sapi yang siap dijual untuk keperluan kurban kemarin.
Sabet Juara II Kontes Ternak

darikita.com, SUBANG – Kabupaten Subang meraih juara II dalam kontes ternak di Provinsi Jawa Barat. Sapi Subang dinilai baik dengan kondisi fisik yang prima.

Kadis Peternakan Rahmat Faturrahman mengatakan, Kabupaten Subang mengikuti kontes ternak yang diikuti 26 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat. Pada acara yang diselenggarakan di Kabupaten Bandung Barat, Subang berhasil menempati peringkat kedua se-Jawa Barat. ”Alhamdulillah Kabupaten Subang menempati juara II dalam sapi potong,” katanya.

Kontes tersebut, melombakan sapi perah dan sapi potong. Tim penilai, menilai sapi potong dan perah dari Kabupaten Subang terbaik dan mendapatkan juara II. Penilaian dari segala asepk, mulai dari mata, badan, tinggi badan, bulu, gigi dan lainnya. ”Menurut juri, sapi dari Kabupaten Subang sehat dan juga dari segi fisik, sangat mumpuni. Sehingga diberikan perdeikat juara, walaupun hanya juara II,” katanya lagi.

Keberhasilan tersebut, kata dia, menjadikan motivasi bagi para peternak sapi di Kabupaten Subang. Apalagi, di Kabupaten Subang ada enam perusahaan penggemukan sapi. Seperti di Pabuaran, Jalancagak dan lainnya. Otomatis bisa menjadikan sapi di Kabupaten Subang menjadi yang terbaik dengan kualitas prima.

”Jadi, kita tidak perlu lagi melakukan impor sapi dari luar negeri. Toh, sapi lokal juga bagus dan sesuai dengan wacana, di 2016 Subang akan dijadikan pilot project penggemukan sapi di Provinsi Jawa Barat,” terangnya.

Sedangkan terkait hewan kurban, Dinas Peternakan menjamin kuota cukup untuk Idul Adha. Rahmat mengatakan, pemenuhan kuotanya sudah lebih dari cukup. Kabupaten Subang mengandalkan hewan ternaknya dari memang lokal. Pemenuhan kuota hewan kurban tersebut, belum terprediksi, karena tergantung daya beli masayarakat.

”Kita jamin untuk pemenuhan kuotanya sudah sangat cukup, tapi kan tergantung dari daya beli hewan ternak itu sendiri,” ungkapnya.

Dijelaskan Rahmat, terkait hewan ternak kambing dan domba untuk persiapan perayaan hari kurban atau Idul Adha, Dinas Peternakan dan UPTD serta RPH, sudah mendiskusikannya . Pihaknya memastikan, untuk hewan yang sedang sakit dan cacat tidak boleh dipotong.

”Jika ada hewan yang terindikasi sakit, masyarakat bisa berkonsultasi kepada dokter hewan yang ada di Dinas Peternakan, agar segera ditanggulangi dan diberikan pengobatan, terutama untuk hewan ternak yang mau diajukan sebagai hewan kurban,” jelasnya.

Mengenai tren melonjaknya harga hewan kurban yang dijual, hal tersebut sudah menjadi budaya dan mengakar. Sebab, budaya orang Indonesia yang selalu memanfaatkan momentum, jika ada hari-hari tertentu untuk mendapatkan kesempatan dan keuntungan. Meski demikian, Dinas Peternakan tidak bisa mencegah hal tersebut, karena tergantung daya beli dari masyarakat.

Sementara itu, pedagang hewan ternak warga Dangdeur Subang, Rusdi Syahid, 43, mengaku bakal menjelang hewan kurban menjelang Idul Adha. Tentunya dengan harga yang beda dari biasanya. Hal tersebut, sudah lumrah dari tahun ke tahun. ”Sudah biasa, kalau menjelang Idul Adha, banyak orang yang mencari hewan kurban. Makanya ini kesempatan bagi kita,” tuturnya.

Hal serupa diungkapkan peternak sapi dari Kecamatan Dawuan Rusli, 45, mengatakan, saat ini dirinya sedang melakukan pemupukan dan memberikan makan terhadap tiga ekor sapinya, agar memang sehat. Sebab, akan dijual pada memang saat Idul Adha tiba. ”Kesempatan juga kan. Jadi, bisa dinaikan harganya pada saat Idul Adha,” ungkapnya.(ygo/vry/rie)

Untuk Anda
Terbaru