banner

Pantang Main Boring

darikita 3 November 2015
vertical banner
Real Madrid vs Paris Saint-Germain

darikita.com, Datang ke Santiago Bernabeu sudah pasti bakal disuguhi pertandingan yang seru. Sebab dalam perjalanannya, jarang terjadi laga membosankan di homeground Real Madrid tersebut. Nah, itulah yang diharapkan bakal terjadi dalam duel episode kedua fase Grup A Liga Champions, menjamu Paris Saint-Germain (PSG), dini hari nanti.

Kecil peluangnya untuk menyaksikan pertarungan Eropa terboring seperti yang dinikmati fans PSG di Parc des Princes pada leg pertama lalu (22/10). Fakta membuktikan, sejak 7 Nopember 2005 silam, dari total 273 pertandingan kompetitif di semua ajang hanya lima di antaranya yang berakhir dengan skor kacamata.

Kali terakhir, Los Blancos bermain membosankan adalah saat Sergio Ramos dkk ditahan imbang Malaga tanpa gol pada jornada 6 La Liga, 26 September lalu. Jika dipersentase, hanya 1,8 persen laga kandang Real yang tidak mampu menciptakan sebiji gol pun dalam satu dekade terakhir.

Apalagi, matchday keempat nanti akan jadi pijakan bagi kedua klub untuk memastikan diri lolos dari fase grup. Apabila Real atau PSG menang, maka si pemenanglah yang akan melaju terlebih dahulu. Syaratnya, dalam laga lain di Grup A, Malmoe harus tumbang di kandang Shakhtar Donetsk.

Real dan PSG kini masih mengoleksi tujuh poin. Jika Malmoe tumbang, maka perolehan 10 poin Real atau PSG tidak akan bisa terkejar dengan sisa dua pertandingan fase grup ke depan. Motivasi untuk lolos lebih awal itulah yang akan menjauhkan Santiago Bernabeu dari boring game.

”Ini laga penting bagi kami untuk mengamankan step by step target mengangkat trofi di Liga Champions musim ini,” ujar penjaga gawang Real, Keylor Navas dalam wawancara kepada situs resmi UEFA. ”Makanya, perlu bagi kami untuk menyiapkan laga ini dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.

Navas menjadi satu bagian terpenting di balik kekuatan El Muro-sebutan pertahanan El Real-yang baru kebobolan empat gol dalam semua ajang musim ini. Menurutnya, Real bisa berbuat lebih banyak bukan hanya dalam urusan pertahanannya. Pun demikian untuk sisi serangan.

Pelajaran dari Paris yang terlalu banyak membuang peluang akan jadi pegangan pada laga nanti. Di leg pertama, hanya 35 persen shots Cristiano Ronaldo dkk yang melesat tepat sasaran. Statistik itu membaik di La Liga setelahnya, mulai dari lawan Celta Vigo (24/10) dengan 55,5 persen on goal, dan 54,5 persen ke gawang Las Palmas (31/10).

Kombinasi antara bertahan sempurna dan menyerang dengan ganas disebut Navas akan jadi senjata mematikan bagi Les Parisiens – julukan PSG. ”Apabila itu terjadi, maka kami bisa menyulitkan siapapun lawan kami. Kami selalu mencoba untuk lebih bagus di setiap laga,” tuturnya penjaga gawang berusia 28 tahun itu.

Sama seperti di leg pertama, lini serangan Real belum akan full team. Gareth Bale masih dalam masa pemulihan pasca cedera betis, lalu Karim Benzema juga baru sembuh dari hamstring. Marca menyebut, keduanya masih bisa dimainkan tetapi akan menjalaninya dari bangku cadangan.

Dengan hanya menyisakan Ronaldo sebagai bagian trio BBC untuk starter, maka pelatih Rafael Benitez kembali memainkan formasi 4-3-3. Di atas kertas, Ronaldo tetap di sayap kiri, lalu Isco di sayap kanan, dan Jese Roderiguez berada di posisi striker. Akan tetapi, di dalam pertandingan, Ronaldo bisa bertukar posisi dengan Jese.

Formasi seperti ini sudah kerap dimainkan Benitez begitu Bale absen. Termasuk pada leg pertama di Paris. Dalam analisanya, hanya kekurang konsentrasian anak asuhnya saja yang membuat peluang memenangi duel di Paris lalu melayang. ”Dan sekarang, saya ingin melihat yang terbaik dari tim kami,” ungkapnya dalam pre match conference, tadi malam WIB.

Pelatih yang pernah memberi gelar juara Liga Champions pada edisi 2004-2005 tersebut menilai PSG selevel dengan anak asuhnya. Selain sama-sama unbeaten di semua ajang, kedua tim ini sama-sama punya kualitas serangan dan defense terbaik di liganya masing-masing.

Apabila Real mencetak 24 gol dan kebobolan empat gol dalam 10 jornada, maka PSG sudah mencetak 26 gol dan kebobolan enam gol dari 12 journee. ”Tetapi saya harap besok (dini hari nanti, Red) mereka (PSG) tidak dalam performa terbaiknya. Meskipun demikian, kami tetap respek dengan PSG sebagai salah satu tim besar Eropa,” pujinya.

Sementara itu, pertandingan tandang kali ini disebut media-media di Prancis sebagai ujian bagi pelatih Laurent Blanc. Memang masih panjang jalan PSG untuk melanjutkan tren selalu lolos ke babak 16 Besar Liga Champions tiga musim terakhir. Andaikan kalah di Madrid, masih ada dua laga lain di Grup A yang bisa jadi pijakannya mendampingi Real.

Mulai bertandang ke Malmoe (25/11), dan terakhir menjamu Shakhtar Donestk (8/12). Di Le 10 Sport, Nasser Al Khelaifi sebagai petinggi PSG menjadikan pertandingan kali ini sebagai acuan untuk memperpanjang atau tidak durasi kontrak mantan entra neur timnas Prancis itu. Kontrak Blanc habis akhir musim ini.

Hanya, upaya Blanc untuk mengamankan kontrak baru itu sedikit terkendala. PSG tidak akan full team dalam lawatannya ke Madrid. Terutama di sektor tengah dan belakangnya, Javier Pastore dan Marquinhos. Pastore sedang tidak dalam kondisi fit kebugarannya, lalu Marquinhos dibekap cedera paha.

Satu-satunya kabar gembira bagi Blanc adalah kembalinya bek tengah David Luiz dari cedera lutut. Kembalinya Luiz akan memperkuat pertahanan PSG bersama Thiago Silva. ”Kedua tim sama-sama berpeluang menang. Kami gagal menang di Paris karena kami di bawah tekanan sebagai tuan rumah, tetapi itu akan beda ceritanya jika di luar kandang,” koarnya, sebagaimana dikutip dari situs resmi klub.

Di Liga Champions, rekor tandang PSG susah berlanjut lawan klub dari La Liga. Tahun lalu, Barcelona yang menjadi ganjalannya. Untuk kali ini, lawatan ke Madrid disebutkan Silva tidak akan sesial ke Catalan. ”Ke Madrid, kami ingin menunjukkan sepak bola ala kami, dan mengalahkan Real. Tentu saja, kami ingin lolos terlebih dahulu,” tegasnya. (ren/rie)

Untuk Anda
Terbaru