banner

Dahlan Fokus Kembangkan Kaliandra

darikita 10 November 2015
OKRI RIYANA/RADAR CIREBON PENGOLAHAN KALIANDRA: Dahlan Iskan (kiri) bersama Direktur Utama Bandung Ekspres Yanto S. Utomo (kanan) saat meninjau pabrik Kaliandra di kawasan Cikijing Majalengka, kemarin (9/11).
vertical banner

darikita.com, Dahlan Iskan fokus mengembangkan sumber energi terbarukan. Dengan menggunakan konsep biomassa, Dahlan Iskan mengembangkan Kaliandra untuk dijadikan sumber bahan bakar pengganti gas atau minyak.

Perlahan namun pasti, Dahlan fokus mengembangkan pabrik Kaliandra di berbagai wilayah Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Terbaru, Dahlan memantau perkembangan pabrik Kaliandra di kawasan Cikijing Majalengka, kemarin (9/11). Pabrik yang baru berdiri satu bulan lalu ini kini sedang memasuki tahap uji coba dan terus disempurnakan.

Dalam kunjungan tersebut, Dahlan memantau kondisi mesin dan juga berdialog dengan para pekerja. Dikatakannya dari pekan pertama diuji coba, pabrik Kaliandra Cikijing menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Bila berjalan optimal, pabrik Kaliandra Cikijing mampu menghasilkan sekitar 200 ton Kaliandra siap pakai setiap bulannya.

Usai melakukan kunjungan, Dahlan merasa yakin Pabrik Kaliandra Cikijing dalam waktu dekat ini bisa beroperasi secara maksimal. Menurut Dahlan, Kaliandra adalah salah satu sumber energi terbarukan dengan konsep biomassa. Biomassa sendiri bisa menjadi salah satu alternatif bahan bakar bagi masyarakat.

”Biomassa ini bisa dijadikan model untuk penyelesaian bahan bakar yang selama ini kita hanya bergantung dari bahan bakar fosil. Kaliandra ini praktis dan merupakan energi terbarukan,” jelasnya kemarin.

Produksi minyak di Indonesia, diakui Dahlan setiap tahun terus menurun. Sementara ketergantungan masyarakat pada energi sangat tinggi dan terus bertambah. Maka dari itu, Indonesia, jelas dia, akan sangat membutuhkan banyak energi terbarukan.

”Kalau hanya bergantung pada energi yang bersumber dari fosil kita akan memiliki masalah besar di masa depan. Maka ini (Kaliandra, Red) akan menjadi solusi untuk sumber energi masyarakat,” jelasnya.

Mantan Menteri BUMN era SBY tersebut menargetkan, Kaliandra bisa digunakan masyarakat secara nasional. Saat ini penanaman Kaliandra dilakukan di Riau, Kalimantan, Sulawesi hingga Sumbawa. Kaliandra pun bisa menjadi pilihan masyarakat. Sebab, lebih hemat dibandingkan elpiji dan bahan bakar lainnya.

”Kita juga terus lakukan penyempurnaan. Kaliandra ini lebih hemat dan juga praktis karena masyarakat bisa menanam sendiri. Semoga saja Kaliandra ini bisa bermanfaat khususnya untuk industri kecil,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Agro Jawa Dipa Ayus Dodi Kirana mengungkapkan, mesin-mesin di Pabrik Kaliandra Cikijing sudah berjalan selama sebulan. Dia tidak menampik, penyempurnaan mesin masih dilakukan. Sehingga hasil yang didapatkan bisa lebih optimal. ”Saat ini kita melakukan proses finishing sampai dengan bagaimana membuat operator lebih terbiasa,” jelasnya.

Kaliandra, kata Ayus, mampu menghasilkan api dengan suhu yang lebih tinggi dan merata dibandingkan bahan bakar gas (elpiji) atau bahan bakar minyak. Selain itu penggunaan Kaliandra bisa menghemat pengeluaran biaya bahan bakar hingga 50 persen. Mengingat, 1 kilogram Kaliandra dibanderol hanya Rp 2.500 saja.

”Untuk tungku juga kami desainkan dan kami kerjasamakan ke pengguna. Bagi yang berminat bisa kami pinjamkan atau membeli. Yang jelas Kaliandra bisa menjadi pilihan energi alternatif yang murah. Namun dengan kualitas api yang lebih maksimal,” jelasnya.

Hingga saat ini, sejumlah industri kecil seperti pabrik tahu di berbagai wilayah sudah menggunakan Kaliandra sebagai bahan bakar. Sementara itu, sebelum meninjau pabrik, Dahlan pun sempat meninjau pabrik tahu yang menggunakan bahan bakar Kaliandra di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. (kmg/rie)

Untuk Anda
Terbaru