Gantung Lagi Nasib GBLA
BPKP Belum Temukan Kerugian Negara
darikita.com, Kelangsungan nasib stadioan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA ) masih menggantung. Sebab, Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri masih perlu lakukan kajian lebih dalam.
Namun, secara tegas Kepala Bagian Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Anang Iskadar menyatakan, hasil rapat dan pemeriksaan bersama status stadion GBLA dikembalikan pada mutual check 0 persen (MC 0). ”Dalam seminggu stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), akan diserahkan kembali kepada pemiliknya Pemerintah Kota Bandung,” ucap Anang usai melakukan MC di Stadion GBLA kemarin (10/2).
Anang menjelaskan, terkait status fisik bangunan stadion dengan persoalan hukum yang membelit, saat ini masih berjalan. Saat ini dalam tahap penyidikan. Maka, proses hukum tetap dilanjutkan. ”Masalah hukum jalan terus. Itu, demi kepastian hukum,” tukas Anang.
Dalam seminggu hingga dua minggu ke depan, seru mantan Kepala BNN itu, nasib GBLA akan ditentukan. Kami (Bareskrim) bersama 12 tim ahli akan mengkaji dan menyimpulkan. ”Putusannya tunggu saja nanti,” ujar Anang.
Di tempat sama, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat Deni Suardini kepada Bandung Ekspres mengungkapkan, masalah kerugian keuangan negara terdampak mega proyek stadion GBLA saat ini masih dalam proses. Saat didesak adakah indikasi kerugian keuangan negara, Deni berkilah itu sudah masuk substansi.
Tugas pokok BPKP Jawa Barat, sahutnya, membantu penyidik dalam hal ini Bareskrim menghitung kerugian keuangan negara. ”Sesuai keahliannya di bidang audit dan akuntasi sekarang ini dalam proses,” imbuh Deni.
Sementara itu, menyoal penggunaa stadion GLBA untuk opening dan closing PON ke-XIX September mendatang, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan, sangat mengerti dan menghormati keinginan warga Bandung dan Jawa Barat secara umum: GBLA untuk opening dan closing PON.
Ketua PB PON Jawa Barat ini pun mengaku, masih menunggu tunggu secara resmi hasilmutual check 0 persen (MC 0). Sebab, kunci memanfaatkan stadion GBLA diputusan penyidik tersebut. ”Itu kita terima perbaikan GBLA secepatnya kita tuntaskan,” ucap Aher, sapaan akrab gubernur.
Aher mengaku, akan konsultasi ke KONI Pusat terkait persyaratan sarana dan prasarana pendukung. ”GBLA cocok untuk pembukaan PON,” ucapnya.
Mencermanti pemindahan pelaksanaan kegian pembukaan dan penutupan PON dari stadion Si Jalak Harupat ke GBLA, bagi dia bukan masalah. ”Meski demikian, Si Jalak Harupat tetap harus dipersiapkan,” ucapnya lagi.
Demikian halnya mengenai kebijakan kucuran anggaran perbaikan stadion dan prasarana lain di kawasan stadion Si Jalak Harupat bila kemudian jadi dipindahkan ke stadion GBLA, dalam penilaian Aher, cabang olah raga lain tetap masih gunakan stadion kebanggaan warga Kabupaten Bandung itu.
”Pokoknya kita doakan saemua berjalan lancar, untuk sukses POB dan Jabar kahiji,” harap Aher.
Menilik kondisi bangunan stadion dan kerusakan yang jadi sorotan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menilai, semua itu akibat perencanaan yang kurang baik. Salah satunya tidak melihat kontur tanah.
Menurut dia, tanah di kawasan Gedebage rawa. Harusnya sejak awal dihitung karena ini tanah rawa itu bergerak ke dalam dan ke samping. Sehingga, dapat dikatakan biang masalahnya ada pada pondasi yang terhitung pendek.
Tetapi, untuk menuntaskan persoalan stadion tersebut, tukas Emil, perlu pembahasan terlebih dulu dengan kontraktor. Ini terkait schedule pelaksanaan PON. ”Harus ada waktu leluasa untuk klarifikasi dan permohonan ke KONI,” tegas Emil.
Sebagai wali kota yang inginkan pesta terbesar di tanah air itu digelar di Kota Bandung, Emil berharap ada kepastian untuk GBLA. Untuk itu, Emil berjanji akan meminta kontaktor bekerja serius. ”Saya inginnya tiga bulan perbaikan stadion GBLA rampung. Maka, dalam waktu dekat ada rapat dulu. Perbaikan ini masuk akal dan bisa dipenuhi oleh kontaktor. Akan saya push mereka bekerja siang malam, pokoknya saya ingin selesai tiga bulan,” pungkas Emil. (edy/rie)












