BANDUNG – Kota Bandung menyandang sebagai kota percontohan layak pemuda se-Indonesia. Selain Bandung, Kota Malang dan Palu juga digadang-gadang sebagai kawasan yang bisa memfasilitasi pemuda di daerahnya.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi mengaku, mengajak sejumlah kepala daerah untuk mendukung kegiatan pemuda. Terutama didukung dalam basis anggaran.

RESMIKAN PROGRAM: Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (paling kiri) dan Wali Kota Bandun g Ridwan Kamil meresmikan program pencanangan kota layak pemuda.
”Saat ini Bandung, Kota Malang, dan Palu yang dijadikan percontohan. Nah, tahun depan, semua kota dan kabupaten harus menerapkan hal ini,” kata Imam usai kegiatan Inisiasi Kota Layak Pemuda di Gedung Merdeka, kemarin (8/11).
”Bentuknya, akan seperti pemilihan atau perebutan piala paripurna,” sambungnya.
Lantas apa yang menjadi indikator kota layak pemuda? Imam memaparkan, setiap kota/kabupaten harus memiliki regulasi aturan tentang kepemudaan, infrastruktur ruang ekspresi dan kreasi pemuda, kelembagaan komunitas pemuda, dan kemandirian pemuda. Ini untuk memacu pemuda sebagai pelopor dalam hal Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
”Dengan begitu, ini bisa memacu startup baru dari kalangan pemuda,” ungkapnya sambil menambahkan, anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga 2017 hanya mencapai Rp 3,1 triliun.
Dia menegaskan, pembinaan dan pemberdayaan pemuda harus lebih positif. Ini sesuai dengan harapan Undang-Undang Kepemudaan No 4 Tahun 2009.
”Sejauh ini, saya mengapresiasi kinerja dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil yang concernpada kepemudaaan,” ungkapnya.
Hal ini dilihat dari dialokasikannya anggaran sebesar tiga persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung per tahun. ”Anggaran tersebut setara dengan Rp 180 miliar,” ucap Imam.













