PURWAKARTA – Pengamanan hari raya natal yang ekstraketat dengan menetapkan status siaga satu bukan isapan jempol. Kemarin (26/12), Densus 88 Antiteror membekuk empat terduga jaringan teror Jamaah Anshar Daulah, Tasikmalaya. Dua terduga teroris berhasil ditangkap dan dua yang tersisa meninggal dunia karena nekat melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.
Awalnya, pukul 09.00 Densus 88 membekuk Ivan dan Rijal, dua orang terduga teroris di Jalan Ubrug, Cibinong, Jatiluhur, Purwakarta. Dari keterangan keduanya, ternyata masih ada komplotan lain yang bersembunyi di rumah terapung di Waduk Jatiluhur. ”Penangkapan pertama dua orang,” jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto kemarin.
Saat petugas mencoba untuk mengamankan pelaku, ternyata keduanya senjata tajam. Walau hanya membawa senjata tajam, keduanya tak peduli dengan tetap melawan dan mencoba melukai petugas. Akhirnya, kedua pelaku tewas di lokasi. ”Nama kedua pelaku yang tewas adalah Abu Sofi dan Abu Fais,” jelasnya.
Dalam penangkapan tersebut diamankan sejumlah barang bukti, diantaranya senjata tajam dan sejumlah dokumen. Saat ini pemeriksaan masih berlangsung terhadap pelaku teror dan analisa dilakukan pada berbagai barang bukti tersebut. ”Kami masih dalami ya,” ujarnya.
Sementara seorang sumber yang mengetahui rangkaian penangkapan di Jatiluhur menyebutkan, keempat terduga teroris itu terhubung dengan kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD) Tasikmalaya. ”Masih terkait JAD Tasikmalaya,” tuturnya.
Jaringan JAD Tasikmalaya ini beberapa waktu lalu sempat ditangkai di Kampung Curug RT 2/RW 1, Babakan, Setu Tangerang Selatan. Ada empat orang yang terduga teroris, satu bernama Adam dan tiga lainnya tewas melawan dengan melempar bom. ”Ini rangkaian penangkapan dengan jaringan yang dibekuk di Tangsel,” tutur sumber tersebut.













