
Darikita.com, SUBANG – Kementerian Pemuda dan Olah Raga menargetkan gerakan “move on project” bisa menjangkau sekitar 30 juta anak muda, atau setengah dari jumlah total anak muda di Indonesia. Pelaksanaan kegiatannya bertahap dengan menggelar berbagai even di sejumlah daerah, fokusnya memotivasi generasi muda sehingga melalui kreativitasnya bisa berkontribusi kepada negeri ini.
Hal itu dikatakan Staf khusus Kemenpora Bidang Kepemudaan, Zainul Munasichin, saat berada di Subang, Senin (1/6) lalu. Dia mengungkapkan saat ini baru tiga kegiatan di tiga daerah berbeda yang telah digelar, termasuk Subang menjadi tempat ketiga. Dua kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta dan Bandung. Kemudian akan dilanjutkan ke Nunukan, dan bertepatan dengan puncak hari sumpah pemuda di Tanjung Pinang akan disinergikan pula dengan gerakan move on project.
”Tahun ini kami menargetkan bisa dilaksanakan kegiatan serupa di sepuluh titik tersebar di berbagai daerah Indonesia. Bentuk kegiatannya berbagai kreativitas, utamanya melalui musik,” ujarnya.
Dikatakannya, pada renstra Kemenpora telah dicanangkan tahun 2019 gerakanmove on project ini bisa menjangkau 30 juta anak muda di indonesia. Berdasarkan data BPS jumlah anak muda di Indonesia itu mencapai 60 juta. Untuk bisa menjangkau semuanya, setiap bulannya harus bisa menjangkau 1 juta anak muda.
”Melalui kegiatan Move on projectditargetkan bisa menjangkau setengah jumlah anak muda. Sedangkan setengahnya lagi nantinya melalui berbagai kegiatan lainnya seperti Olah Raga. Kegiatan move on project ini melalui media musik, film dan kreativitas lainnya. Setiap kegiatan ditargetkan bisa bertemu dan menyentuh sekitar 5 ribu hingga 10 ribu anak muda,” katanya.
Dikatakanya, gerakan move on project telah di desain Menpora sebagai bagian dari terjemahan revolusi mental, istilahnya menjadi move on project supaya lebih akrab terhadap anak muda, utamanya mereka yang non okp. Sebab dari hasil dialog dengan anak muda non OKP, ternyata istilah revolusi mental terlalu berat dan banyak yang tak nyambung. Setelah melalui beberapa kali dialog, akhirnya ditemukan istilah yang lebih akrab dengan anak muda yaitu move on. ”Artinya sama, yaitu tekad untuk perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga dicanangkan move on project,” katanya.
Dengan kegiatan move on project tersebut, lanjutnya, output yang dihasilkan yaitu bisa menumbuhkan kesadaran di kalangan anak muda bahwa mereka mampu berkontribusi kepada negeri ini apabila diberi kesempatan.
”Saya optimis ini bisa memotivasi mereka, sehingga pada gilirannya mampu berkontribusi terhadap negara. Ini juga untuk menepis anggapan selama ini anak muda sering dituding dengan berbagai kegiatan negatifnya, jadi kami berupaya mendorong anak muda bisa mengeluarkan kreatifitasnya dan menunjukkan kepada publik bahwa anak muda bisa kontribusi kepada negara ini. Selama ini mereka kurang diberi kesempatan,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi saat berada di Subang mengatakan program yang digulirkan untuk memotivasi anak muda, utamanya dalam rangka mendorong potensi yang mereka miliki sehingga bisa disuguhkan secara kreatif dan berkontribusi kepada negeri ini, seperti lahirnya pengusaha muda yang mandiri. ”Apabila melihat kemampuian dan potensi anak muda negeri inii luar biasa, jadi kami optimis output bisa terwujud. Apalagi bila melihat, sejarah tak bisa kecilkan peran pemuda di negeri ini,” tambahnya. (pro/mio)













