banner

Ayo, Beri Bukti Messi!

darikita 13 Juni 2015
AJANG PEMBUKTIAN: Laga di Copa Amerikan menjadi salah satu pembuktian ketajaman Lionel Messi. Sebelumnya Messi kerap tak beruntung di piala Copa Amerika.
vertical banner
AJANG PEMBUKTIAN: Laga di Copa Amerikan menjadi salah satu pembuktian ketajaman Lionel Messi. Sebelumnya Messi kerap tak beruntung di piala Copa Amerika.
AJANG PEMBUKTIAN: Laga di Copa Amerikan menjadi salah satu pembuktian ketajaman Lionel Messi. Sebelumnya Messi kerap tak beruntung di piala Copa Amerika.

 

Argentina vs Paraguay

darikita.com, LA SERENA – Dominasi Lionel Messi bersama klubnya Barcelona sudah terbukti lewat treble winners yang terakhir memberi trofi Liga Champions sepekan silam. Tapi, Messi harus segera menghentikan euphoria treble winners-nya dan memberi bukti dirinya layak untuk mengangkat trofi juara Copa America bersama Argentina.

logo-copa-america-2015-bandung-ekspres-300x121Menghadapi Paraguay dalam laga perdana grup B di Estadio La Portada, La Serena akan menjadi pembuktian bagi La Pulga, julukan Messi. Sanggupkah Messi meneruskan rekor apiknya bersama La Blaugrana sepanjang musim ini dengan total 58 gol plus 27 assists-nya dalam laga tersebut?

Faktor histori yang harus diterjang Messi untuk mengakhiri musim 2014-2015 ini dengan trofi di level timnas, prestasi yang belum pernah dia dapatkan sepanjang berkostum biru laut timnas Argentina. Sudah pernah membela Argentina dalam dua edisi Copa America, 2007 dan 2011, Messi selalu sulit di laga awal.

Dalam debut perdana di edisi 2007 misalnya. Di balik pesta kemenangan 4-1 Tango atas Amerika Serikat, tidak ada nama Messi dalam daftar pencetak gol. Pun demikian dengan assists-nya. Malahan, Messi yang waktu itu berusia 20 tahun harus ditarik keluar pada 11 menit terakhir dan digantikan Carlos Tevez.

Tidak langsung meledak di partai awal itu juga berlanjut empat tahun kemudian di depan publik sendiri. Usai membawa Barca juara Liga Champions 2010-2011, Messi tidak bisa membawa Argentina menang di laga awal, dan tertahan 1-1 atas Bolivia. Lagi-lagi tanpa gol atau assists dari Messi. Di akhir turnamen pun dia nirgol!

Nah, pada tahun ini, Messi akan langsung diuji dalam skema 4-3-3 ala Gerardo Martiono, dan menempati posisi winger kiri untuk menopang Sergio Aguero dan Angel di Maria di posisi ujung tombak. Sekalipun faktanya, tiga laga uji coba Argentina dijalani tanpa sang kapten. Mulai lawan El Salvador (29/3), Ekuador (1/4) dan Bolivia (7/6).

Sebagaimana dikutip dari Marca, Messi sudah siap untuk tugas pertamanya dalam Copa America ini. Baik secara fisik ataupun mental. ”Dibandingkan dengan di Piala Dunia lalu saya sekarang lebih dewasa dan merasa lebih nyaman dengan diriku sendiri,” ujar Messi menggambarkan bagaimana kondisi terakhirnya.

Paraguay merupakan runners up Copa America 2011 silam. Akan tetapi, faktor itu tidak menjadi ganjalan bagi Messi dan Argentina. Pasalnya, sepanjang puasa gelarnya ini, tim Argentina sudah banyak menghadapi tim-tim kuat, baik yang level dunia ataupun level Amerika Latin.

Selain itu, Messi sudah punya pengalaman membobol gawang Paraguay. Sejak membela Argentina 2005 silam, total tiga gol pernah dia buat ke gawang Paraguay, tepatnya ketika kualifikasi Piala Dunia 2014 dalam laga home ataupun away. Satu gol di kandang sendiri (7/9/2012) dan dua lainnya di Asuncion (10/9/2013).

Itulah mengapa dia tidak menyebut Los Guaranies –julukan Paraguay— sebagai tim yang punya potensi mengganjal Argentina menuju tangga juara. ”Sekalipun semua tim punya peluang untuk menang, tapi menurut saya Argentina dan Brasil sama kuatnya. Kolombia sudah menunjukkan di Piala Dunia lalu bagaimana mereka bisa mengejutkan, Uruguay juga punya banyak pemain hebat dan Cile tuan rumah,” bebernya.

Sementara itu, Paraguay di bawah asuhan Ramon Diaz sudah belajar dari pengalaman di beberapa pertemuan sebelumnya. Termasuk bagaimana caranya meredam kekuatan skuad mahal Argentina dengan Messi-nya sebagai kreator serangan. Roque Santa Cruz, salah satu pemain Paraguay meminta rekan-rekannya tetap bermain solid.

Sekalipun, dalam kampanyenya mengulangi final 2011 lalu tidak menunjukkan bukti nyata. Setahun terakhir, hanya sekali kemenangan dibukukan Paraguay di bawah asuhan Diaz, yang notebene berkebangsaan Argentina. Sejak Juni 2014, hanya sekali Paraguay memenangi laga uji coba.

Dari sembilan uji coba, hanya laga melawan Peru, Nopember silam yang bisa diakhiri dengan kemenangan. Itu pun hanya menang 2-1 (14/11). Sementara, pada tahun ini, satu kali kalah dan dua kali seri jadi handicap Paraguay. Kalah atas Meksiko 0-1 (31/3), lalu imbang dengan Kosta Rika 0-0 (26/3) dan Honduras 2-2 (6/6).

Hanya sisi nonteknis yang disebut Santa Cruz bisa untuk meredam Messi. Itu dari dalam diri Messi sendiri. ”Kami berharap Messi masih merayakan keberhasilannya di Liga Champions, sedangkan kami akan tetap mengontrol jalannya pertandingan,” klaim striker yang pernah membela Malaga itu, sebagaimana dikutip Sport.

Di sisi lain, Diaz tidak memerintahkan kuartet pertahanannya, Marcos Caceres, Pablo Aguilar, Paulo da Silva dan Miguel Samudio untuk secara khusus mengawal Messi. ”Di saat dia (Messi, Red) menusuk, yang perlu kami lakukan hanya memperketat area di sekitar dia,” ungkapnya, dilansir dari FourFourTwo.

Diakuinya kepada Ole, Messi merupakan figur pemain yang cerdas, dan mampu bermain sama baik di sisi sayap ataupun tengah lapangan. Messi juga tahu kapan dia harus menyerang. Menurut dia, banyak tim yang kalah atas Argentina ataupun Barcelona karena terlalu fokus pada Messi.

”Sekarang, yang harus kami lakukan adalah membuat Messi merasa tidak nyaman, seperti yang pernah kami lihat dalam beberapa kesempatan. Dengan skuad yang tangguh seperti saat ini, kami bisa bergerak di segala sektor, dan kami harus melawan Argentina,” tegas pelatih berusia 55 tahun itu. (ren/rie)

Untuk Anda
Terbaru