darikita.com, Sebanyak 27 pemain timnas Italia berkumpul di markas latihan tim di Coverciano sejak dua hari lalu. Mereka bersiap menjalani laga uji coba melawan Spanyol (25/3) dan Jerman (29/3). Namun, perubahan cepat harus dilakukan oleh allenatore Italia Antonio Conte yang kehilangan tiga pemain: Andrea Barzagli (bek), Marco Veratti (gelandang), dan Ciro Immobile (striker).
Barzagli mengalami cedera otot pahanya ketika melakoni latihan perdana Senin (21/3). Tim dokter mengonfirmasi bahwa bek 34 tahun itu tidak akan bisa bermain. Karena itu, Barzagli dikirim kembali ke klubnya, Juventus, untuk menjalani pengobatan.
Cederanya Barzagli menjadi pukulan telak bagi Conte. Sebab, sebelumnya, Italia juga kehilangan Giorgio Chiellini yang absen ssejak Februari karena masalah di betis. Barzagli, Chiellini, dan Leonardo Bonucci adalah kunci utama Conte ketika menerapkan formasi 3-5-2 yang selama ini menjadi pakem andalannya. Conte pun langsung mengisi posisi Barzagli dengan memanggil bek Juventus lainnya, Daniele Rugani.
Di lini tengah, Veratti sejatinya digadang-gadang untuk menjadi starter saat Italia meladeni Spanyol di Stadion Friuli, Udine. Namun, dokter tim Italia Enrico Castellaci akhirnya memutuskan untuk memulangkan Veratti ke klubnya, Paris Saint-Germain.
”Selama ini dia selalu menggunakan pereda nyeri di tulang pubic pada pangkal pahanya. Karena itu, gerakannya menjadi terbatas,” kata Castellaci dalam situs Gianluca Di Marzio.
Tanpa Veratti, ditambah dengan masuknya Rugani, Conte bakal melakukan beberapa perubahan, terutama dari segi formasi. Selama ini formasi 3-5-2 selalu menjadi favoritallenatore 46 tahun tersebut. Baik ketika masih membesut Juventus maupun saat menangani timnas selama dua tahun ini.
Ketika menggunakan 3-5-2, Veratti dan Andrea Pirlo menjadi pilihan utama di lini tengah. Keduanya jeli membaca dan mengatur ritme permainan. Dua gelandang lainnya ditempati oleh Claudio Marchisio dan Alessandro Florenzi. Nah, ketika Veratti absen dan Pirlo tak dipanggil, Conte akan lebih menggenjot eksplosivitas lini depan dengan memasang tridentepada formasi 3-4-3.
Itu adalah formasi yang baru pertama kali digunakan oleh pelatih yang akan menangani Chelsea musim depan tersebut. Yakni, memasang Graziano Pelle sebagai striker utama dan diapit oleh Florenzi serta Stephan El Sharaawy di sektor flank.
Untuk barisan gelandang, tanpa keberadaan il metronome seperti yang selama ini menjadi peran Pirlo dan Veratti, Conte bakal memaksimalkan gelandang lugas Thiago Motta dan Giacomo Bonaventura. Keduanya disokong oleh debutan asal Napoli Jorginho dan winger Lazio Antonio Candreva.
Di lini belakang, Bonucci bakal dipasang sebagai bek tengah. Sedangkan dua posisi yang lain diisi oleh Rugani dan bek Manchester United Matteo Darmian.
Dalam konferensi pers di Coverciano, Conte menjelaskan bahwa formasi itu akan terus dievaluasi dalam setiap sesi latihan. Tidak menutup kemungkinan dia menggunakan formasi alternatif lain. ”Dua laga ini bakal menjadi tes untuk menentukan pemain yang pas bagi kebutuhan tim. Yang jelas, target pertamaku saat ini adalah mencari pemain yang mampu bermain bagus dalam beberapa posisi,” katanya seperti dilansir Football Italia.
Dari Spanyol, kubu Barcelona menginginkan Sergio Busquets agar ditarik dari tugas negara. Harian AS melaporkan, Busquets mengalami patah jari ketika menang Barca menang 4-0 atas Eibar di ajang La Liga (6/3). Meski bisa kembali bermain, namun Busquets harus selalu mengenakan gips di jari.
Nah, Barca khawatir kondisi Busquets semakin parah jika dipaksa bermain. Terlebih, klub Catalan itu akan menjalani laga penting. Yakni, el clasico melawan Real Madrid pada 2 April.
Belum ada tanggapan dari entrenador Spanyol Vicente del Bosque terkait dengan permintaan Barca. Namun, dengan peran krusial Busquets sebagai jembatan transisi permainan Spanyol, bukan tidak mungkin Del Bosque akan menolak permintaan tersebut. (apu/ca/vil)













