banner

Dorong Sentuh Asosiasi Provinsi

darikita 2 Juni 2015
vertical banner
Tim Transisi PSSI Siapkan Turnamen dan Ambil Alih Kantor PSSI

Darikita.com, JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga Kemenpora) sudah seharusnya bergerak lebih cepat memperbaiki tatanan sepak bola Indonesia, setelah PSSI mendapat sanksi dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Apalagi, kementerian pimpinan Imam Nahrawi itu telah mendapat dukungan langsung dari sang Presiden Joko Widodo.

Tokoh sepak bola nasional Ferril Raymond Hattu mengatakan, momentum sanksi dari FIFA dan singnal positif dari presiden seharusnya segera ditangkap oleh pihak Kemenpora. ’’Bola sekarang berada di tangan Kemenpora. Jangan sampai momentum ini hilang begitu saja, karena rakyat sudah menggantung banyak harapan ke mereka,’’ ujar Ferril, kemarin (31/5).

Nah, menurutnya, cara yang tepat untuk menangkap momentum tersebut adalah melakukan konsolidasi secara masif dengan semua pemilik klub dan Asosiasi Provinsi (Asprov) sepak bola di seluruh tanah air. Pertimbangannya, para klub dan Asprov tersebut adalah stake holder utama untuk memperbaiki tata kelola sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.

Memang, setelah seluruh kompetisi sepak bola di Indonesia dihentikan PSSI pada 2 Mei lalu, tidak sedikit klub yang meradang. Betapa tidak, kompetisi hanyalah satu-satunya jalan bagi klub-klub Indonesia untuk bisa bertahan hidup. ’’Dan, untuk merangkul semua klub memang bukan pekerjaan mudah. Tapi, itu yang harus dilakukan,’’ tegasnya.

Selain itu, mantan kapten timnas Indonesia ini menyebutkan bahwa, semangat tinggi Imam Nahrawi untuk memperbaiki sepak bola tanah air itu, juga harus dibarengi dengan persiapan dana yang maksimal. Terutama ketika akan memutar kembali kompetisi tanah air. ’’Jadi, semua komponen yang saat ini memiliki semangat memperbaiki sepak bola sudah seharusnya bergerak cepat,’’ tandasnya.

Di sisi lain, salah satu anggota Tim Transisi PSSI bentukan Menpora Zuhairi Misrawi mengungkapkan bahwa, mereka sudah memiliki lima rencana jangka pendek yang harus segera di eksekusi. Salah satunya adalah rencana perhelatan Piala Kemerdekaan yang akan digelar pada pertengahan Juni mendatang.

’’Kami sudah melakukan pendekatan dengan klub-klub porfesional (Liga Indonesia, Red) dan sebagian besar dari mereka telah menyatakan kesiapannya ikut dalam turnamen ini,’’ ujar Zuhairi. ’’Kami tahu bahwa klub-klub Indonesia membutuhkan banyaknya pertandingan, dan wajib bagi kami untuk menangkap semangat itu,’’ timpalnya.

Selain Piala Kemerdekaan tersebut, Tim Transisi PSSI juga sudah merencanakan Piala Panglima TNI yang rencananya akan berlangsung sebelum perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang. ’’Dua turnamen itu akan menjadi test case bagi kami sebelum menggelar kompetisi profesional untuk Liga Indonesia dan Divisi Utama,’’ timpalnya.

Selain Misrawi, Cheppy T. Wartono yang juga salah satu anggota Tim Transisi PSSI juga menyebutkan bahwa, salah satu yang paling utama yang akan mereka lakukan adalah, pengambil alihan kantor PSSI di bilangan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. ’’Karena setelah sanksi FIFA itu turun, mereka (PSSI) kan sudah tidak bisa melakukan apa-apa di sana,’’ jelasnya.

Nah, salah satu langkah untuk mempercepat pengambil alihan kantor PSSI tersebut, Cheppy menyebutkan bahwa Tim Transisi PSSI sudah bekerja sama dengan pihak Sekretariat Negara (Setneg) dan Kepolisian Republik Indonesia. Itu tidak lain karena, penggunaan kantor PSSI tersebut berada langsung di bawah kendali Setneg.

Dari internal pemain, kekecewaan akan sanksi FIFA kepada PSSI pun salah satunya keluar dari mulut Andik Vermansah, pemain Indonesia yang merumput di Malaysia Super League (MSL) bersam Selangor FA.Come back manis yang sedianya dijalani Andik saat Indonesia menjalani pertandingan Pra Piala Dunia (PPD) 2018 kontra Taiwan (11/6) mendatang terancam buyar tak berbekas.

Sebab, pasca sanksi FIFA turun, segala aktivitas sepak bola Indonesia di pentas internasional bakal mandek. ’’Lha maugimana, sanksi turun saya nggak tahu kalau Timnas apa masih tetap jalan,’’ terang penyerang sayap asal Surabaya tersebut. Padahal, sebelumnya dia cukup antusias menyambut pemanggilan namanya masuk di skuad timnas senior besutan Peter Huistra tersebut.

’’Sampai saat ini saya masih nunggu kabar berikutnya dari Jakarta,’’ kata pemain bernomor punggung tujuh itu. Pemanggilan atas dirinya ke timnas senior dianggap Andik sebagai momentum untuk ambil bagian dalam peningkatan sepak bola Imdonesia.

Di sisi lain, gelandang muda Persib Dedi Kusnandar yang juga masuk daftar nama skuad PPD 2018 menyatakan bahwa dia hanya bisa pasrah. ’’Sebenarnya ini menjadi kiprah pertama saya di timnas senior,’’ ujar kompatriot Andik di SEA Games Myanmar 2013 itu.

Isu panas soal kemelut sepakbola Indonesia ditangkap pula kalangan parlemen. Wacana penggunan hak interpelasi yang sudah muncul beberapa hari terakhir, makin deras bergulir. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di antara yang telah juga menegaskan, hak meminta keterangan pada pemerintah itu penting diajukan.

 Sebab, menurut dia, sejak awal publik tidak pernah mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh pemerintah melalui kemenpora terkait kemelut persepakbolaan. ’’Pemerintah harus jelaskan secara resmi apa yang terjadi kepada publik. Dan, penjelasan ini harus melalui penggunaan hak interpelasi DPR,’’ tegas Fahri Hamzah, di Jakarta, kemarin (31/5).

Dia menilai, keinginan memperbaiki PSSI dan sepak bola Indonesia tidak tercermin dalam sikap harian pemerintah. Bahkan, lanjut dia, yang nampak di depan publik adalah justru ketidakmengertian persoalan hingga akhirnya PSSI dibekukan.

Sejak awal, kata dia, semua orang paham kalau FIFA adalah lembaga yang serius. Sebuah federasi sepakbola dunia berumur lebih dari 111 tahun yang memiliki mekanisme yang baku. Intervensi pemerintah adalah momok dalam statuta yang dimiliki. ’’Maka, tidak ada cara lain, masalah ini harus diinvestigasi secara menyeluruh, kita tidak boleh membiarkan anomali terus melanda persepakbolaan kita,’’ tandas politikus PKS itu.

Fahri kemudian menyinggung tentang rencana besar untuk PSSI dan persepakbolaan Indonesia yang sering disampaikan pemerintah. Menurut dia, pada momen interpelasi nantilah saat yang tepat untuk menjelaskan semuanya.

’’Momentum ini juga pelajaran berharga agar pemerintah tidak lagi mengambil keputusan sembrono yang tidak saja telah dipatahkan oleh pengadilan, tetapi sekarang menjadi sanksi bagi sepakbola Indonesia,’’ pungkas Fahri. (dik/nap/dyn/hen)

Langkah Cepat Tim Transisi PSSI

– Mengambil alih kantor PSSI di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

– Menggelar Turnamen Piala Kemerdekaan pada pertengahan Juni mendatang dengan peserta dari klub-klub Liga Indonesia.

– Menggelar Turnamen Piala Panglima TNI pada pertengahan Juli sampai dengan Agustus.

– Menggelar kompetisi untuk Liga Indonesia dan Divisi Utama yang rencananya mulai digelar pada September atau Oktober.

– Menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk memiliki kepengurusan PSSI yang baru dan berintegritas pada Oktober mendatang.

Untuk Anda
Terbaru