banner

Harus Move On dari Cutrone

admin darikita 31 Januari 2018
LEONARDO BONUCCI
vertical banner

MILAN – Lazio punya kans besar menyembuhkan sakit hatinya. Setelah rekor enam laga tak kalah di Serie A di­patahkan AC Milan Senin (29/1), keduanya akan ber­sua lagi di Coppa Italia.

Dini hari nanti (1/2) di Sta­dion San Siro, Milan akan bertindak sebagai tuan rumah lebih dahulu di semifinal Coppa Italia. Rossoneri mu­sim ini punya catatan apik di San Siro pada ajang Cop­pa Italia. Dalam dua pertan­dingan, Milan meraih rekor 100 persen alias tak kalah.

Allenatore Lazio Simone Inzaghi kepada TMC Sport Radio kemarin (30/1) men­gatakan anak asuhnya ma­sih merasakan kegetiran akibat kalah 1-2 oleh Milan. Apalagi gol pembuka Milan oleh Patrick Cutrone cukup kontroversi.

“Ketika saya melihat review pertandingan sangat terasa episode menyakitkan akibat kekalahan oleh Milan Senin (29/1) lalu. Tapi kini kami siap bertanding lagi setelah menga­nalisa akibat kekalahan itu,” ucap Simone kemarin.

Pelatih berusia 41 tahun tersebut berkata memenangi Coppa Italia adalah target paling masuk akal timnya. Pemenang perburuan titel scudetto musim ini seper­tinya sangat sulit di luar Napoli dan Juventus, meski Lazio saat ini ada di posisi ketiga.

Lazio yang tahun lalu tampil sebagai finalis punya asa men­gulangi sukses tersebut musim ini. Apalagi dibanding tahun lalu, skuad Lazio tak menga­lami banyak perubahan.

Jelang leg pertama semifi­nal ini, Simone berkata penyerang andalannya Ciro Immobile sudah fit. Immo­bile yang sebetulnya sudah membaik dari cedera ham­string pada Senin (29/1) lalu memang sengaja disim­pan oleh pelatih kelahiran Piacenza itu. Tujuannya capocannoniere Serie A mu­sim ini itu ‘meledak’ di ajang Coppa Italia ini.

“Dia jauh lebih sehat saat ini, juga sudah berlatih ber­sama tim. Kita akan lihat apa yang akan bisa dilakukannya dalam pertandingan kali ini,” kata Simone.

Musim ini dari 25 kali Im­mobile bermain buat Lazio di semua ajang, hanya ada tiga kekalahan yang terjadi. Angka ketergantungan yang cukup besar itu membuat sosok pemain 27 tahun ter­sebut figur penting bagi tim.

Di kubu Milan, kapten Leo­nardo Bonucci kepada Foot­ball Italia kemarin menga­takan Milan mulai mene­mukan konfidensi dan ke­nyamanan bermain di bawah kendali Gennaro Gattuso.

Di Serie A, tim kolektor tujuh trofi Liga Champions tersebut mencetak hat-trick kemenangan. Rentetan ke­menangan sampai tiga kali ini terakhir terjadi pada Ma­ret 2017 lalu.

“Pertarungan se­lanjutnya sudah menunggu pada hari Rabu (Kamis dini hari, red.) dan saya harap San Siro akan penuh lagi. Kami menunjukkan improvi­sasi yang cukup banyak, namun kami harus men­jaga tren bagus ini dengan kerja keras dan latihan,” ujar Bonucci.

Bek berusia 30 tahun tersebut mewaspadai spirit revans tinggi oleh Lazio yang kalah oleh gol ‘hantu’ Cutrone. Meski gol itu dianggap menciderai fair­play, namun itu bagian dari bum­bu permainan.

Sementara itu, CEO Milan Marco Fassone kadung menaruh asa tinggi kepada Gattuso. Rino, sa­paan Gennaro Gattuso, telah membangkitkan optimisme Bonucci dkk musim ini.

“Rino melakukan kerjanya sebagai pelatih dengan baik. Dia memang masih butuh waktu karena dia baru bertugas November lalu. Meski belum konsisten namun kami ada di jalur untuk tetap kompetitif,” tutur Fassone kepada Sky Sports Ita­lia. (dra/ign)

Untuk Anda
Terbaru