MILAN – Lazio punya kans besar menyembuhkan sakit hatinya. Setelah rekor enam laga tak kalah di Serie A dipatahkan AC Milan Senin (29/1), keduanya akan bersua lagi di Coppa Italia.
Dini hari nanti (1/2) di Stadion San Siro, Milan akan bertindak sebagai tuan rumah lebih dahulu di semifinal Coppa Italia. Rossoneri musim ini punya catatan apik di San Siro pada ajang Coppa Italia. Dalam dua pertandingan, Milan meraih rekor 100 persen alias tak kalah.
Allenatore Lazio Simone Inzaghi kepada TMC Sport Radio kemarin (30/1) mengatakan anak asuhnya masih merasakan kegetiran akibat kalah 1-2 oleh Milan. Apalagi gol pembuka Milan oleh Patrick Cutrone cukup kontroversi.
“Ketika saya melihat review pertandingan sangat terasa episode menyakitkan akibat kekalahan oleh Milan Senin (29/1) lalu. Tapi kini kami siap bertanding lagi setelah menganalisa akibat kekalahan itu,” ucap Simone kemarin.
Pelatih berusia 41 tahun tersebut berkata memenangi Coppa Italia adalah target paling masuk akal timnya. Pemenang perburuan titel scudetto musim ini sepertinya sangat sulit di luar Napoli dan Juventus, meski Lazio saat ini ada di posisi ketiga.
Lazio yang tahun lalu tampil sebagai finalis punya asa mengulangi sukses tersebut musim ini. Apalagi dibanding tahun lalu, skuad Lazio tak mengalami banyak perubahan.
Jelang leg pertama semifinal ini, Simone berkata penyerang andalannya Ciro Immobile sudah fit. Immobile yang sebetulnya sudah membaik dari cedera hamstring pada Senin (29/1) lalu memang sengaja disimpan oleh pelatih kelahiran Piacenza itu. Tujuannya capocannoniere Serie A musim ini itu ‘meledak’ di ajang Coppa Italia ini.
“Dia jauh lebih sehat saat ini, juga sudah berlatih bersama tim. Kita akan lihat apa yang akan bisa dilakukannya dalam pertandingan kali ini,” kata Simone.
Musim ini dari 25 kali Immobile bermain buat Lazio di semua ajang, hanya ada tiga kekalahan yang terjadi. Angka ketergantungan yang cukup besar itu membuat sosok pemain 27 tahun tersebut figur penting bagi tim.
Di kubu Milan, kapten Leonardo Bonucci kepada Football Italia kemarin mengatakan Milan mulai menemukan konfidensi dan kenyamanan bermain di bawah kendali Gennaro Gattuso.
Di Serie A, tim kolektor tujuh trofi Liga Champions tersebut mencetak hat-trick kemenangan. Rentetan kemenangan sampai tiga kali ini terakhir terjadi pada Maret 2017 lalu.
“Pertarungan selanjutnya sudah menunggu pada hari Rabu (Kamis dini hari, red.) dan saya harap San Siro akan penuh lagi. Kami menunjukkan improvisasi yang cukup banyak, namun kami harus menjaga tren bagus ini dengan kerja keras dan latihan,” ujar Bonucci.
Bek berusia 30 tahun tersebut mewaspadai spirit revans tinggi oleh Lazio yang kalah oleh gol ‘hantu’ Cutrone. Meski gol itu dianggap menciderai fairplay, namun itu bagian dari bumbu permainan.
Sementara itu, CEO Milan Marco Fassone kadung menaruh asa tinggi kepada Gattuso. Rino, sapaan Gennaro Gattuso, telah membangkitkan optimisme Bonucci dkk musim ini.
“Rino melakukan kerjanya sebagai pelatih dengan baik. Dia memang masih butuh waktu karena dia baru bertugas November lalu. Meski belum konsisten namun kami ada di jalur untuk tetap kompetitif,” tutur Fassone kepada Sky Sports Italia. (dra/ign)













