darikita.com, BANDUNG – Persib Bandung akan meladeni Sriwijaya FC dalam partai perdana Torabika Soccer Championship 2016 yang akan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (30/4). Seperti diketahui, sebelum bersua di TSC, Persib sempat bersua tim asal Palembang itu pada Maret lalu dan berhasil memenangkan laga.
Sebelum itu, Persib juga sempat tiga kali bertanding melawan Sriwijaya FC. Di antaranya, dalam laga perdana dan pemungkas fase grup ISL 2014 (1-0 dan 3-2), dan final Piala Presiden 2015 (2-0).
Nah, gelandang Persib Hariono menegaskan, dirinya berharap tren kemenangan dari Laskar Wong Kito dapat bertahan hingga dalam gelaran TSC 2016. ”Kita tentu akan perjuangkan kemenangan apalagi pada laga pembuka nanti. Semoga kita dapat pertahankan tren positif,” harap Hariono, kemarin (28/4).
Hariono menjanjikan bersama teman-temannya akan bermain maksimal demi mencapai kemenangan. ”Doakan saja. Kita akan berjuang. Percaya sama doa dan kerja keras, kita akan fokus, semoga tren tetap positif,” ungkapnya.
Sementara itu, Robertino Pugliara menegaskan dirinya siap untuk ‘melayani’ striker Juan Belencoso sata menghadapi Sriwijaya FC, yang juga bakal menjadi debutnya bersama Persib. ”Saya siap main dan memberikan yang terbaik. Ini pertandingan resmi pertama saya dengan Persib,” ujar pemain asal Argentina itu di Graha Persib.
”Tentu saya ingin bawa Persib menang dan amin kalau saya bisa cetak gol. Tapi yang penting Persib menang siapapun yang cetak gol nanti,” timpalnya.
Melawan Ahmad Jufiyanto cs, Robertino tak memilah siapa pemain yang mesti diwaspadai. Sebab, bagi dia semua pemain lawan patut diwaspadai.
”Semuanya harus diwaspadai, karena di sana para pemain bagus-bagus jadi kita harus waspada. Tapi saya fokus sama tim kita, mudah-mudahan bisa dan saya optimistis menang nanti,” tuturnya.
Sementara itu, Pelatih Persib Bandung Dejan Antonic kembali menegaskan, targetnya adalah membangun tim. Artinya tak terlalu menggebu meraih kampiun pada gelaran-gelaran yang bakal dilakoni timnya dalam waktu dekat.
Persib kini memiliki beberapa pemain muda, sebut saja Gian Zola Nasrulloh, Febri Haryadi, Jujun Saepulloh dan Rudolf Yanto Basna. Memang berbeda dengan musim 2014 lalu dimana Maung Bandung banyak diperkuat pemain senior.
Memang skuad musim 2016 ini dia, adalah pondasi tim Maung Bandung agar bisa kembali berjaya, minimal satu tahun ke depan.
Dia katakan, Persib lebih saat ini lebih membutuhkan pemain-pemain muda ketimbang pemain berpengalaman.
”Saya akan bekerja seperti biasa, tapi kalau saya lihat lebih baik kita fokus ke tim dulu. Jangan sampai tim belum jadi tapi sudah ada target. Mungkin bisa setahun, kenapa enggak. Nanti kita berubah secara bertahap,” kata Dejan di Lapangan Football Plus, Cihideung, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kemarin (28/4).
Pelatih asal Serbia ini memang doyan merekrut pemain muda. Seperti saat masih membesut Persipasi Bandung Raya (PBR) musim 2014-2015 lalu.
Dia punya kiat untuk membangun motivasi pemain muda. Tentunya agar bisa bersaing dengan pemain senior. Kuncinya saling menjaga kepercayaan, dimana setiap yang dilakukan Dejan hanya untuk membangun tim.
”Relationship saya dan dia (pemain muda), saya orang baik dan jujur kalau saya bisa bantu saya bantu. Saya percaya mereka dan mereka percaya sama saya. Itu tidak bisa dibeli, karena datang dari hati,” ucapnya.
Dejan menegaskan, sekalipun pemain senior belum tentu aman untuk mendapatkan menit bermain. termasuk pemain yang baru merapat seperti Purwaka Yudhi. Bek tangguh tersebut memang tak tergantikan saat masih membela Arema Cronus, namun kini kondisinya berbeda.
”Pemain senior pasti tidak bisa langsung bermain seperti ketika dia di Arema. Ini Persib dan pasti berbeda, harus ada adaptasi. Itu tergantung pemain bukan dari saya yang menentukan,” ungkapnya.
Sebab yang lebih utama yaitu bagaimana membuat pemain muda bisa berkembang. Dia berharap tim Maung Bandung tak hanya bisa juara dalam satu musim saja.
Kendati begitu, Dejan pun tak menampik membutuhkan kehadiran pemain senior di skuadnya. Tentu saja untuk transfer ilmu dan menjadi panutan para pemain muda.
”Saya sebagai pelatih mengambil risiko untuk bisa memberikan kesempatan pemain muda bermain. Ada orang yang mengerti dan orang yang tidak mengerti kenapa saya juga mengambil pemain senior,” bebernya.
Dia mengklaim, kini pemain muda yang direkrut Persib sudah mengalami peningkatan secara kualitas. Misalnya saja Zola dan Febri yang kerap dipercaya turun dalam laga, otomatis menumbuhkan rasa percaya diri dari kedua pemain muda. (pra/ryt/rie)













