darikita.com, BANDUNG – Hari ini Persib Bandung akan menjajal laga pamungkas di fase grup A Piala Presiden menghadapi Martapura FC di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.
Berkaca dari babak penyisihan grup, tim berjuluk Maung Bandung ini belum pernah sekali pun kalah. Kendati demikian, skuat besutan Djadjang Nurjaman tersebut enggan menganggap enteng lawan. Mereka tetap mematok kemenangan dengan target tiga poin.
Hanya saja, untuk menghadapi tim asuhan Frans Sinatra Huwae, Persib dipastikan akan kehilangan empat pemain inti yang dibekap cedera. Mereka adalah Supardi, M Ridwan, Dedi Kusnandar dan Ilija Spasojevic.
Meski diterpa badai cedera, Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman menegaskan jika Persib Bandung tidak akan pusing untuk memilih pemain yang akan berlaga nanti.
”Sejauh ini tidak ada kendala, kalau saya lihat melihat tim (lapis 2) punya kekuatan. Tidak beda yang reguler, tidak jauh lah. Yang beda mungkin cuma pengalaman bertanding, makanya penting buat saya memberikan jam terbang untuk mereka,” ungkap Djadjang kemarin (9/9).
Kendati sudah lolos dari fase grup ke babak delapan besar pasca menundukan Persebaya United, Minggu (6/9) lalu, Djanur -sapaan akrabnya- menekankan kepada Firman Utina dan kawan-kawan untuk tetap bermain impresif untuk memenangkan laga.
”Siapapun yang main tetap kita ingin tiga poin. Meski ada rotasi 4-5 pemain tapi target tetap meraih kemenangan,” tegasnya.
Pada pertandingan nanti, Djanur pun enggan menganggap enteng lawan. Sebab, pada dua pertandingan sebelumnya yang dilalui tim berjuluk The Diamond itu mampu merepotkan lawan-lawannya. Seperti saat melawan Persebaya, tim asal Kalimantan ini mampu menahan imbang, dan pada pertandingan kedua melawan Persiba hanya kalah tipis 3-2.
”Kekuatan mereka bertumpu pada pemain pinjaman dari Barito Putra. Bagus mereka sempat tahan imbang Persebaya dan sempat unggu waktu lawan Persiba,” tegas Djanur.
Persaingan di babak penyisahan grup A bisa dikatakan ramai. Sebab penentuan lolos ke fase selanjutnya harus ditentukan sampai dengan laga terakhir.
”Kita bisa menang dari dua kontestan. Posisi dua masih diperebutkan, menujukkan pesaing Persib itu kuat. Siapapun yang ingin lolos mereka menetukan nasibnya sendiri,” tuturnya.
Sementara itu, Pelatih Martapura FC Frans Sinatra Huwae, menekankan anak asuhnya agar bermain semaksimal mungkin menghadapi skuat asuhan Djadjang Nurdjaman. Meskipun kecil kemungkinan untuk memenangkan laga.
”Kita semua tahu bahwa Persib adalah tim jawara ISL, itu kita sadari. Tapi kita kembli lagi bahwa kita akan berusaha semaksimal mungkin, sekecil apapun peluang berusaha untuk kita ambil, dengan harapan bahwa kita bisa lanjut ke babak selanjutnya,” tuturnya.
Kendati demikian, Frans menuturkan jika seluruh penggawanya siap menjalani partai terakhir dan dalam kondisi yang prima. ”Di sepak bola tidak ada hal yang tidak mungkin, semua bisa terjadi. Berusaha untuk bisa kami dapatkan kemenangan,” ungkapnya.
Martapura sendiri mengikuti turnamen yang diprakarsai Mahaka ini dengan label tim divisi utama. Dengan begitu, Frans mengatakan datang pada turnamen ini tanpa beban. ”Apapun hasilya kami harus bisa menerimanya. Apapun hasil itu nomor dua. Dari pertama bersyukur apapun hasil no 2 kita ga akan ketergantungan pada pertandingan lain, kita berusaha di setiap pertandingan,” pungkasnya. (rie/hen)













