darikita.com, Sedikit demi sedikit ketergantungan kepada para punggawa Persib mulai dikurangi. Salah satunya, peran Firman Utina. Sebab, selepas Firman hengkang ke Sriwijaya, Persib kehilangan gelandang jenius yang mampu mengatur ritme permainan.
Dan kini, sosok Kim Jefri Kurniawan pun kemudian didapuk Dejan Antonic untuk menggantikan peran Firman. Bagaimana pendapat dia mengenai peran itu? Kim mengaku hanya menyerahkannya kepada pelatih di mana pun dia akan diplot di lapangan.
”Semua tergantung coach Dejan. Pelatih yang lebih tahu menempatkan saya di posisi mana,” tutur Kim kemarin
Meski demikian, dia mengaku, bisa ditempatkan di mana saja. Baik holding mildfield atau pun attaching mildfield. ”Yang terpenting saya bisa membantu Persib berprestasi,” tambahnya.
Bagi Kim, pola latihan yang diterapkan Dejan bukan hal baru baginya. Tapi melihat persiapan Persib saat ini, pemain kelahiran Jerman itu menilai membutuhkan porsi latihan yang lebih intens lagi. Dengan begitu stamina para pemain akan lebih meningkat dan dalam kondisi siap untuk mengikuti kompetisi.
Sementara itu, gelandang Persib Bandung Taufiq mengakui persaingan di dalam tim merupakan hal yang wajar. Asal persaingan itu berdampak positif untuk tim.
Menurutnya, persaingan pada sebuah tim memang harus ada terlebih untuk pemain muda. Agar lanjutnya para pemain muda tersebut lebih semangat dan mau bekerja keras.
”Kalau bicara persaingan tentu ada tapi dalam hal yang positif, bersaing untuk memberikan yang terbaik buat tim,” ungkap pemilik nomor punggung 8 ini.
Memang saat ini skuat Maung Bandung dihuni rata-rata pemain muda. Dengan beberapa pemain senior yang hengkang untuk membela tim lain.
Dengan kondisi seperti ini mengingatkan dirinya padaa awal terjun ke pentas sepak bola profesional. Dimana waktu itu bersama Persebaya dirinya bergabung dengan pemain-pemain senior.
”Skuad Persib sekarang memang beda sama musim lalu banyak pemain muda juga. Ini mengingatkan saya waktu pertama kali main di profesional sama Persebaya,” ujarnya.
Dia mengakui jika bermain bersama senior dirinya tidak merasa terbebani. Pasalnya para pemain senior di timnya terdahulu selalu mengayomi para pemain muda. Hal itu pun ia rasakan saat bersama Maaung Bandung. ”Kalau perbedaan tentu saja ada. Kalau bagi saya perbedaannya justru kita lebih enjoy.
Pemain muda semangat dengan pelatih baru juga selalu bikin kita enjoy,” tandasnya.
Di bagian lain, pelatih Persib Bandung Dejan Antonic enggan menyebut mendatangkan Rahmat Hidayat sebagai pengganti Makan Konate atau pun Firman Utina yang meninggalkan Persib Bandung.
”Kalau kita compare (bandingkan) sama Konate (Makan Konate) jangan mungkin karena kita kasih beban terlalu banyak untuk dia. Nanti kita bisa kehilangan dia, sekarang kita kasih main dia dan dia pasti punya kualitas,” ujar Dejan.
Karena menurutnya untuk menggantikan seorang Makan Konate itu memang sulit. Sebab, setiap karakter dari pemain itu berbeda-beda.
”Mungkin terlalu sulit, kita terlalu minta banyak sama Rahmat. Yang jelas dia pemain muda punya kualitas,” tutur pelatih asal Serbia ini.
Selain punya kualitas, pemain muda eks PBR ini diakui Dejan tidak hanya bisa bermain di satu posisi saja. Namun dia piawai dalam beberapa posisi. ”Rahmat itu bisa main di 2-3 posisi, dan nanti kita lihat tergantung dari game, result dan tergantung dari semua Rahmat bisa main kiri atau kanan,” pungkasnya. (pra/bbs/rie)













