banner

Minta GBLA Steril, Pindahkan Laga Persib Kontra Arema

darikita 22 Agustus 2016
CEK KESIAPAN : Sekda Jabar Iwa Karniwa didampingi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meninjau Gelora Bandung Lautan Api, kemarin (21/8).
vertical banner

Darikita.com, BANDUNG – Panitia upacara Pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016, keberatan jika Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) digunakan untuk pertandingan lanjutan Torabika Soccer Championship 2016.

Rencananya, lapangan akan digunakan Persib Bandung untuk menjamu Arema Cronus pada 27 Agustus mendatang.

”Kalau dimungkinkan, alangkah baiknya Persib bermain di tempat yang lain. Kami khawatir terhadap persiapan penataan untuk kegiatan upacara pembukaan nanti sedikit rumit dan sudah mepet,” kata Kepala Bidang Upacara PB PON ke 19, Satria Yanuar Akbar, saat ditemui di Stadion GBLA, kemarin (21/8).

Kerumitan tersebut menurut Satria, mengacu pada persiapan terkait upacara pembukaan di lokasi tersebut yang rencananya dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo pada 17 September. Pemasangan sarana dan prasarana untuk upacara pembukaan dikatakannya butuh waktu minimal tiga minggu sebelum kegiatan dimulai.

”Akan ada kerumitan buat kita. Sebab, anggap tanggal 27 main, terus kita bangun tanggal 28. Kecuali kalau Pak Presiden bisa memundurkan PON jadi sebulan lagi, tapi itu kan tidak mungkin. Saya khawatir hasilnya tidak optimal,” urainya.

Satria mengatakan, PB PON sebelumnya sudah memiliki persiapan waktu produksi penataan untuk kegiatan pembukaan upacara, yang mana rumput lapangan akan ditutup. Waktu produksi dilakukan pada 21 Agustus sampai dengan 3 September.

Kemudian, pada 5 September akan mulai dilakukan gladi bersih terhadap persiapan PON. Artinya, kalau Persib melawan Arema menggunakan Stadion GBLA pada pekan depan, maka akan ada perubahan jadwal penataan yang telah dipersiapkan sejak lama.

”Ditarget kita pada 5 September itu, sudah mulai latihan gabungan. Artinya produksi akan dimulai hari ini, itu idealnya. Jadi kalau dilihat dibelakang

Untuk Anda
Terbaru