banner

Nomor Punggung dan Arti dalam strategi

darikita 25 Juli 2015
foto: mengbal.com
vertical banner
foto: mengbal.com
foto: mengbal.com

darikita.com, Permainan sepakbola memang tidak akan ada habisnya. Sebuah pepatah mengatakan bahwa “bola itu bundar”, artinya tidak ada satupun yang bisa menduga sebuah pertandingan sepakbola hingga sang pengadil meniupkan tanda berakhirnya pertandingan. Para panelis sepakbola pun hanya bisa memprediksi jalannya pertandingan.

darikita.com akan membahas sepakbola dari sudut pandang posisi dan nomor punggung yang digunakan. Hanya nomor punggung 8,9 dan 10 saja yang akan kami bahas. Namun para pemain yang berposisi dan bernomor punggung berbeda, sudah lazim. Contoh saja, Mesut Oezil yang memakai no 11 sedangkan posisinya adalah pemain no 10. Kita mulai saja.

Nomor punggung 8 ini biasanya menempatkan posisinya di sektor tengah lapangan. Sang penguasa tengah lapangan hijau. Seperti Steven Gerad ketika masih di Liverpool yang bertenggerkan no 8. Posisi pemain yang berno punggung 8 bisa berbeda, namun tetap dalam sektor tengah lapang. Bisa jadi ia seorang defensive midfilder dan central midfilder.

Dengan mobilitas dan intelegent yang tinggi, kerap dijadikan motor serangan atau bahkan pemutus serangan lawan. Beberapa pemain lain seperti xavi di Barcelona, Lampard di Chealsea dan Eka Ramdani di Persib. Pengatur aliran bola dan penyeimbang tim, begitulah.

Beralih ke nomor berikutnya, 9. Predator haus akan gol biasanya memakai nomor ini. Seperti Alan Shearer di Newcastle, Ronaldo di Brazil dan Karim Benzema di Real Madrid. Nomor ini ditujukan untuk seorang bomber, striker murni. Penyerang yang haus gol dan mampu menjebolkan gawang lawannya.

Namun di era sepakbola berkembang, No. 9 bisa saja tidak dimasukkan dalam sebuah starting line up. Dengan berkembangnya formasi false number 9. Apalagi Bayern Munich yang tahun 2014 lalu memenangkan liga Jerman dengan hanya mengandalkan seorang penyerang palsu yaitu Thomas Muller. Sukses membuat para panelis sepakbola mulai melototi strategi tersebut.

Namun jangan hiraukan keberadaan sang No. 9. Pemain ini kerap menjadi pemecah kebuntuan. Ya karena memang tugasnya sebagai mesin pencetak gol. Bahkan sang manager Bayern Munich, Pep Guardiola pun memutuskan untuk membeli seorang striker murni, Robert Lewadowski dan dirinya langsung mengenakan no punggung 9.

Bahkan salah satu manga (komik Jepang) pernah mengisahkan seorang striker kuat dan haus gol. Bertengger angka 9 dipunggungya dan selalu melipat bagian lengan pada jerseynya. Duel abadi sang captain Tsubasa, yaitu Kojiro Hyuga.

Nomor keramat, tepat! Nomor punggung 10, biasanya nomor keramat sebuah tim sepakbola. Disebut-sebut sebagai nomornya pemain andalan, selalu lebih disoroti. Biasa berposisi sebagai pemain tengah yang menyerang. Attacking midfilder, dari tengah, kanan atau pun kiri. Lini kedua penyerangan ini kerap membantu dalam asisstnya atau tendangan luar kotak pinalti yang merobek gawang lawan. Pemain seperti Philipe Coutinho di Liverpool, Hazard di Chealsea dan Wilshere di Arsenal.

Penempatan pemain ini lebih terasa ketika menggunakan formasi 4-2-3-1 sebagai salah satu dari tiga bagian pemain tengah. Mobilitasnya dalam menyerang, membuat para pemain belakang lawan sulit untuk memilih mana yang harus di hadang terlebih dahulu. Bahkan, melalui manganya Jepang bisa menjuarai piala dunia dengan seorang pemain andalan bernomor punggung 10.

Namun ada juga pemain dengan nomor 10 ini menjadi seorang striker, tapi bukan seorang striker murni, melainkan second striker, deep lying striker atau bahkan winger. Contohnya saja Messi, dia adalah seorang penyerang deep lying striker yang mampu mengacak-ngacak formasi bertahan lawan. Adapula Fransesco Totti, ia seorang penyerang haus gol, namun bila dilihat lagi, posisi darinya bukan striker murni melainkan second striker atau deep lying striker. Semua bentuk pergerakkan dan formasi itu bisa berubah sebagaimana titah sang pelatih. (Ravi/dk)

Untuk Anda
Terbaru