banner

Persib Berusaha Pulangkan DK

darikita 11 November 2016
vertical banner

BANDUNG – Persib diisukan ingin mengembalikan pemain binaannya yang kini merantau di Malaysia, Dedi Kusnandar. Namun, hingga saat ini, misi itu tak kunjung terwujud. ‘Si Anak Hilang’ masih terikat kontrak dengan Sabah FA. Pemain berusia 25 tahun tersebut baru selesai kontraknya pada akhir November 2016 mendatang. Akan tetapi, rupanya bukan hanya Persib yang menyiratkan keinginan memboyong Dedi kembali ke Tanah Air.

“Tawaran dari beberapa klub Indonesia sudah ada,” kata Dedi saat ditemui wartawan di Hotel Yasmin, Karawaci, Tangerang.

Pemain yang bergabung dengan Maung Bandung pada 2014 silam ini rupanya juga ditawari perpanjangan kontrak oleh Sabah FA. Karena sedang ingin fokus ke tim nasional Indonesia, tawaran tersebut untuk sementara belum ditanggapinya.

Dedi mengaku cukup kerasan merumput di Negeri Jiran. Sebab, di sana dia juga dihargai oleh manajemen. Di musim ini, dia dijadikan kapten ketiga Sabah FA yang bermain di Malaysia Premier League.

“Kemarin dipercaya juga menjadi kapten ketiga, dan itu mungkin apresiasi mereka ke saya. Alhamdulillah responsnya bagus,” ungkap pemain yang pernah berseragam Persebaya Surabaya itu.

Bermain di Sabah FA, Dedi selalu tampil menjadi pemain inti. Dari 22 pertandingan yang dilakoni, dia hanya absen satu pertandingan. Itu pun dikarenakan hukuman larangan bertanding akibat akumulasi kartu kuning.

“Karena status saya di Kompetisi Malaysia kan sebagai pemain asing. Jadi, mau tidak mau saya juga harus berusaha keras untuk terus meningkatkan performa dari pertandingan ke pertandingan,’’ ujarnya.

“Tantangan sebagai pemain asing itu pula yang membuat saya merasa lebih matang di lapangan,” lanjutnya.

Dedi memutuskan mengadu nasib di Malaysia setelah kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015 tidak bisa digelar lantaran PSSI membekukan PSSI. Enggan berspekulasi dengan situasi sepak bola nasional yang tak pasti, Dedi langsung mengambil sikap tegas dengan meninggalkan Persib Bandung untuk merantau di Malaysia.

Keputusan mantan pemain Arema Indonesia  dan Persebaya itu bisa dibilang sangat tepat. Karena, selama di Malaysia, manajemen Sabah F.A juga memberikan kepercayaan lebih kepada Dedi dengan didapuk sebagai kapten ketiga. Penampilan yang apik secara konsisten di Malaysia juga menjadi alasan Alfred Riedl kepincut untuk memanggilnya ke Timnas proyeksi Piala AFF 2016.

Saat pertama kali dipanggil ke timnas, gelandang jebolan SSB UNI Bandung tersebut langsung dipercayakan sebagai starter ketika skuad Garuda -julukan Timnas- bermain imbang 2-2 melawan timnas Vietnam dalam pertandingan ujicoba internasional di Stadion Maguwoharjo, Sleman 9 Oktober lalu. Ketika itu, Dedi menggantikan posisi Bayu Pradana selama 45 menit babak pertama.

Performa yang bagus bersama Sabah F.A dan timnas tersebut membuat sejumlah tim besar tanah air berusaha untuk menggunakan tenaganya di kompetisi musim depan. Menurut Dedi, ada dua tim yang sudah memberikan penawaran. Salah satunya adalah Persib Bandung. “Masih komunikasi lisan sih. Tapi, saya belum kasih jawaban,” ucapnya.

Alfred Riedl, pelatih Timnas, mengungkapkan, rata-rata pemain Indonesia yang berkompetisi di luar negeri menunjukan progresifitas bagus. “Salah satunya adalah Ded (Kusnandar, Red). Dia salah satu pemain yang cerdik di dalam lapangan. Dia juga cerdas dalam mengatur tempo permainan dan menciptakan peluang,” puji pelatih asal Austria itu. (ben/one/ign)

Untuk Anda
Terbaru