Di berharap, bobotoh juga memiliki rasa yang sama dengan pemerintah. Di antaranya tertib dan berusaha menjaga keberlangsungan aset stadion. ”Jadilah bobotoh yang santun, dalam bertindak dan berucap,” seru Dodi.
Di tempat terpisah, Ketua Komisi D Achmad Nugraha mengaku, merekomendasi GBLA digunakan oleh Persib Bandung.
Sesuai dengan roh pembangunan GBLA, yang diinisiasi pemerintahan sebelum periodesasi Emil-Oded, Stadion GBLA memang diproyeksikan untuk homebase Persib.
”Stadion kebanggaan urang Bandung, memang selayaknya jadi tempat Persib meraih prestasi,” ujar pria yang akrab disapa Amet ini.
Sementara itu, tokoh masyarakat Gedebage Asep Sudrajat meminta pihak penyelengara pertandingan agar menyosialisakan kegiatannya sesegera mungkin ke aparatur ke wilayahan.
Harapan Asep, lebih cepat masyarakat mengetahui agenda Persib di GBLA, dapat meminimalisir atau tidak terganggu oleh kehadiran bobotoh. Sebab, dengan diizinkan 20.000 tempat duduk, dalam kenyataannya, sebut Asep diprediksi akan lebih. ”Ini harus diantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan,” ucap Asep.
Harapan besar Asep terhadap Panpel, dalam penyelenggara laga kandang Persib, Panpel memperhatikan potensi warga Gedebage. ”Baiknya mengikutsertakan warga dalam setiap laga kandang Persib. Seperti dalam hal keamanan, ketertiban lingkungan juga parkir kendaraan, hingga penjualan tiket pertandingan. Dengan begitu, akan menimbulkan rasa saling memiliki secara bersama-sama,” pungkas Asep. (edy/rie)












