darikita.com, ASTANA – Robin van Persie bukan pecundang seperti yang terjadi di Fenerbahce. RvP – sapaan akrab Van Persie – juga bisa menjadi hero. Hanya satu cara RvP menjawab semua kritikan yang mampir kepadanya, yaitu membawa Belanda mengalahkan Kazakhstan di Astana Arena, Astana, besok malam.

Menang di laga itu memang bukan garansi Oranje mempertahankan peluang menuju ke Prancis. Hasilnya akan tergantung dengan performa Turki untuk berebut peringkat ketiga. Pada matchday yang sama, Turki harus menghadapi tuan rumah Republik Ceko di Generali Arena, Prague.
Tapi, memenangi laga untuk melengkapi milestone ke-100 menjadi motivasi tersendiri bagi RvP. Saat ini, RvP masih mengoleksi 99 caps, atau satu laga lagi untuk bisa masuk ke Club 100 di timnas Belanda. ”Harus ada yang berbeda di laga ke-100. Saya tidak peduli apapun yang saya alami, yang penting sekarang kami harus menang,” ujarnya, kepada NOS.
Zero contribution saat dihajar Turki 0-3 (6/9), bomber 32 tahun itu kembali mendapatkan kepercayaan Danny Blind menjadi starter. Dalam sesi latihan terakhir sebelum bertolak ke Kazakhstan kemarin (8/10), gambaran skuad yang akan dimainkan Blind sudah mulai kelihatan.
RvP salah satunya. Selain mantan pemain Manchester United itu, Blind juga menyiapkan Klaas-Jan Huntelaar. Algemeen Dagbald menyebut Danny akan melakukan eksperimen di lini depannya. Tidak lagi bermain dengan trio pemain depan, melainkan mencoba untuk memainkan dua penyerang. Bisa dengan 3-5-2, 5-3-2, atau justru 4-4-2.
Formasi terakhir belum pernah dicoba. Sementara, untuk dua formasi yang lainnya sudah pernah dijajal pelatih Belanda sebelumnya, Guus Hiddink dan Louis van Gaal. ”Dengan memainkan dua penyerang itu Blind ingin Belanda tampil lebih menyerang di Astana,” cetus salah satu sumber Oranje.
Apabile benar-benar bermain dengan dua penyerang, eksperimen ini disebut tidak akan langsung sukses. Menurut Michiel Jongsma dari Opta, Danny mengulangi kesalahan para pelatih Belanda sebelumnya. Kepada Sky Sports, Jongsma menyebut buruknya performa Belanda tahun ini disebabkan dari inkonsistensi formasi ini.
Khususnya dengan pergantian pelatih. Dari Van Gaal pasca Piala Dunia 2014, lalu ke Hiddink selama setahun dan kini dibesut Danny sejak Agustus lalu. ”Saat sudah nyaman dengan 5-3-2 bersama Van Gaal, di era Hiddink malah berubah menjadi 4-3-3. Dan sampai sekarang tetap sama, 4-3-3. Lantas, apa masih mau berubah lagi?,” tuturnya.
Laga di Astana belum dimulai. Bisakah RvP dengan formasi dua penyerang Danny meledak? Sebagai pemain timnas Turki yang baru saja disindir RvP tidak akan mampu memenangi dua pertandingan terakhir kualifikasi Euro 2016, Arda Turan balik menyindir RvP.
”Semoga dia (RvP) sendiri bersama timnas Belanda yang beruntung,” sindirnya seperti dikutip dari Goal. Arda kemudian menganggap Belanda-lah yang harus membuang impian melaju ke Euro 2016 via Astana. ”Kalaupuun kami gagal, itu hanya pandangan dari Van Persie saja. Kalau pun kami dan Belanda sama-sama mengemas empat angka dari dua laga terakhir, toh tetap kami yang lolos,” tegasnya. (ren/asp)













